Argantara Mega

Argantara Mega
Ke Surabaya


__ADS_3

"Inilah yang suami kamu dulu rencanakan tetapi belum berhasil. Dan putra genius kamu itu yang memintanya sama Abang untuk melanjutkan cara itu untuk menangkap paman nya Surya. Putra kamu. Bayu Hadidiningrat. Dialah dalang dari pensabotasean perusahahan Surya yang kini terancam bangkrut."


Dduuaarr!!


Terperanjat Mega mendengar ucapan Arga. Ia sampai berdiri sakit terkejutnya mendengar ucapan Arga.


Arga menarik lembut tangannya dan mendudukkannya di pangkuan nya. Arga mengelus perut Mega dengan lembut membuat Mega tertegun.


"Kamu tahu sayang? Abang sebenarnya berat untuk melakukan hal ini. Tetapi karena permintaan putra kita bahwa rencana ini berhasil, maka Abang setuju. Bagi Abang, lebih baik kehilangan Harta daripada kehilangan kalian. Kamu, bayu dan juga janin yang ada di dalam perut kamu ini, buah cinta kita berdua. Abang takut terjadi sesuatu. Bayu belum tahu jika dia akan memiliki adik dari kita makanya ia tetap ingin melanjutkan semua ini. Jika suatu saat Abang menyuruhmu dan Bayu untuk pergi, jangan membantah. Karena pekerjaan ini sangat berbahaya. Lawan kita Paman suami kamu. Abang yakin, jika saat ia sudah tahu kalau kamu sedang hamil. Makanya dia sangat menunggu kita untuk datang kesana."


"Tetapi karena Bayu memiliki rencana yang lebih bagus lagi.." Arga terkekeh, "Maka Abang akan mendukungnya seratus persen! Abang ingin melihat paman suami kamu itu tercebur ke dalam sapsiteng alias saluran pembuangan air besar! Hahahahaha..."


Arga tertawa terbahak saat mengingat ide Bayu yang luar biasa genius nya itu. Mega pun ikut terkekeh.


"Ya sudah, ayo kita bersiap. Lebih cepat lebih baik! Tapi sebelum itu, kita jalan-jalan dulu ya ke pantai??"


Arga tertawa lagi.


Sungguh aneh ide dari Bayu. Entah apa maksud dan tujuannya merencanakan itu semua. Yang jelas, Arga dan Mega tetap mengikuti saran dari Bayu putra geniusnya.

__ADS_1


Bayu yang membaca pesan dari Arga terkikik geli. Namun cekikikan itu berhenti saat melihat gagang pintu kamarnya terbuka dengan lebar.


Terlihat jika kakek Damar dan tiga orang anggota membawa kursi serta tali untuk mengikatnya. Bayu tersenyum jahat dalam hati.


Ayo! Lakukan terus! Lebih cepat lebih baik. Dan kami akan segera mencebloskan kamu ke penjara!


Batin Bayu tertawa jahat melihat seringai menakutkan keluar dari bibir tua milik Kakek nya itu.


Dengan segera Bayu di dudukkan di kursi dengan tangan terikat ke belakang. Bayu meringis menahan sakit saat tulang bahunya terasa bergeser akibat ulah anggota kakek Damar itu.


Bayu menangis menahan sakit di bahu nya. Kakek Damar tertawa jahat.


Ia segera berlalu setelah mengikat Bayu tanpa belas kasih. Sedangkan Bayu menangis menahan sakit di bahunya akibat tarikan dari anggota Kakeknya itu yang lumayan kuat.


Sementara di Medan. Saat ini Mega dan Arga sudah bergerak menuju Bandara sebelumnya mereka berpamitan dengan keluarga.


Arga juga mengabarkan kepergiannya kepada Om nya yaitu Lana dan Ali. Jika terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan, maka mereka akan bergerak cepat.


Arga sangat mengenal siapa kedua mantan tentara itu. Dulu Om Syakir pun berhasil karena pertolongan mereka berdua.

__ADS_1


Dan kali ini Arga yang memintanya. Mendengar permintaan Arga kedua orang itu langsung saja bergerak cepat.


Keduanya langsung mulai bekerja dengan cara mengumpulkan semua bukti dari alat penyadap yang Bayu letakkan di salah satu kancing baju anggota Tuan Damar saat mereka menculik Bayu.


Tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mereka bertindak. Arga merasa lega karena kedua Om nya bisa di andalkan jika dalam hal penangkapan seperti ini.


Butuh waktu dua jam untuk tiba di bandara Juanda. Kini pasangan suami istri yang masih pengantin Baru itu segera menuju ke pantai terdekat sebelum mereka menuju ke tempat penginapan yang sudah disiapkan oleh Arga untuk mereka menginap.


Keduanya bersenang-senang dipantai tanpa menyadari jika Bayu semakin kesakitan tubuhnya akibat tulang lengannya yang sedikit bergeser.


Ia terisak sambil terus memanggil nama Arga dan Mega. Semoga mereka melakukan semua rencana itu sesuai dengan yang ia katakan.


Dan ya, Arga dan Mega melakukan rencana Bayu dengan sangat baik. Kini keduanya sudah kembali ke penginapan saat matahari sudah tenggelam di ufuk barat.


Tuan Damar yang melihat pasangan suami istri itu bukannya menuju kerumahnya tetapi ke pantai kini sangat marah kepada mereka berdua.


Ia ingin menyiksa Bayu sebagai ajang balas dendamnya kepada Arga dan Mega yang telah berani mengulur waktunya.


Saat arga pulang ke penginapan, ponsel miliknya berbunyi menadakan bahaya.

__ADS_1


"Bayu!! Tidaaakk!!!"


__ADS_2