
"Sudahlah nak. Jangan menduga dan menuduh istrimu seperti itu. Nggak baik ah. Lebih baik kita makan dulu. Ayo Bu Nita. Saya sudah memasak bersama Mega tadi. Ayo!" Ajak Ummi Ira pada bibi Nita yang diangguki olehnya.
Arga tersenyun dan mengangguk kecil saat melihat kedipan mata Bibi Nita padanya yang tertangkap oleh Mega.
Ada apa? Kenapa seolah mereka sedang merencanakan sesuatu? Kenapa aku tidak boleh tahu?
Arga merangkul bahu Mega dan membawa nya ke meja makan di mana Bibi Nita dan Bayu sudah menunggu keduanya.
"Pertanyaan kamu akan terjawab setelah kita makan malam. Ayo, duduk dulu. Nenek datang kesini karena ingin berbicara dengan kalian berdua. Duduklah dulu. Jangan curigaan sayang. Nggak baik. Curiga itu akan menyesatkan pikiran mu. Cemburu boleh, itu lebih bagus!" kelakar Arga yang dihadiahi cubitan kecil di perut Arga.
Arga terkekeh. Begitu juga dengan Bibi Nita dan Ummi ira. Bayu terus menatap pada sang Mama yang kini juga menatap pada nya.
Kamu sudah bisa melihat nak? Tanya Mega dalam hati pada Bayu yang kini mengangguk kecil padanya.
Mega terpaku di tempat saat melihat anggukan kecil dari Bayu serta senyum kecilnya yang begitu menggemaskan saat dilihat.
"Duduk sayang.. Nanti saja kamu tanya nya!" tegur Arga lagi pada Mega yang kini masih menatap putra mereka yang kini terkekeh kecil saat Bibi Nita berbisik sesuatu di telinganya.
__ADS_1
"Sayang, Gaga!"
Deg!
"Hah? Eh? Ma-maaf Bang! Aku melamun!" sahut Mega dengan wajah pias dan terkejut lagi.
Ummi Ira dan Bibi Nita sampai menoleh pada keduanya karena seruan Arga yang lumayan tinggi hingga membuatnya terjingkat kaget. Begitu pun dengan Bayu.
Mega gelagapan saat melihat wajah keheranan dari mereka bertia. Ia menarik senyum paksa yang begitu terlihat jelas di mata mereka semua.
"Mama.."
"Maafkan Bayu, Ma.. Maafkan Bayu.."
Deg!
Deg!
__ADS_1
Lagi, tubuh Mega mematung mendengar permintaan maaf dari Bayu. Ia melirik lagi pada Bayu yang kini sedang menunduk.
Bibi Nita berusaha menenangkannya. Arga menghela nafas panjang. "Sayang, dengarkan Abang!" katanya pada Mega yang kini masih menatap bayu putranya.
"Kita makan dulu. Abang sudah lapar. Jika kamu ingin bertanya, ada waktunya. Bersabarlah. Semua kecurigaan kamu dan juga semua pertanyaan kamu akan terjawab. Tetapi nanti. Tidak sekarang. Lebih baik kita mkan dului. Ayo!" putus Arga yang terpaksa diangguki oleh Mega saat melihat pada mata teduh nan lembut milik Arga padanya.
Mega mengangguk setuju. Ia segera mengambil piring dan mengisikan nasi dan lauknya lalu ia berikan kepada Arga. Baru setelah nya pada Bibi Nita, Ummi Ira dan terakhir Bayu.
Lagi, tangan itu bergetar saat melihat Bayu bisa makan tanpa ketulangan. Padahal Mega memberikannya ikan.
Mega tergugu saat tatapan mata Bayu mengembun saat melihatnya. Mata Mega berkaca-kaca.
Mega menunduk untuk menyembunyikan air matanya saat menyadari kecurigaannya pada Bayu yang kini sudah bisa melihat.
Mega makan dengan air mata yang berlinangan membasahi piringnya. Hal yang tidak di ketahui oleh semua orang karena mereka semua sedang bergurau meledek bayu yang sudah bisa akan sendiri tanpa ketulangan.
Mega terisak hingga suara isakannya itu membuat Arga terkejut bukan main. Ia yang sudah selesai makan segera merengkuh Mega yang semakin tersedu di pelukannya.
__ADS_1
Suasana makan malam itu menjadi makan air mata karena Mega yang saat ini sedang menangis entah karena apa.