Argantara Mega

Argantara Mega
Kebahagiaan yang sempurna End


__ADS_3

Enam bulan kemudian.


Keduanya saat ini sedang berada di rumah sakit karena Mega akan melahirkan. Sudah dua hari Mega merasakan sakit yang tiada tara.


Sudah dua hari juga Arga tidak ke kantor demi menjaga istrinya yang saat ini begitu terlihat kuyu dan lemas karena tidak tidur selama dua hari akibat perutnya yang begitu mulas karena dua bayi mereka akan segera lahir.


"Huufftt.. Eegghh.. Huufftt.. Eegghh.. Abang! Panggil Dokter! Anak kita eegghh.. Mau keluar!!" serunya yang membuat Arga kelimpungan.


Ia segera berlari menemui dokter yang menangani Mega akan melahirkan.


"Kakak!"


Brak!


"Astaghfirtullah Abang! Kamu mau buat aku mati muda karena jantungan?!" kesal Zee yang disambut gelak tawa oleh Zidan.


"Mega, Kak! Mega mau melahirkan!" serunya panik.


Zee segera bangkit. Begitu pun dengan Zidan. Mereka mengejar Arga yang sudah berlari menuju keruang inap Mega yang kini sudah ada perawat dan juga Bidan disana.


Zee terkekeh saat melihat kepanikan Arga yang sama seperti Zidan dulunya. Zidan segera menghubungi Ummi Ira dan Abi Raga serta kedua orang tua Mega untuk mengabarkan jika ia akan segera melahirkan.


Empat orang yang sedang saling bersua itupun sigap menuju kerumah sakit. Mereka meninggalkan pertemuan para pengusaha itu demi melihat cucu mereka terlahir kedunia.


Arga menunggui Mega yang saat ini sedang berjuang hidup dan mati. Arga terus menyemangati dirinya yang sudah sangat lemas saat ini.


Mega berusaha semampunya untuk mengeluarkan kedua anaknya yang belum mereka tahu jenis kelaminnya itu apa.


Hingga setengah jam kemudian, Mega berhasil mengeluarkan kedua anaknya dengan selamat. Arga berdiri terpaku dan tidak berkedip saat melihat dua bayi mungil yang saat ini sedang di telungkup kan di dada Mega.


Mega menagis terharu. Ia mengusap lembut tubuh bayinya itu. Zee yang melihat Arga terpaku, mendekatinya.

__ADS_1


"Kedua anak mu Bang. Ayo! Yang satu cantik. Dan yang satu lagi tampan!" katanya pada Arga yang kini menoleh padanya.


Zee mengangguk. Ia segera menuntun Arga untuk mendekati Mega dan kedua buah hatinya yang saat ini masih menangis dengan suara melengking.


Arga menitikkan air matanya. Mega melihatnya dnegan basah air mata.


"Hiks.. Anak kita Bang. Buah cinta kita!"


Arga mengangguk. Ia tidak berbicara sepatah katapun. Arga menundukkan dirinya pada Mega dan mengecup keningnya.


"Terimaksih sayang.." Mega mengangguk.


Ia kembali mendekatkan dirinya pada kedua buah hatinya yang kini masih didada Mega. Arga mengecup kening kedua bayi itu yang seketika terdiam. Mereka hanya merengek kecil saja.


Arga terharu. Ia menangis dihadapan kedua buah hatinya itu. Zee pun ikut menangis. Ia pun ikut terharu.


Zee sangat tahu seperti apa perjuanagn keduanya dulu. Saat Arga ingin melamar Mega, malah Mega menikah dengan Abang iparnya sendiri.


Walau sempat terjadi kericuhan karena Arga yang sedikit marah pada Mega, karena Mega pergi tanap meninggalakn kata sepatah kata pun untuknya tiba-tiba saja dipertemukan dan akan dinikahkan setelahnya.


Saat ini keduanya sudah bahagia. Arga dna Mega sudah bahagia dengan lahirnya dua pelengkap rumah tangga mereka.


Sepasang anak cantik dan tampan terlahir sempurna dan tanpa cacat sedikitpun.


Semua orang sudah berkumpul di dalam ruangan rawat inap Mega dna kedua bayinya. Setelah Mega dibersihkan dan kedua bayinya Arga adzankan, kini mereka sudah berada di kamar yang dua hari ini mereka tempati.


Semua keluarga sudah berkumpul diruangan VVIP itu. Khusus untuk arga. Anak pemilik rumah sakit itu.


Ada Ibu Annisa. Uwak lana dan Istrinya. Onti Kinara dna suaminya. Sedang yang dua lagi hanya menghubungi mereka melalui sambungan video call dan mengucapkan selamat saja pada Arga dan Mega atas kelahiran bayi keduanya.


"Sudah ada nama untuk keduanya Bang?" tanya Ummi Ira saat menimang salah satu anak Arga yang laki-laki.

__ADS_1


Arga mengangguk. "Sudah, nama yang sudah kami persiapkan dari sejak acara nujuh bulanan mereka dulunya."


"Iyakah?" Arga mengangguk.


"Siapa namanya Bang?" tanya Prince yang kebetulan sedang ada disana karena cuti dari bekerja dan kuliahnya.


"Hem.. Untuk kakak Abang Bayu berinama Cantika Rahayu Haryawan. Sedang Adek Abang Bayu berinama dengan Bagas Putera Argantara. Semoga menjadi anak yang sholeh dan sholehah yang berbakti kepada kedua orang tua dan menjadi anak yang patuh dan manut kepada perintah Allah dan juga papa dan Mama."


"Amiinn.." jawab semua yang ada disana.


Arga mengecup kening kedua kening anaknya yang cantik dan tampan itu. Bayu duduk bersama Mega yang kini sedang terlelap.


Arga mendekati Mega dan Bayu. Ia memeluk ketiganya dengan sayang. Tak lupa ia labuhkan kecupan di dahi keduanya.


Terimakasih ya Allah atas rezeki rahmat karuniamu selama ini. Aku bersyukur dengan semua yang telah Engkau berikan.


Ini merupakan kebahagian yang sempurna untukku.


Karena takdir Mu aku dipertemukan kembali dengan Mega. Cinta pertama yang sedari dulu sudah ada dihatiku.


Mega.


Gadis manis yang sederhana mampu memikat hati seorang Argantara yang terkenal keras dan beku pada setiap gadis.


Karena dirinya hati ini terkunci dan tertutup untuk gadi lain dan hanya untuknya saja.


Kami bahagia ya Robb.. Terimakasih atas semua ini. kami snagat bersyukur. Semoga kami mampu mendidik anak kami menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Amiieenn..


Argantara dan Mega kini sudah bersatu untuk selama-lamanya. Hanya takdir yang bisa memisahkan kita berdua.


~ Argantara Mega ~

__ADS_1


...TAMAT...


__ADS_2