Argantara Mega

Argantara Mega
Cerai


__ADS_3

Selesai dengan aktivitas panasnya, Tuan damar keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang sudah harum bau sabun mandi.


Nita yang saat ini sedang termenung dengan wajah datar tidak menyadari jika suami nya sudah berada di hadapannya dengan menggunakan handuk sebatas pinggang.


Tuan Damar tersenyum, ia mendekati sang istri dan mengecup keningnya yang membuat sang istri terkejut.


Secepat kilat ia mengukir senyum manis di bibirnya. "Sudah selesai mandinya? Tina juga?" tanya nya pada kedua orang yang kini baru saja keluar dari kamar mandi itu.


Tuan Damar mengangguk dan tersenyum. "Sudah, kamu mandilah. Aku harus pergi ke Medan bersama Tina.Kamu dirumah saja. Tak apa kan?" jawabnya sambil mengatakan kemana tujuannya saat ini.


Nita menarik senyum paksa di bibirnya. "Tentu, pergilah. Hati-hati di jalan. Semoga kalian selamat sampai di tujuan! Aku mandi dulu." Imbuhnya dengan segera bangkit dan menuju ke kamar mandi.


Ia melewati keduanya kembali dengan wajah datar. Tuan Damar menghela nafasnya. Ia tahu jika saat ini sang istri kecewa padanya.


Tuan Damar tahu jika sang istri tadi berdiri mematung di depan pintu saat ia masih menumbuk Tina.


"Pakai baju mu! Setelah ini tunggu aku diluar!" tukasnya dengan dingin.


Tina hanya mengangguk pasrah. Tidak sepatah katapun keluar dari mulutnya. Ia sangat pucat saat ini. Tubuhnya begitu lelah.


Tina segera memakai baju yang sudah di sediakan oleh madu nya itu. Setitik air mata menetes di pipinya. Tetapi tidak terdengar suara isak tangis.


Sedangkan Tuan Damar segera memasuki kamar mandi dan mendekati istrinya yang kini sedang mandi besar setelah ritual mereka tadi.

__ADS_1


"Nita.." panggilnya dengan suara dingin


Sang istri tidak peduli. Ia sibuk dengan tugasnya membersihkan seluruh tubuhnya. Di depan Damar ia sengaja membersihkan tubuhnya dengan kuat seolah sentuhan Tuan Damar tadi sanagt membekas disana.


Tuan damar lagi dan lagi menghela nafasnya. "Jangan begini Ta.. Aku melakukan semua ini karena wanita itu sudah membohongi kita!"


Sang istri menoleh padanya.


Deg!


Tuan Damar mematung di tempat saat melihat wajah sang istri kini memerah karena menangis.


"Aku tidak peduli! Selama ini aku sudah cukup merasakan sakit yang tiada tara! Pergilah! Istri fantasi liar mu sedang menunggumu! Jangan hiraukan wanita tua yang sudah bau tanah ini! harta dan wanita bagimu lebih penting dari pada cintaku padamu! Pergilah! titip salam pada Mega! Katakan padanya, agar tidak menyerahkan perusahaan ini kepada mu lagi karena sudah bangkrut akibat kelakuan istri mudamu!"


Plak!


Deg!


"Waaaooowww!!! Hebat sekali Tuan Damar ini! Baru beberapa tahun hidup dengan istri mudanya, sudah merubah dirinya kembali menjadi singa!"


Deg!


"Ta-ta.. Ma-maaf.. A-aku.."

__ADS_1


"Tidak apa-apa! Pergilah! Aku tidak akan kemana pun! Seperti yang kamu inginkan! Bukan kah aku ini boneka mu?? Sedangkan istri mudamu, jantung hatimu?? Wanita yang bisa memuaskan has rat tua mu?! Yeaahh.. Aku sadar diri siapa diri ini. Aku sudah tua dan tidak bisa untuk membuat mu bahagia lagi seperti dulu.." Nita mengusap air matanya denga kasar.


Tuan Damar merasa bersalah. Ia mendekati Nita dan ingin merengkuhnya. Tetapi Nita menghindar.


"Pergi! Urus urusan mu dengan keponakan kamu itu! Harta dan wanita bagimu lebih penting hingga kau rela membuangku! Pergilah! Aku sudah terbiasa disakiti lahir dan batin olehmu!"


Dddduuaaarr!!!


Tuan damar tersentak mendengarnya.


"Ta.. Bukan gitu. Tunggu dulu Ta!" cegatnya pada sang istri yang kini mengangkat satu tangannya tanpa berbalik menoleh padanya.


"Daripada aku tersiksa hidup di madu dengan Tina, lebih baik aku mundur! Ini hari terakhir aku bersama mu dan nafkah terakhirmu untukku! Aku akan pulang ke Solo. Terimakasih Damar. Selama aku menikah dengan mu, aku banyak belajar tentang arti kesetiaan dan keikhlasan. Aku pulang ke Solo saat ini juga. Hubungan ku dengan mu sudah selesai saat kamu mengatakan jika kamu mencintai Tina dan juga hanya Tina yang bisa memuaskan has rat tua mu! Terimakasih Damar! Aku permisi! Surat cerai kita sudah kamu tanda tangani dari satu tahun yang lalu. Jika kamu lupa itu!"


Ddduuaaarr!!


Bagai dihantam petir tubuh pria tua itu. Ia berdiri dengan kepala pusing dan jantung berdegup tidak karuan.


Nafasnya seakan berhenti seketika. Teringat jika dulu ia pernah menandatangi sebuah berkas pengajuan cerai dari Tina.


Ia pikir, surat cerai itu dari Tina. Tidak tahunya istri pertama nya lah yang mengajukan cerai.


"Nita.." lirihnya sekuat tenaga memanggil Nita yang sudah menghilang dibalik pintu kamar mandi kamar prinbadinya.

__ADS_1


Beberapa bab tentang kisah Kakek Bayu dulu ye? Setelahnya kita lanjut dengan Arga dan Bayu lagi. 😁


Biar nyambung gitu loh..


__ADS_2