
Jika di pikir apakah mungkin anak bersia dua tahun lebih itu bisa menyusun rencana demi bisa menyelamatkan perusahaan papa nya?
Itu pasti mustahil. Tetapi itu terjadi pada putra sambung Arga yang kini sedang duduk sambil menikmati suapan dari sang Nenek muda untuknya.
Ia mengabaikan tatapan tajam dan datar dari sang Kakek untuknya. Ia sibuk mengunyah makanan yang ternyata sangat enak terasa di lidahnya.
"Enak banget ya masakan Nenek?" tanya Tina pada cucu nya ini.
Bayu mengangguk antusias. "He'em. Masakan nenek sama kayak punya Nenek Nita. Abang suka!"
Deg!
Kakek Damar menegakkan punggungnya. "Darimana kamu tahu? Apakah kamu sudah bertemu dengan nenek mu??" tanya kakek Damar pada Bayu yang hanya dijawab dengan anggukan saja olehnya.
Malas sekali Bayu menjawab dengan suara. Karena Kakek nya itu begitu jahat saat ia datang kerumah itu. Tetapi tidak dengan nenek muda nya itu.
Tina tersenyum, "Syukurlah kalau kamu suka. Masakan ini memang resep dari Nenek Nita. Nenek sengaja memasaknya untuk kamu. Mau tambah lagi?"
Bayu mengangguk dengan mulut terus mengunyah makanan yang sangat enak menurutnya itu.
Tina tersenyum senang melihat anak sahabatnya itu bisa makan dengan lahap saat bersama nya. Ia tidak mengindahkan tatapan tajam dan dingin dari suaminya.
Baginya Bayu.
Putra kecil yang harus ia jaga sampai Arga dan Mega tiba di Surabaya. Tina menghela nafasnya saat melihat kamar kecil yang disiapkan oleh Kakek Damar untuk cucu nya itu.
__ADS_1
Kalau bukan karena Surya, maka aku tidak mau menikah dengan mu!
Batinnya ketus melirik suaminya yang saat ini sedang menatap tajam padanya dan Bayu. Ia melengos ke arah lain saat sang suami meliriknya dengan tajam.
Ia tersenyum melihat Bayu yang makan dengan lahap."Mau nambah lagi?"
Bayu menggeleng, "Udah Nek. Abang kenyang. Abang mau bobok lah kalau begitu. Ergh.." Bayu bersendawa yang membuat tina tertawa.
"Ya sudah, kamu duduk dulu karena baru saja habis makan. Setelah itu baru boleh tidur. Hem?" ucapnya sambil membereskan ranjangnya dan mengangkat Bayu ke sana."
Bayu tersenyum senang. Ia melihat Tina dengan mata berbinar. Tina mengelus kepalanya dengan lembut.
"Istirahatlah tetapi kamu duduk dulu. Baru setelahnya kamu tidur ya?" peringatnya lagi yang diangguki antusias oleh Bayu.
"Ayo kita keluar Pa. Tak mungkin juga kan kita harus menunggu nya disini??" ketus Tina dengan segera berlalu meninggalkan Kakek Damar yang kini menelisik seluruh wajah Bayu terutama bagian matanya.
Padahal saat ini ia tahu apa yang kakek nya itu lakukan padanya. Bayu tersenyum dalam hati saat sang Kakek terlihat bernafas lega.
Kakek Damar segera keluar dari kamar itu dan segera menguncinya. Bayu menyeringai. Ia segera mengeluarkan mainan rubiknya dan mulai memutarnya.
Ia sibuk dengan memutar rubik itu. Sesekali ia tersenyum kemudian serius lagi. Semua itu tidak luput dari pantauan kamera cctv yang dipasang Kakek Damar di kamar itu.
Bayu tahu itu.
Makanya ia bertingkah seperti anak normal lainnya. Padahal tanpa Kakek Damar tahu jika Bayu saat ini sedang mengirim pesan melaui rubik miliknya ke pada Arga yang kini sedang membaca pesannya melalui laptop miliknya bersama Mega.
__ADS_1
Rencananya Arga dan Mega sore ini akan berangkat ke Surabaya. Tetapi Bayu melarangnya.
Ia sudah memiliki rencana sendiri yang saat ini tersimpan rapat di dalam sebuah flashdisk yang saat ini ada di tangannya.
Arga segera memasangkan flashdisk itu dan melihat rencana apa yang sudah di susun Bayu dan kedua orang tuanya.
Mega sampai menganga melihatnya. Sedangkan Arga tertawa terbahak-bahak. Entah ide darimana Bayu mendapatkan cara menangani kakek Damar hanya dengan cara seperti itu.
"Ini beneran Bayu, Bang? Putra kita?? Darimana Bayu bisa mendapatkan ide seperti ini? Umurnya masih dua tahun lebih lima bulan loh.. Belum sewajarnya ia bisa berpikiran seperti ini!" sangkal Mega saat melihat rencana Bayu untuk paman suaminya itu.
Arga tertawa. Ia memeluk erat tubuh Mega dan memberikan kecupan berulang di dahi nya. "Ini bukan ide putra kita sayang, tetapi suami pertama kamu alias Bang Surya sahabat sekaligus rekan ku!"
Deg!
Mega terkejut.
"Maksudnya?"
Arga tertawa lagi melihat wajah terkejut Mega yang begitu menggemasklan menurutnya.
"Ya, akulah orang yang selama ini membantu perusahan suami kamu dari Tuan Damar dan antek-anteknya. Akulah orang kepercayaan Surya sedari kami berteman saat kuliah hingga dia membangun perusahaan itu. Dan kamu tahu? Siapa yang menyuruh Abang untuk melakukan taaruf dengan mu kalau bukan Surya? Lihat rekaman Video ini!" Tunjuk Arga pada Video yang sudah berputar itu dan mulai menunjukkan percakapan dimana Puri kakak kandung Mega sedang merencanakan perjodohan dirinya dengan Arga jauh sebelum keduanya bertemu.
Mega menutup mulutnya. Ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Inilah yang suami kamu dulu rencanakan tetapi belum berhasil. Dan putra genius kamu itu yang memintanya sama Abang untuk melanjutkan cara itu untuk menangkap paman nya Surya. Putra kamu. Bayu Hadidiningrat. Dialah dalang dari pensabotasean perusahahan Surya yang kini terancam bangkrut."
__ADS_1
Dduuaarr!!