Argantara Mega

Argantara Mega
Sadar dari koma


__ADS_3

Keduanya mengerjab perlahan dengan nafas memburu. Mata itu memicing kala mendapati jika keduanya saat ini diruangan serba putih dengan bau obat yang begitu menyengat.


Arga mencoba untuk bangkit. Begitu pun dengan Mega yang berusaha bangkit tetapi sulit karena tangannya di infus.


Mega terpaksa di infus karena dirinya saat ini sedang berbadan dua. Arga perlahan mendekati Mega yang hanya bersebelahan saja dengan bangkar miliknya.


"Sayang.."


"Abang. Pusing!" keluhnya pada Arga yang kini ikut bergabung bersamanya.


Tangan kiri Arga pun di infus saat ini. Karena mereka tertidur dengan waktu cukup lama. Takutnya mereka tidak makan apapun karena tidak sadar, amka pihak rumah sakit menginfus merekaberdua sebagai asupan nutrisi untuk keduanya.


"Tak apa. Tidurlah lagi. Abang pun masih pusing. Hah.. Apa kabar sama Bayu ya? Ini hari apa? Sudah berapa lama kita di rumah sakit? Ummi? Abi? Papa dan mama dimana?" lirih Arga yang diangguki Mega.


Keduanya tidur dengan satu ranjang yang sama. Saling berdempetan untuk berbagi ranjang.


Sedang di ruangan sebelah saat ini ke dua paruh baya itu sedang terharu jika Bayu sudah sadar dari komanya selama dua minggu lamanya.


Mereka tidak menyangka ketiga orang itu kompak koma dalam waktu yang bersamaan. Seolah Bayu memang sengaja membawa kedua orang itu bersamanya.


"Mama.. Papa.." lirihnya masih dnegan mata terpejam.

__ADS_1


Cairan bening terus lolos di pelupuk matanya yang membuat Ummi Ira segera mendekati cucu tirinya.


Ia mengecup keningnya dengan lembut sembari mengalirkan kasih sayang yang tulus untuknya.


Mata Bayu mengerjab. Pertama kali yang ia lihat ialah Ummi ira yang tersenyum padanya dengan mata basah dan juga niqobnya itu basah.


"Uti Ira??"


Ummi Ira mengangguk, "Ya sayang. Ini Uti. Akung sama Uti disini temani kamu." jawabnya.


"Mama Mega dan Papa Arga mana?"


"Bawa Abang ke tempat mama dan papa, Uti.. Abang ingin bertemu keduanya."


Ummi Ira saling pandang dengan Abi Raga. "Tapi kamu belum sembuh sayang. Banyak luka di tubuhmu. Nanti saja ya?"


Bayu menggeleng, "Abang mau papa sama mama, Uti.." lirihnya lagi.


Ummi Ira mengalah, mereka berbicara sebentar dengan dokter yang menangani Bayu untuk melihat kedua orang tuanya yang juga sedang koma saat ini.


Dokter tidak mengizinkan karena Bayu baru saja sadar dari komanya.

__ADS_1


"Tapi dokter! Kasihan cucu saya."


"Maafkan saya Nyonya. Ini semua demi kesembuahnnya. Kalau bisa, kedua orang tuanya saja dibawa kesini. Bukankah mereka sedang koma juga saat ini?"


Ummi Ira mengangguk, "Baiklah. Kami akan menunggu kedatangan Besan kami dulu kalau begitu. Baru memindahkan keduanya kesini. Terimakasih Dokter!"


"Sama-sama Nyonya. Kalau begitu saya permisi dulu. Saya tinggal suster Ina!"


"Baik dokter!" jawab suster yang selama ini memantau keadaan Bayu.


Dan dialah orang pertama yang mengetahui jika Bayu sudah sadar dan segera memanggil dokter dan juga keluarganya.


Yang kebetulan saat itu hanya ada Ummi Ira dan abi Raga disana yang tidak pernah lelah menunggui cucu dan juga anak nya beserta menantunya.


Kedua orang tua Mega sedang istirahat. Mereka baru bergantian hari ini menunggui ketiga orang yang koma itu.


Sudah terhitung dua minggu sejak terakhir kali nya mereka koma dan tidak sadarkan diri.


...****************...


...Di akhir penghujung Ramadhan.. Othor mau mengucakan minal aidin walfaidzin. Mohon maaf lahir dan batin untuk kalian semua. Mari kita menyambut hari kemenangan yang akan terlaksana esok hari. 🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2