
Ketiga orang itu sibuk bergelut dengan aktivitas panas mereka. Sedangkan di luar kamar itu, semua OB dan OG sedang bekerja sama membersihkan ruangan yang seperti kapal pecah itu.
Masing-masing dari mereka memakai sepatu boat agar terhindar dari pecahan kaca yang hancur di lantai itu.
Sesekali mereka semua bergidik ngeri mendengar suara jeritan dari dalam kamar tuan direktur mereka.
"Ck. Apasih yang mereka lakukan? Sampai-sampai terdengar suara aneh dari dalam kamar seperti itu??" ucap salah seorang OG yang kini sedang sibuk membersihkan kaca di lantai.
Seorang temannya itu terkekeh, "Kamu masih gadis jadi belum mengerti apa yang mereka lakukan."
"Apa yang mereka lakukan?" tanya nya semakin penasaran.
Seseorang itu terkekeh lagi, "mereka sedang melakukan kuda sandi atau proses pembuatan anak!"
"Apa?!"
Hahahaha..
Semua yang melihat wajah gadis itu tiba-tiba merah merona tergelak keras. Hingga tersamarkan dengan suara permainan kuda sandi di dalam kamar pribadi tuan mereka.
Di dalam kamar.
Tina yang saat sedang menjadi sasaran suaminya hanya bisa pasrah saat dirinya di tumbuk seperti lesung menumbuk padi. Sangat berbeda dengan madu nya yang di perlakukan secara halus.
__ADS_1
Tetapi ia tidak marah. Ia malah senang mendapatkan keganasan dari suami tuanya itu. Ia terkapar dengan keringat mengucur di seluruh tubuhnya.
Sementara kedua orang itu masih saja memadu kasih setelah dirinya lebih dulu yang di tumbuk.
"Ck. Dasar pria tua bangkotan! Dengan istri tuanya begitu lembut menumbuknya! Sedang dengan ku?? Kayak aku ini ja lang saja!" ketusnya dalam hati merasa kesal.
Ia tidak ingin berlama-lama di sana dengan madunya yang sedang memadu kasih itu. Tina memilih masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.
Cukup setengah jam saja dua orang itu sudah selesai. Bertepatan dengan Tina yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Deg!
"Pa-papa!" serunya terkejut saat Tuan Damar menarik masuk dirinya ke dalam kamar mandi.
"A-apa yang ingin Pa-papa lakukan?!" tanya nya dengan wajah ketakutan dan kaki terus mundur hingga membentur dinding kamar mandi nya.
Pria tua itu menyeringai lagi. "Sudah waktunya aku harus melakukannya padamu! Karena kamu dan putra sialan mu itu, kini perusahaan ku bangkrut!"
Deg!
"A-apa?! I-itu bukan aku dan pu-putraku, pa. Tetapi putra kamu yang di singapura!"
Plak!
__ADS_1
"Akhh.."
"Diam kau wanita sialan!! Aku tahu kedua anak mu itu bukanlah putra kandungku! Tetapi Putra keponakan ku! Kenapa kamu meminta tanggung jawab padaku, huh?!" serunya dengan suara rendah namun sangat menakutkan.
Tubuh Tina bergetar hebat. Ia terkesiap mendengar ucapan pria tua di depannya saat ini.
Tuan Damar semakin mengikis jarak diantara keduanya. Tubuh tegapnya yang masih berkeringat membuat tubuh Tina semakin bergetar.
Tuan Damar menyeringai. Ia kembali menyatukan dirinya dengan Tina tanpa pemanasan dulu seperti yang ia lakukan tadi saat mereka duet bersama.
"Jika bukan karena Nita, maka aku tidak akan menyentuhmu! Tetapi karena kamu masih muda, aku bisa memuaskan ha srat dan fantasi liar ku bersama mu. Tetapi tidak dengan cintaku! Ia sangat berharga untuk lakukan seperti ini!" ucapnya sambil menumbuk lesung milik istri mudanya yang sudah menangis tidak karuan karena merasakan berdenyut di bawah sana.
Tina tidak menyangka jika seorang Damar Hadidiningrat mengetahui rahasia nya yang membuat dirinya di siksa saat ini secara habis habisan.
Tina tidak bisa berteriak karena mulutnya di bungkam erat oleh Tuan damar dengan tangannya.
"Surya.. Kamu benar! Aku salah menyerahkan diriku pada Paman mu! Sekarang aku tahu, jika kamu orang baik! Tidak seperti Paman kamu pria tua bangkotan ini!" Batinnya menangis pilu saat merasakan tubuhnya di putar kesana kemari sesuai dengan keinginan suami tua nya itu.
Ya, Damar Hadidiningrat merupakan Paman Surya Hadidiningrat. Abang dari ayah kandung Surya yang merupakan ayah kandung Bayu hadidiningrat yang dengan sengaja sudah melakukan pemunuhan terhadap keponakannya sendiri karena harta.
Damar pria yang kejam. Tetapi ia akan lembut hanya pada istrinya, Nita Prameswari Kesuma. Seorang wanita berhijab yang telah berhasil menaklukkan hati seorang Damar yang terkenal keras, kejam dan dingin.
Dan hari ini terbukti, jika Damar memanglah pria yang kejam. Bahkan istrinya sendiri sanggup ia siksa dengan cara seperti itu.
__ADS_1