
Sementara Bibi Nita sudah berangkat ke Medan satu jam yang laku, Tuan Damar baru saja mendapat sebuah pesan yang menyatakan jika sang istri tidak pulang ke Solo.
Melainkan ke Medan. Tempat di mana Bayu, anak dari keponakannya. Sang pemilik perusahaan yang saat ini ia kelola dan terancam gulung tikar.
Tuan Damar mengetatakn rahanganya saat menyadari jika sang istri sudah mendapatkan semua bukti-bukti tentang pembunuhan Surya dan juga Puri dua tahun yang lalu.
Ia semakin mengetatatkan rahangnya saat orang suruhannya itu mengatakan jika semua dokumen saham serta kepemilikan dari semua harta Surya sudah diambil oleh sang istri dan dibawa serta ke Medan.
Berserta dengan surat jaminan rumah yang saat ini mereka tempati.
"Kurang ajar! Kau menipuku Nita! Jangan salahkan aku akan berbuat kasar padamu! Tunggu sampai aku tiba di Medan!" geramnya dengan gigi menggelutuk.
__ADS_1
Tina yang berada disampingnya. Pikirannya menerawang jauh saat tadi dirinya disuruh lebih dulu menunggu ke mobil sedang madunya itu masih agak lama.
Entah apa yang ia lakukan, Tina pun tidak tahu. Yang jelas Tina sangat kesal karena harus menunggunya hingga satu jam lamanya.
Dan sekarang, baru ia tahu. Jika tujuan madu nya itu sama seperti tujuannya. Hanya saja.. Ia salah karena telah jatuh dalam pesona pria tua perkasa itu.
Saat ini keduanya sedang berada di dalam pesawat setelah satu jam lamanya mengalami kemacetan parah akibat kecelkaan panjang yang terjadi di aepanjang jalan menuju ke Bandara.
Tuan Damar sangat kesal karena mereka harus terjebak hingga satu jam lamanya. Kini keduanya baru saja masuk ke dalam pesawat.
Butuh waktu sekitar lima jam tiga puluh menit untuk tiba disana. Tuan Damar memilih mengistirahatkan tubuhnya sejenak sebelum menemui Arga dan sang istri yang kini sudah tiba lebih dulu disana.
__ADS_1
Tina merenungi kejadian yang baru saja terjadi di dalam kamar mandi. Benarkah jika Tuan Damar menyayanginya melebihi istri pertama nya? Apa matanya yang salah lihat atau memang Damar sengaja membuatnya luluh karena istrinya itu sudah pergi darinya dan ketahuan jika madunya itu sudah melkuakn hal yang sehatusnya ia lakukan.
Seandainya Damar tahu apa tujuannya, akankah ia masih bisa dianggap istri lagi? Atau ia akan disiksa lagi seperti di kamar mandi tadi??
Tina sungguh pusing memahami sikap suami tua nya itu. Ia bukanlah Nita yang mengerti sisi lain dari Damar.
Ia hanya orang baru yang baru saja masuk ke dalam kehidupannya selama dua tahun ini. Walau ia sudah menjalin hubungan hingga terjadi sebuah kesalahan dan menghadirkan dua orang bocah kembar yang berusia lima tahun Anak kandung dari Damar sendiri.
Tina melamunkan nasibnya setelah ini. Ia pasti akan dibuang seperti istri pertamanya. Baru sebentar ia tahu jika istrinya menipu dirinya, Damar sudah sangat marah.
Bagaimana kalau seandainya ia tahu jika Tina pun memilki tujuan yang sama??
__ADS_1
Entahlah. Tina pun tidak tahu. Yang jelas untuk saat ini ia harus mengikuti kemana tua bangka itu membawa nya.
Mereka sengaja menyusul Nita ke Medan untuk bertemu Mega dan Bayu. Dua orang penting dan kunci dari semua permasalahan yang ada di perusahaan yang Damar kelola saat ini.