
Seminggu setelah kejadian nahas dimana Pak Joni yang menjadi korban, kini komplek perumahan Abi Raga dan Ummi Ira semakin ketat penjagaan nya.
Bayu.
Putra sambung Arga itu kini sedang sibuk diruang kerja sang Papa setelah tadi meminta izin padanya sebelum Arga berangkat ke kantor.
"Iya kita mulai! Dulu, kalian boleh meremehkan anak kecil berumur dua tahun seperti ku! Tetapi sekarang tidak lagi! Jangan salahkan aku yang akan menghancurkan perusahaan Papa Surya Kakek. Jika aku dan Mama tidak bisa mendapatkannya, maka kakek dan juga paman ku yang lainnya tidka boleh mendapatkannya! I i lebih baik!" gumam nya dengan seringai tipis muncul di bibirnya.
Tangan halus itu bergerak cepat di papan Keyboard. Entah apa yang ia cari hingga sangat serius seperti itu.
Satu jam,
__ADS_1
Dua jam,
Tiga Jam.
Barulah Bayu keluar dari ruang ker ja sang Papa. Yang bersamaan dengan Mega baru saja pulang dari belanja ke pasar bersama Uti Ira.
"Loh? Abang kok dibawah? Bukanyya tadi pagi mau ikut papa ya ke kantor??" tanya Mega pada Bayu yang kini tersenyum lembut padanya.
Bayu berjalan masih menggunakan yongkatnya. Tongkat baru yang di belikan Arga karena tongkat lamanya sudah terbakar bersama mobil nya.
Ia tidak ingin sang Mama tahu apa yang ia kerjakan dirumah jika dirinya seorang diri. Semua ini sudah perjanjiannya dengan Arga.
__ADS_1
Hanya mereka berdua yang tahu tentang itu. Arga sudah memasang cctv di setiap sudut rumah yang bisa di pantau oleh Arga langsung dari ponselnya yang terhubung kangsung dengan cctv rumahnya.
Saat ini pun ia sedang melihat Bayu sedang berbicara dengan Mega dan Umminya. Ia terkekeh saat Bayu sangat pandai dalam berkilah.
"Kamu anak yang genius Nak. Maka dari itu Paman mu itu jngin sekali membunuh mu. Papa sudah mendapatkan buktinya. Tinggal sedikit lagi. Bergeraklah cepat menghancurkan perusahaan Papa mu. Karena Papa tahu, setelah kamu menghancurkannya maka mereka akan datang dengan sendirinya kepada kita. Papa yajin, jika mereka pasti akan bertindka lebih keji dari yang kemarin itu. Maka dari itu, untuk mengkap pelakunya kita pun harus berbuat yang sama sepertinya." Imbuh Arga dengan tersenyum menyeringai.
Sang asisten tahu itu. Ia bergidik ngeri melihat senyum Arga yang begitu menakutkan. Karena ia sudah melihat sendiri seperti apa cara kerja Arga di belkang layar hingga perusahaan musuhnya itu akan basgkrut dengan sendirinya.
Sementara di Jakarta dan Surabaya sana, keluarga Bayu, lebih tepatnya Kakekk Damar yang merupakan Paman Papa Surya sednag mengamuk karena perusahaannya mengalami kerugian besar hingga akan menyebabkan perusahaan itu colaps.
Arga semakin menyeringai melihat itu. "Dulu Bayu sendiri. Tetapi tidak dengan saat ini. Saat ini ada aku di belakanganya. Aku yang mengajarkannya bagaimana caranya menghancurkan perusahaan kalian tanpa campur tangan dari kami. Selamat menikmati hidup kalian yang baru. Dan kami akan menunggu kedatangan kalian kesini untuk meminta tanda tangan Mega selaku ahli waris dari perusahaan dan juga semua harta Tuan Surya Hadidiningrat rekan setia sekaligus kolegaku!" imbuhnya dengan seringai yang semakin menakutkan terlihat dari bibirnya.
__ADS_1
Bayu yang dirumah saat ini sedang berada di ruang kerja sang Papa pun tersenyum menyeringai.
"Permainan di mulai! Kami yang membuat kalian yang akan mengakhiri nya. Kami tunggu kedatangan kalian kesini!" ucapnya sama seperti Arga tadi dengan senyum menyeringai.