
Ke esokan harinya saat kedua orang tua Mega kembali kerumah sakit, mereka langung saja menemui kedua orang yang sedang tidur saling berpelukan itu.
Kedua orang itu tersentak melihatnya. Keduanya histeris saat menyadari jika Arga dan Mega sudah sadar.
Ummi Ira dan Abi Raga yang baru saja tiba pun dibuat kaget dengan sadarnya Arga dan Mega. Ummi ira sampai menangis saat melihat dua orang itu sudah bangun.
Mereka bersuka cita bersama. Arga dan Mega hanya bisa meringis saat melihat betapa senangnya kedua orang tua itu terhadap mereka berdua.
Mereka menyiapkan banyak makanan untuk Mega dan Arga sebelum keduanya dipertemukan dengan Bayu yang kini juga sedang di beri makan oleh suster.
Ummi Ira yang menemaninya disana dan mengatakan pada bocah kecil itu jika mama dan papa nya sudah sadar kembali.
Betapa senangnya hati bocah kecil itu. Ia pun semangat ingin makan dengan cepat. Bayu makan terburu-buru hingga tersedak.
Ummi Ira khawatir melihatnya. Ummi Ira memukul-mukul pundak Bayu untuk mengurangi batknya yang membuat Bayu tertawa sarkas.
Ummi Ira terkejut dibuatnya karena tawa Bayu itu terdengar begitu renyah di telinganya. Ummi Ira tersenyum, ia mengusap kepala Bayu dengan sayang.
__ADS_1
"Jangan begitu lagi Nak. Uti takut terjadi sesuatu padamu." ucapnya sambil memeluk Bayu dengan erat.
Ummi Ira terisak.
Ia masih saja memeluk erat cucu tirinya itu saat pintu kamar itu terbuka.
"Papa! Mama!"
"Sayang.." panggil keduanya dengan segera mendekat ke pada Ummi Ira yang kini sudah mengurai pelukannya.
Beliau tersenyum. Ia mengusap air matanya. "Sudah kesini toh. Ayo, duduk disini. Putra kalian sangat ingin bertemu dengan kalian hingga makan pun sampai tersedak-sedak." Imbuh Ummi Ira yang di sambut dengan kekehan oleh kedua besannya.
Arga pun demikian. Ia pun memeluk keduanya dengan erat. Bayu melihat Arga dengan mata berkaca-kaca.
"Papa.." bisiknya terdengar oleh Mega.
"Ya nak. Papa Arga dan mama Mega disini. Kami sayang.. Sekali padamu. Jangan pergi..." bisik Arga yang diangguki oleh Bayu.
__ADS_1
Mega semakin tersedu. Ia semakin erat memeluk putranya itu. Bayu memang putra kakaknya. Purwanti. Tetapi Bayu merupakan putranya karena darah Mega mengalir di tubuh Bayu.
Saat Bayu baru dilahirkan, Megalah yang menyusuinya seorang diri tanpa bantuan siapa pun.
Saat asi nya tidak keluar, Mega berusaha semampunya untuk bisa memberkan asi pada Bayu. Dengan banyak cara yang ia lakukan agar asi nya bisa keluar.
Dan ya, asi itu keluar dengan derasnya setelah perjuanganya selama satu bulan untuk bisa menyusui Bayu.
"Bayu putraku. Aku tidak bisa memberikannya kepada siapa pun! Termasuk walinya! Aku memegang teguh janjiku pada bang Surya. Bahwa aku yang akan mengurusnya sampai ia dewasa. Aku ibunya! Aku berhak atasnya!" seru Mega dulu ketika ada suruhan tuan damar datng untuk mengambil Bayu tetapi Mega tidak mengizinkannya hingga terjadi keributan.
Beruntungnya saat itu Pak Adi selaku ayah Mega bergerak cepat untuk menangani masalah itu dengan bantuan Opa Gilang.
Para pesuruh tuan Damar itu pergi setelah mereka di usir dengan cara halus oleh Opa Gilang.
Oleh karenanya Pak Adi berniat menjodohkan Mega dan Arga. Karena beliau pikir, jika Arga bisa melindungi Mega dan juga putranya.
Hal yang tidak pak Adi tahu ialah keduanya memang sudah dijodohkan oleh Surya dan Purwanti.
__ADS_1
Keduanya sepakat untuk menjodohkan. Dan saat itu mereka pun sudah melakukan taaruf yang sudah Surya tentukan.
Saat ini, keluarga kecil itu sudah berkumpul kembali. Bayu tidak jadi pergi. Bayu tetap bersama mereka.