Argantara Mega

Argantara Mega
Rahasia Bayu


__ADS_3

Setelah keluarga Mega pulang, kini tinggal lah Bayu dan Arga saja di kamar Arga. Bayu menatap sekeliling seolah ia bisa melihat ruangan di dalam kamar Arga.


Bayu tidak sepenuhnya buta. Mata itu walau gelap, tapi masih bisa terlihat remang-remang walau sangat hitam tidak pekat. Yang jelas seperti bayangan klise foto.


Dengan kata lain seperti klise foto buram dan hitam. Arga terus menatap anak sambungnya yang tiga hari lagi itu akan sah menjadi anak sambung sekaligus menikahi mama sambungnya.


"Apa yang kamu lihat dan rasakan nak? Jangan berbohong sama papa. Papa tahu kalau kamu bisa melihat kan?" terkanya yang membuat Bayu tersenyum dan mengangguk padanya.


"Papa benar. Inilah tujuanku untuk menginap disini. banyak hal yang ingin aku tanyakan sama Papa tentang Mama Mega."


Deg!


"Kenapa?" tanya Arga penuh selidik.


"Karena ada seorang pemuda yang saat ini mengincar mama Mega. Ia selalu mengikuti Mama kemana pun mama pergi. Pernah satu kali berpapasan dengan kami saat kami berbelanja di supermarket," jelasnya yang membuat Arga semakin penasaran dengan calon putra sambungnya ini.

__ADS_1


"katakanlah. Papa akan mendengarkan mu,"


Bayu tersenyum, "Inilah tujuanku selalu meminta mama Mega untuk mencari Papa Arga. Karena hanya Papa Arga yang bisa menolongku dan juga perusahaan ayah ku yang kini di akuisi oleh adik Ayah Surya yang bernama Damar. Katanya, perusahaan itu kini sudah menjadi miliknya, sedang diakta waris, seluruh saham dan perusahaan itu atas nama mama Mega yang diwariskan untukku. Karena aku buta, aku tidak berhak memimpinperusahaan itu. Dan mereka berniat ingin mengambil hak waris itu dengan cara membunuh mama Mega!"


Deg!


Deg!


Arga terkejut. Ia segera mendekat pada Bayu yang kini menatap serius padanya. Dari balik warna hitam seperti klise foto itu, Bayu bisa melihat wajah terkejut dan penasaran Arga.


Bayu terkekeh, "Inilah rahasia Bayu yang tidak diketahui siapa pun bahkan Mama Mega sekalipun! Hanya papa. Hanya Papa yang Bayu beritahu. Karena Bayu yakin, papa bisa membantuku dalam hal ini." imbuhnya yang membuat Arga semakin tercenung.


Sifat Bayu yang terlihat begitu dewasa ini berbeda dari yang terlihat saat ia bersama keluarganya.


Bahkan sejak pertemuan pertama pun ia tetap bertingkah seperti anak berusia dua tahun pada umumnya.

__ADS_1


"Bagaimana bisa Nak?" tanya Arga lagi memastikan


"Bayu nggak tahu kapan otak ini berfungsi begitu cepat dalam menyerap informasi dari setiap orang tua bicarakan tentang perusahaan. Waktu itu, Bayu pernah pingsan saat kami jalan-jalan ke mall bersama Uti. Bayu nggak tau waktu itu kenapa. Yang jelas, Bayu merasakan sakit yang sangat dibagian kepala setelah Bayu bangun dari pingsan. Emm.. Apa mungkin ada seseorang yang sengaja memasangkan sesuatu di otak ku? Hingga otak ini berubah menjadi pintar dan bicara ku juga lancar seperti orang dewasa? Tapi kenapa??" tanya Bayu pada Arga yang membuat Arga tertegun sejenak.


Setelah sadar, ia menoleh pada Bayu dan menatap dalam padanya. "Kenapa papa? Kenapa harus Papa Arga? Apakah kamu tidak takut jika suatu saat papa akan merebut perusahaan milik Ayahmu??" tanya Arga menatap lekat pada Bayu yang kini tersenyum padanya.


Tangan halus itu memegang kedua wajah Arga, "Karena Abang tahu, kalau Papa Arga akan melakukan demi mama menyelamatkan Mama Mega. Bukankah selama ini, papa selalu mengawasi mama secara diam-diam??"


Deg!


Deg!


Arga terkejut.


Bagaimana mungkin Bayu tahu? Sedang orang-orang ku tidak terlihat dimana pun??

__ADS_1


__ADS_2