Argantara Mega

Argantara Mega
Masih di rumah sakit


__ADS_3

"Ya Allah, Arga! Kenapa bisa Bayu dan Pak Joni jadi begini?! Udah kamu hubungi Om kamu?" tanya Ummi Ira sambil berlari mengikuti bangkar Bayu dan Pak Joni yang akan dibawa masuk ke IGD dimana para dokter sudah menunggu kedatangan dua pasien yang baru saja dikabarkan yang ternyata kerabat dari sang pemilik rumah sakit.


"Abang nggak tahu Ummi. Tadi Bayu berteriak memanggil Abang. Pas Abang paham apa maksudnya, mobil itu sudah meledak.." lirih Arga dengan segera memeluk Mega yang kembali pingsan saat Arga menceritakan kronologis nya.


"Ya Allah.. Baringkan dulu istrimu, Bang. Ummi mau mengabarkan Oma dan Opa kamu dulu. Kalau mereka belum berangkat ke Singapura!" imbuhnya dengan segera mendial nomor kedua orang itu.


"Ck. Kan benar? Mereka sudah di jalan saat ini. Barangkali sudah sampai di singapura!" kata Ummi Ira lagi sangat kesal pada ponselnya.


Abi Raga terkekeh melihat Ummi Ira kesal seperti itu. Sau hal yang tidak terlihat dari Ummi Ira jika sedang kesal.


Bibir itu akan mencebik ribuan kali hingga manyun ke depan. Sangat terlihat jika saat ini Ummi Ira saat ini sangat kesal dibalik niqob yang menutup wajahnya saat ini.

__ADS_1


"Sudah lah Mi. Mereka akan tahu sendiri jika memang sudah sampai di Singapura. Untuk sekarang, yang harus kita fikirkan adalah Bayu dan Pak Joni yang saat ini yang sangat membutuhkan pertolongan dan doa dari kita. Bik Inah.." panggil Abi raga pada wanita paruh baya yang kini sednag dipeluk oleh Ummi Ira.


"Iya Tuan. Hiks.. Tak apa. Saya ikhlas. Ini jalannya. Anak-anak sudah saya hubungi dan saat ini ketiganya masih dalam perjalanan."Jawab Bi Inah sudah sedikit lebih baik.


"Sabar aja Bik. Semoga Pak Joni cepat sadar. Ikhlaskan dan serahkan semuanya kepada Allah. Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk keduanya."


"Amiin.." sahut mereka semua.


Bayu mengalami cidera dibagian lengan dan kepala bagian kanan nya. Sedang pak Joni mengalami luka memar di belakang tubuhnya.


Serta tangan bagian kanannya patah karena melindungi Bayu agar tidak terpental saat bom itu meledak mengenai keduanya.

__ADS_1


Mereka semua menunggu dengan gelisah. Bayu dan Pak Joni belum lagi ada kabar. Masih ditangani oleh tim dokter yang bertugas.


Zidan yang baru saja tiba dari rumahnya. Langsung berlari kepada mereka berlima.


"Assalamau'alaikum Ummi, Abi." Ucap Zidan dengan nafas ngos-ngosan.


"Waalaikum salam.. baru datang kamu, Bang?" tanya Abi Raga pada Zidan yang kini menyulurkan tangannya


"Iya Bi. Kaget aja dapat kabar dari Kenan dan bella katanya rumah kita kebakaran. Ck. Abang yang lama dirumah sakit nggak tahu kabar apa-apa. Sedang mereka yang di Jakarta sana udah tahu kalau rumah kita kebakaran. Katanya karena bom? Apa itu benar Arga?" Jawab Zidan sekaligus bertanya pada Arga yang kini sedang memangku kepala Mega yang terlihat terpejam.


"Benar bang. Sempat Bayu berteriak sambil mengatakan jika ada Bom disana. Aku terkejut. Dan aku tahu maksud dari perkataan Bayu, semuanya sudah telat. Terdengar suara ledakan yang begitu kuat hingga asap pun mengepul dari mobil kita yang terbakar." jelas Arga pada Zidan yang ditanggapi dengan anggukan pahamoleh Zidan.

__ADS_1


Setelah itu, semuanya terdiam. Tak ada yang berbicara sedikitpun. Semuanya larut dalam pikiran amsing-masing.


__ADS_2