Argantara Mega

Argantara Mega
Kabar baik dan kabar buruk


__ADS_3

Lama mereka menunggu keduanya sedang ditangani saat ini. Semua yang berada di sana harap-harap cemas.


Semuanya menunggu dan menunggu. Hingga satu jam kemudian salah satu dokter itu keluar dari ruang IGD.


Ceklek!


Pintu ruangan IGD terbuka dari dalam. Ummi Ira segera berjalan cepat menuju dokter kenalan Abi Raga itu.


"Bagaimana dokter?? Cucu saya dan Pak Joni??" tanya Ummi Ira dengan raut wajah khawatir dan sangat cemas.


Dokter yang bername tage Irfan itu tersenyum, "Tenaglah Bu direktur! Saya akan jelaskan." jawabnya sambil melihat semua orang disana satu persatu.


Terakhir pada Arga yang kini sedang memangku gadis muda yang masih berhiaskan henna di tangannya.


"Dokter!" panggil Arga dengan wajah cemas nya.


Dokter Irfan tersenyum. "Tenanglah kawan! Ada dua berita untuk kalian. Yang pertama berita buruk dan yang kedua berita baik. Mana yang lebih dulu ingin kalian dengarkan?"


Deg, deg, deg..

__ADS_1


Jantung semua orang berdegup tidak karuan saat ini. "Berita baik dan buruk sama saja dokter! Yang ingin kami dengar kalau mereka berdua selamat, itu saja!" Jawab Ummi Ira masih dengan wajah khawatirnya.


Dokter Irfan menghela nafasnya. "Berita baiknya, kalau putra kecil kalian saat ini tidak apa-apa.Hanya memar saja dibagian lengannya."


"Alahmdulillah.. Pak Joni??" tanya Arga masih dengan wajah khawatir.


"Maaf, beliau tidak bisa di selamatkan. Saat kami berusaha menyelamatkan nyawanya, beliau sudah menghembuskan nafas terakhirnya." Jelasnya yang membuat seluruh keluarga Ummi Ira seperti dihantam petir saat itu juga.


Bruukk..


"Bi inah!" seru Arga terkejut melihat Bi Inah jatuh terkapar dilantai dengan wajah pucat pasi.


Arga membatu di tempat saat melihat bangkar Pak Joni dikeluarkan dari ruangan IGD dengan seluruh tubuhnya sudah tertutup rapat dengan kain putih.


"Tidak!!! Bapakk!!! Ibu!!!!" pekik ketiga anak Pak Joni dan Bi Inah.


Mereka segera mendekati bangkar itu dan memeluk jasad pak Joni dengan erat. Mereka menangis dan meraung di depan ruangan IGD itu.


Semua keluarga Ummi Ira terpaku di tempat dengan wajah terkejut dan air mata beruraian.

__ADS_1


"Apa? Kenapa? Bang? Pak Joni kenapa??!" tanya Mega lagi pada Arga yang kini mematung melihat jasad seseorang yang selalu mengantarnya bekerja kini sudah terbujur kaku saat menolong putra sambungnya.


Bruukk..


Arga dan Mega jatuh ambruk ke lantai dengan saling berpegangan tangan. Keduanya terisak dan tertegun melihat jasad Pak Joni yang sudah tidak bernyawa.


Arga tersedu, begitu pun dengan Mega. Bi Inah sudah dibawa oleh perawat untuk dibaringkan diruangan lain.


Semua yang ada disana menangis melihat jasad Pak Joni. Seseorang yang sudah berjasa itu di dalam menyelamatkan Bayu baru saja.


Bayu yang sudah sadar terdiam di tempat dengan mata mengembun.


"Kakek..." lirihnya dengan air mata yang juga ikut mengalir deras di pipinya.


Bayu tidak menyangka jika pengorbanan paruh baya itu begitu berharga. Demi menyelamatkan dirinya, ia rela mengorbankan dirinya hingga meninggal dunia.


Bayu menangis sekuat yang ia bisa. Ia meronta dan meraung-raung di dalam rauangan IGD membuat semua keluarga terkejut dan segera berlari masuk ke dalam ruangan IGD dimana Bayu berada saat ini.


"Tidaaaaakkk!!! Kakeeekk!!! Aaaaaaa..." pekiknya sambil meronta-ronta dipelukan seorang dokter dan perawat yang sedan berusaha menenangkan nya.

__ADS_1


__ADS_2