
Setelah keduanya bebicara dari hati ke hati berujung dengan aktivitas panas keduanya, kini Arga dan Mega sednag duudk diruang kerja Arga bersama Bibi Nita dan juga Bayu.
Bayu sebenarnya sudah mengantuk. Tetapi karena memikirkan ucapan Bibi Nita tentang Kakeknya yang akan datang besok pagi, maka ia menahan rasa kantuk itu.
Ia ingin mendengar sendiri apa yang akan dikatakan oleh snag nenek pada papa dan mama nya.
"Kamu sudah menerima berkasnya kan Arga?" tanya BIbi Nita pada Arga.
Arga mengangguk, "Sudah Bi. Tadi jam enam sore berkas itu sudah aku pegang. Ini dia berkasnya." Tunjuk Arga pada berkas yang kini berada di hadapan mereka semua.
__ADS_1
Mega segera mengambil berkas itu dan membacanya. Ia terkejut saat semua isis surat itu merupakan suart yang saat ini di pegang olehnya.
Bibi Nita tersenyum saat melihat raut wajah Mega terkejut. "Itu copian nya Nak. Yang asli tetap ada di tangan kamu. Sengaja Bibi bawa kemari agar tidak dipergunakan oleh Paman kalian. Semua ini berguna baginya jika suatu saat ia terdesak. Bibi menyesal karena tidak melarangnya dulu. Jika bukan Bibi mendengar ucapan Tina dan Paman kamu waktu itu, pastilah saat ini aset kalan sudah habis. Maka dari itu, Bibi sengaja membawa nya kesini. Dia bisa licik. Bibi pun bisa. Salah siapa menentang keinginan Nita Harum Dawanta?" ucapnya percaya diri yang ditertawakan oleh Arga.
"Benar Bibi. Sepertinya ini tidak akan mudah. Aku hanya takut, apa yang aku pikirkan ini akan terjadi jika sampai Mega menolak memberikan tanda tangan surat persetujuan."
Arga dan Mega tertawa. "Tetapi kasihan Kak Tina, Bi. Pasti ia begitu tertekan dengan paman." Timpal Mega dan diangguki oleh Bibi Nita.
"Biarkan saja, Ga. Jika dia sudah cukup lelah melayani nafsu liar suami tuanya itu, pastilah ia akan pergi dengan sendiri. Bibi bukan tidak tahu kegiatan keduanya. Bibi tahu semua.. Hanya saja, Bibi bersabar karena inilah jalan takdir yang harus Bibi lewati. Siapa sih yang mau di madu? Nggak ada kan? Tetapi Bibi terpaksa menerima Tina lantaran dirinya sama seperti kita. Ia ingin menjaga seluruh aset Surya dengan mengorbankan dirinya dengan cara menikahi kakek kamu sejak lima tahun yang lalu. Mereka bukan melakukan kesalahan. Tetapi sengaja menyembunyikan pernikahan keduanya karena Bayu dan Mega."
__ADS_1
Mega tercenung mendengar ucapan Bibi Nita. "lantas, sekarang apa yang harus kita lakukan? Aku yakin, cepat atau lambat Paman pasti bergerak cepat untuk kesini dan menemui Mega untuk meminta tanda tangan pengalihan hak waris."
Bibi Nita menyeringai. "Lakukan saja seperti apa yang kamu rencanakan. Bibi ingin dengar apa yang akan suami tuaku itu lakuakn saat dirinya tidak mendapatakn tanda tangan dari Mega?" Imbuhnya denagn senyum yang menakutkan terlihat di mata Bayu.
Ia bergidik ngeri melihat Nenekanya begitu kejam melebihi Papa nya. Tetapi ia senang jika sang Nenek berpihak padanya.
Maka rencanany sebentar lagai akan berjalan dengan lancar. Bayu tersenyum memikirkan idenya itu.
Mega terus saja memperhatikan putra kecilnya sementara kedua orang itu sedang membahas rencana yang sudah di susun Bayu sebelum Bibi Nita datang.
__ADS_1