Argantara Mega

Argantara Mega
Untuk pertama kalinya


__ADS_3

Malam harinya di rumah Ummi Ira.


Seluruh keluarga sudah pulang kerumah masing-masing. Dan kebetulan sekali Ummi dan Abi harus kerumah Ziara yang saat ini sednag hamil besar dan menurut informasi tadi sore, Ziara akan melahirkan.


Jadi Ummi dan Abi sudah pergi kerumah Ziara semenjak tadi sore dan Bayu pun ikut serta. Kini dirumah itu hanya ada Arga Dan Mega yang kini sedang duduk bertafakkur dihadapan sajadah sambil menunggu waktu isya tiba.


Keduanya nampak khusyu'k dalam berzikir memohon pertolongan unruk Ziara yang kini sedang berjuang untuk melahirkan kedua bayinya.


Sebenarnya Arga dan Mega ingin kesana, tetapi Ummi dan Abi melarang keduanya untuk datang kesana. Karena mereka berdua baru saja menikah dan juga keduanya masih capek karena acar pernikahan yang sedikit menguras jiwa dan emosi.


Adzan isya berkumandang, keduanya pun segera bersiap untuk sholat berjamaah. Mereka kembali duduk dan bertafakkur sebelum melakukan ibadah sunnah lainnya.


Arga dan Mega yang baru saja bertemu dan juga bersatu setelah sekian lama, sedikit merasa canggung dengan keadaan saat ini.


Keduanya salah tingkah dan malu sendiri. Apalagi Mega. Ia yang paling malu saat ini karena dirinya tidak menggenakan khimar yang selama ini selalu menutupi seluruh tubuhnya.

__ADS_1


"Ehemm, sebaiknay kita makan dulu eh tapi kita udah makan kan ya?" ucap Arga salah tingkah sendiri.


Sedangkan Mega semakin merasa malu dengan wajah yang kini memerah karena malu. Ia menunduk tidak ingin melihat Arga yang kini duduk di hadapannya sambil sesekali mencuri-curi pandang padanya.


Mega semakin salah tingkah saat Arga semakin mengikis jarak hingga keduanya kini saling berdekatan.


Arga menatap Mega dengan lekat. Ia tersenyum melihat kedua tangan Mega saling menggenggam satu sama lainnya.


Sangat terlihat ia begitu gugup saat ini. Arga tersenyum lagi, "Lihat Abang, Ga." Ucapnya lembut yang membuat Mega mendongak melihatnya kemudian menunduk lagi saat tatapn keduanya bertemu.


"Lihat Abang, sayang. Kok menunduk terus sih? Kamu tidak ingin menatap Abang secara dekat kah?" godanya pada Mega yang kini semakin merasa malu.


Arga tertawa saat melihat Mega menggeleng. "Lihat dulu kesini. Yang kayak Abang ini orang yang nggak pernah kamu lihat saja hingga kamu ketakutan begitu?" godanya lagi, "santai sayang.. Abang nggak akan gigit kamu kok. Hanya celup sedikit. Boleh?" tanya Arga masih dengan menggoda Mega yang membuat gadis ayu menepuk lembut lengannya.


Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Arga tergelak keras hingga di dalam penuh dengan bunga itu kini hanya terdengar suara merdu Arga yang sedang tertawa.

__ADS_1


Mega semakin malu saat Arga dengan cepat mndorong tubuhnya hingga terjungkal ke ranjang. Arga dan Mega tertawa lagi.


Untuk sesaat keduanya saling menatap dengan tatapn yang penuh dengan binar cinta. Entah siapa yang lebih dulu, keduanya kini sednag mereguk manisnya amdu pernikahan yang baru saja mereka alami.


Mereka berdua sempat berpisah karena salah paham yang di akibatkan Mega menikah dengan orang lain dan meninggalkan Arga begitu saja.


Tetapi Arga, ia tidak pernah melepaskan Mega begitu saja karena ia tahu mereka berdua sudah terikat, tetapi untuk bersatu belum lagi waktunya.


Arga bersabar menunggu waktu itu. Walau hati dan pikirannya terluak saat melihat Mega di kejauhan sering kali membawa seorang bayi dan berjalan bersama seorang pria sebaya dirinya ynag Arga sendiri tidak tahu bahwa pemuda itu merupakan sepupu Mega sendiri.


Dan sekarang, karena buah kesabarannya dan doa yang selalu ia panjatkan. Maka Allah sudah mengikat mereka berdua.


Untuk pertama kalinya keduanya bertemu di dalam jenjang pernikahan, ikatan yang halal dan sudah sah untuk saling bersentuhan.


Arga dan Mega sepsanag anak manusia yang sudah terpisah dan di persatukan oleh takdir karena Bayu. Inilah jalan hidup keduanya.

__ADS_1


Hari ini mereka bahagia. Tetapi tidak menutup kemungkinna jika keduanay akan mengalami masalah dimasa akan datang nantinya.


__ADS_2