Argantara Mega

Argantara Mega
Ke rumah sakit


__ADS_3

Arga terus menyemprotkan cairan putih itu ke mobil miliknya dibantu warga yang sudah berdatangan.


Mereka yang terkejut saat mendengar suara ledakan baru saja berhamburan keluar dan segera mencari asal suara itu.


Betapa kagetnya mereka berdua saat melihat tetangga mereka yang mengalami hal itu. Mereka saling tolong menolong untuk menyiram kan air ke mobil yang hampir meledak itu.


Seseorang dari mereka terkejut melihat dua orang terkapar dengan wajah menghitam dan juga ada darah yang keluar dari hidung keduanya.


"Astaghfirullah! Ini siapa? Bang Arga!" panggil wahyu tetangga sebelah kiri rumah Arga.


Arga yang sedang menyiram mobilnya itu terkejut. Ia segera melepaskan pemadam itu dan digantikan oleh yang lain.


Arga berlari mendekati dan Wahyu yang saat ini berusaha melepaskan pelukan keduanya yang begitu erat.


Deg!


"Bayu! Pak Joni!" seru Arga begitu terkejut melihat kedua orang yang sedari tadi ia mencari ada di dekat pemadam kebakaran miliknya.

__ADS_1


"Astaghfirullah ya Allah.. Aku bahkan melewati mereka tadi saat mengambil pemadam itu. Dibantu Yu! Tolong kelurakn mobil Abang dan panggila kan Mega kesini!" titahnya pada Arga sembari memeluk erat Bayu yang kini terdiam tanpa suara dengan nafas melambat.


Sedangkan Pak Joni, dibantu oleh warga lian untuk segera di bawa ke mobil arga yang terparkir digarasi baru saja di keluarkan oleh wahyu.


Tin!


Suara klakson dari mobil Arga yang sudah terparkir di depan gerbang.


"Tolong dibantu Pak!"


"Ya," sahut warga yang saat ini sedang membantu Pak Joni dan orang lain untuk dimasukkan ke mobil dan akan dibawa ke rumah sakit bersama Arga.


Mega hampir saja jatuh jika tidak dipegangi oleh Arga. "Sabar. Tenanglah dulu. Putra kita tidak apa-apa kok. Dia akan selamat."


"Hiks.. Bayu.." isak Mega di dalam pelukan Wahyu yang kini berada disamping Arga.


Sedang Pak Joni dibelakang bersama Bi Inah. Paruh baya itu pun tidak kalah sedihnya saat melihat sang suami jatuh terkapar dengan wajah pucat dan ada darah segar mengalir di hidungnya.

__ADS_1


"Jaga rumah Fan! Panggil orang-orang kita yang ada di markas untuk menyelidiki kasus ini dan juga di lapangan. Tarik semua dan suruh mereka semua untuk datang kesini! Saya harus kerumah sakit dulu. Hubungi Om Lana dan Om Ali. Pinta keduanya kemari!"


"Baik Tuan! Akan kami laksanakan segera!" sahut salah satu orang kepercayaan Arga yang memang tinggal dirumah Ummi nya untuk menemani Arga.


Mobil yang membawa Arga dan Mega melaju cepat meninggalkan komplek perumahan yang masih ramaia dengan tetangga sekitar.


Orang suruhan Arga segera datang untuk menyelidiki hal itu dan juga ia sudah menghubungi Lana adik Ummi Ira dan juga Om nya. Suami Onti Kinara yang saat ini pun ada disana tidak pergi kemana pun lagi setelah Onti Kinara melarangnya untuk bertugas keluar lagi.


Butuh waktu setengah jam untuk tiba dirumah sakit Ummi Ira dari rumah mereka.Tiba disana, Arga yang sudah menghubungi pihak rumah sakit dan sudah menunggu nya dengan Ummi Ira dan Abi Raga yang terlihat begitu cemas disana.


Padahal Zee baru saja melahirkan setelah mengalami kontraksi selama dua hari tiga malam.


Bahkan saat Arga menikah dengan Mega pun saudara kembar Arga itu tidak bisa hadir karena dirinya yang memang sednag dilanda mulas yang tiada tara.


Zidan sudah menghubungi arga tetapi melarangnya untuk memberi tahukan hal itu kepada kedua orang tua mereka.


Baru kemarin sore Arga memberitahukan hingga kedua paruh baya itu kesal bukan main kepada Arga tetapi sengaja ditertawakan oleh Arga saat melihat kekesalan kedua orang tuanya padanya.

__ADS_1


Dasar arga sedari dulu sifat usil yang menurun dari Abi Raga tidak pernah berubah.


__ADS_2