Argantara Mega

Argantara Mega
Penolakan Mega berujung kisruh


__ADS_3

Mega menatap sang paman dengan geram saat mendengar ucapan nya yang memerintah Arga. Untungnya Arga bisa membalasnya.


Tetap saja Mega semakin kesal dengan tuan Damar itu. Jika bukan karena beliau orang tua dari almarhum Surya dan juga Bayu, pastilah sedari tadi ia sudah menendang tua bangka sialan itu. Pikirnya dalam hati.


Sepanjang jalan dengan nampan di tangannya Mega terus saja menggerutu melihat pada sang Paman yang duudk dengan angkuhnya.


Tiba disana, dengan segera Mega meletakkan nampan itu dengan sedikit kasar lantaran mendengar ucapan tuan Damar baru saja.


Yang seketika merubah mood paginya menjadi buruk dalam sekali kedipan mata.


Tak!


Deg!


Tuan Damar dan Arga yang sedang serius saling pandang dengan tatapan tajam dan mengimintimidasi terkejut saat mendengar suara nampan yang Mega letakkan di Meja lumayan keras.


Mega menatap nyalang pada sang paman. "Saya tidak akan memberikan nya pada Paman! sampai mati sekalipun! Karena semua harta mas Surya milik Bayu. Bukan milikmu! Kamuahnay di tugaskan untuk mengelola saja. Ingat? MENGELOLA!"


Ddduuuaarrr!!!


Tersentak arga dan tuana Damar mendengarnya. Sedangkan Bibi Nita terkekeh melihat wajah pias dari suaminya itu.


Inilah yang disukainya dari Mega sedari dulu pertama kali melihatnya. Ia yakin, jika Mega bisa menjaga Bayu dengan baik.


Terbukti sekarang. Jangankan Bayu, semua harta Surya saja bisa dijaga dengan baik olehnya. Bibi Nita terkekeh lagi.


Tatapan mata Mega begitu kesal pada pamannya itu. Arga terkekeh kecil melihat itu. Sementara Tuan Damar mengepalkan kedua tangannya.

__ADS_1


"Berikan berkas itu atau??"


"Atau apa?? Atau anda ingin membunuh saya? Atau ingin menghancurkan perusahaan kami begitu? Sok lakukan! Ayo! Tanpa kamu hancurkan pun perusahaan itu sudah bobrok di tangan tua renta seperti kamu!" Ketus Mega yang membuat Arga tertawa terbahak melihat wajah masam Mega pada Pamannya itu.


Suara gelak tawa Arga begitu memekakkan telinga Tuan Damar. Ia semakin membenci suami Mega sekarang ini.


"Jangan macam-macam dengan saya, Mega! Saya bisa menghancurkan semua keluarga baru kamu dengan sekejab mata!" ancamnya yang membuat Mega terkekeh-kekeh.


"Kamu? Tua bangka yang sudah kehabisan harta ingin menghancurkan keluarga baru saya??"


Deg!


Deg!


"Ingat diri kamu sekarang, paman tua bangka sialan! Kamu sudah tidak memiliki apapun lagi saat ini selain selembar cek kosomng yang ada di dompet tua kamu itu!


Deg!


Sementara BIbi Nita sudah terpingkal-pingkal di belakang sana. Ia sangat geli saat Mega menghina suami tuanya itu.


Entah apa yang terjadi jika Tina ikut juga kesana. Pastilah madu nya itu menganga mendengar penghinaan mantan istri Surya sahabatnya itu untuk suaminya.


Bayu pun terkikik geli di bawah kolong meja di kaki Arga saat ini yang tertutup alas meja. Ia membungkan mulutnya agar tidak kelepasan tertawa mendengar ucapan sang mama untuk kakeknya.


Apa kabar dengan Arga? Suami Mega itu sampai menganga mendengar hinaan dari sang istri untuk paman istrinya itu.


"Kau! Kau jangan bermain-main dengan saya, Mega! Kau belum kenal siapa saya!" tekannya penuh penekanan dengan wajah menahan amarah.

__ADS_1


Mega tidak takut. Ia malah semakin menantang paruh baya tua bangka itu. "Apa! Kenapa saya harus bermain dengan anda tua bangka bangkotan?!"


Deg!


"Astaghfirullah ya Allah sayang.." tegur Arga dengan suara lirihnya sambil menatap Mega.


Sedangkan tuan Damar sangat marah ketika dirinya direndahkan dan dihina di depan orang asing seperti Arga yang merupakan lawannya saat merebut tender yang berharga milyaran itu.


"Diam kau Mega! Berikan surat itu segera! Jika tidak, saya akan menghancurkan semua isi rumah ini!" tekannya lagi dengan suara yang sudah naik satu oktaf sampai-sampai Bayu terjingkat kaget di bawah kolong meja di kakai Arga. Ia sampai memeluk kaki arga saking takutnya.


Arga memtung di tempat saat kedua kakinya di peluk erat oleh putra sambungnya.


"Silahkan! Saya tidak takut dengan ancaman anda! Malah saya sedang menunggu tangan anda menyentuh kulit halus saya agar saya bisa melaporkan anda atas tuduhan pelcehan dan juga pemaksaan terhadap saya!"


Deg!


Deg!


Tuan Damar semakin meradang mendengar jawaban Mega yang begitu membuatnya ingin mematahkan semua tulang belulang mantan istri keponakan sialann nya itu.


"Berikan sekarang juga!"


"Sggak akan! Sekali tidak, tetap tidak!"


"Berikan Mega!"


"SAYA TIDAK AKAN MEMBERIKAN BERKAS ITU KEPADA ANDA TUAN DAMAR YANG TERHORMAT! ANDA ITU PENEGELOLA DISANA. BUKAN PEWARIS! YANG MENJADI PEWARIS DISANA ITU SAYA DAN PUTRA SAYA! KAMU DENGAR?!" pekik Mega dengan suara yang tidak kalah kuat dari tuan Damar baru saja saat ia menyentaknya.

__ADS_1


__ADS_2