Argantara Mega

Argantara Mega
Dalang pembunuhan


__ADS_3

Bibi Nita terdiam dan terpaku di tempat saat ini. Apakah dirinya tidak salah dengar saat Mega mengatakan jika sang suami lah pelaku dibalik terjadinya kecelakaan yang dialami Surya dan Puri dua tahun lalu.


"Kenapa Kau diam?! Takut? Atau kau tidak bisa berbuat apapun?! Karena pusat tubuhmu sudah mati rasa?!" ucap Mega sengaja memancing kemarahan pria tua bangkotan itu lagi.


"Jangan kamu kira jika saya tidak tahu apapun! Saya tahu semuanya! Kamu! Paman Surya adik dari ayahnya. Tega membunuh keponakan sendiri karena harta, dan tahtanya! Kamu pikir saya akan diam setelah mengetahui fakta ini?! Kamu salah Tuan Damar! Saya, Sri Megalaksmi Haryanto. Akan menuntut kamu pria tua bangkotan! Saya akan melaporkan kamu ke polisis dengan tuduhan pembunuhan berencana yang sengaja kamu lakukan kepada saudara saya sampai keduanya meninggal dunia dan meninggalkan seorang putra yang buta karena kelakuan anda yang tamak akan harta!" Ucap Mega menggebu-gebu dengan mata memerah menahan tangis yang sebentar lagi akan tumpah.


"Sungguh. Selama saya hidup, baru kali ini saya menemukan seorang lelaki tua yang sudah bau tanah tega melakukan pembunuhan terhadap keponakan sendiri karena gelap mata. Karena harta, anda tega melenyapkan nya dan mengatakan jika mereka kecelakaan. Padahal semua itu ide dari otak licik anda! Saya bersumpah! Sampai mati pun saya tidak akan memaafkan pria tua bangkotan seperti anda Tuan Damar!"


Tuan Damar yang mendengar ucapan Mega dengan tubuh meringkuk tertawa sarkas. Mega melototkan matanya.


Ia berdecih sinis. "Masih kuat juga ternyata? Saya pikir dengan saya menendang burungnya yang kegatalan itu dia tidak bisa lagi tertawa?! Cih! Masih kuat juga dia!" ejek Mega pada Tuan Damar yang kini terdiam lagi.


"Ingat ini Tuan Damar! Sampai kapanpun saya tidak akan menyerahkan berkas itu padamu. Semua harta Bang Surya itu milik putraku! Saya tidak pernah mengizinkanya!"


Tuan Damar terkekeh, "Tidak izin tidak lah! Lagipun saya tidak butuh izin dari mu! Siapa kamu berani melarang saya?? Kamu itu hanya orang lain di dalam keluarga Hadidiningrat! Kamu orang luar! Entah apa yang Surya pikirkan hingga Bayu ia serahkan kepada kamu untuk di urus. Padahal Bayu masih memiliki kami kakek dan Nenek wali yang sah untuknya. Bukan kamu!"


Mega tertawa.

__ADS_1


"Kamu tahu kenapa Tuan Damar?!"


"Saya tidak butuh itu dan tidak mau dengar!" tegasnya dengan menatap nyalang pada Mega yang kini tertawa lagi melihatnya.


"Yakin? Nggak mau tahu kenapa gitu??" Pancing Mega pada Tuan Damar yang kini sudah berdiri tegak walau masih membungkuk karena ngilu di pusat tubuh tua nya itu.


"Untuk saat ini saya mengalah. Tunggu sampai saya sembuh! Saya akan kembali lagi kesini untuk mengambil apa yang seharusnya menjadi milik saya!"


"Ho ho ho.. Silahkan tuan Tamak! Saya menunggu anda 1x2 jam!"


Mega yang melihat itu tertawa keras. Tetapi itu hanya sesaat. Setelahnya, Mega jatuh terduduk dengan dada yang begitu sesak dan buliran bening yang mengalir deras di kedua pipinya.


Mega sesegukan di lantai ruang tamu rumahnya. Arga mendekati istri nya dan segera merengkuhnya dengan erat.


Pelukan Arga yang sangat di butuhkan oleh Mega saat ini. Bayu yang melihatnya pun ikut menangis.


Ternyata Mega tidak setegar yang terlihat saat berhadapan dengan paman almarhum suaminya itu.

__ADS_1


Ia juga wanita yang memiliki sisi rapuh, benci dan marah melebur menjadi satu. Mega menagis sekuat yang ia bisa di pelukan Arga yang hanya bisa terdiam tanpa kata menyaksikan kepiluan hati istrinya akibat ulah dari tuan Damar.


...****************...


...Besok pagi othor akan terbitkan karya baru lagi. Kisah ini tentang anak Annisa. Tania, dan kedua saudara kembarnya....


...~ Princess Pratama ( Tania )...


...~ Dua hati satu Cinta ( Almaira dan Alzana )...


...~ Terpaksa menikahi sepupu ( Prince Arryan dan Almaira )...


...Jangan lupa ikutin ye?...


...Othor tunggu kalian disana untuk meninggalkan jejak....


...See you...😘😘...

__ADS_1


__ADS_2