Argantara Mega

Argantara Mega
Bayu ingin Menginap


__ADS_3

"Baiklah, seperti yang sudah di putuskan olh Arga, maka kami menyetujui pernikahan ini. Kita akan mengadan pernikahan esok lusa di mesjid komplek ini. Untuk resepsinya kita adakan setelah tiga hari mereka menikah. Bagaimana? Setuju?" Ucap Opa Gilang memutuskan.


"Ya, kami setuju. Bagaimana denganmu Mega? Papa berhak bertanya padamu. Papa tidak ingin melakukan kesalahan dengan cara memaksamu. Seperti yang Papa Lakukan padamu dan Surya dulu.." lirihnya dengan sendu.


Mega menggeleng dengan wajah sembabnya. "Jika Bayu sudah merestui dan menginginkannya, tidak ada lagi alasan ku untuk menolak pernikahan ini. Semua ini aku lakukan karena Bayu yang memintanya.."


"Karena mama juga yang sering meminta sama Allah, agar Papa Arga lah yang menjadi papa Abang!" celutuknya yang membuat Mega salah tingkah dan menunduk malu.


Arga menatap dalam pada Mega. "Jangan ditatap terus Mama Mega. Nanti pipinya panas!" bisik Bayu ditelinganya yang membuat Arga menoleh pada anak kecil itu.


Arga menoleh lagi pada Mega. Benar. Wajah Mega memerah karena malu. Bayu terkikik geli dan Arga pun ikut terkekeh.


Ia gemas pada bocah berusia dua tahun lebih itu. Arga menciumi seluruh wajahnya yang membuat sang empu tertawa terpingkal-ingkal karena kegelian.


Arga.


Lelaki dewasa yang sudah mapan. Tegas namun penuh dengan kasih sayang itu sangat menyukai anak kecil.


Kenapa?


Karena ia memiliki sepupu yang juga yang masih kecil-kecil seumuran dengan Bayu. Yaitu anak Annisa dan Kinara. Ada juga anaknya Rayyan dan Algi. Tapi tidak dengan Lana.

__ADS_1


Sepupunya dari sebelah Lana itu kini sudah remaja tanggung dan sudah kelas dua SMP.


Hanya anak Annisa dan Kinara lah yang selalu ia buat seperti itu. Mega tersenyum haru melihatnya.


Ia tak menyangka, jika pemuda yang sering ia tangisi dan sering ia sebut di dalam doanya, kini akan menjadi suaminya.


Esok lusa, acara pernikahan mereka akan di gelar. Mega sudah tidak sabar untuk menunggu hari itu.


Ia ingin menceritakan banyak hal pada Arga tentang perjalanan hidupnya pada Arga saat ia mengurus Bayu seorang diri.


Pukul delapan malam setelah sholat isya, keluarga Mega pamit untuk pulang. Tetapi Bayu tidak mau. Ia ingin menginap dirumah Arga.


"Nak.. Bukan mama tidak mengizinkan Abang untuk menginap disini, tetapi kita harus kembali kerumah kita dan bersiap untuk tinggal bersama Papa Arga. Baju kita masih dirumah Uti loh.." bujuk Mega untuk yang kesekian kalinya.


Tetapi Bayu tidak peduli. Wajah itu tetap saja murung. Arga yang kasihan melihatnya segera mendekatinya.


"Abang ingin menginap disini bersama Papa??"


Bayu yang tadinya menunduk, kini mendongak melihat Arga yang tidak terlihat olehnya. Tetapi ia bisa merasakan jika Arga saat ini sedang tersenyum hangat padanya.


"Ya, Abang ingin disini sama Papa. Tetapi mama dan Uti tidak mengizinkannya.." lirih nya yang membuat Mega dan Ibu Desi merasa bersalah.

__ADS_1


Arga mengusap lembut kepalanya. Dan menggendongnya. "Kalian pulanglah. Biar Bayu bersama ku. Tiga hari. Hanya tiga hari kok. Setelahnya kita akan bertemu di mesjid komplek ini sesuai dengan permintaan Opa tadi."


Mega menatapnya dengan rasa khawatir, "Tidak usah cemas. Aku bisa kok mengurusnya. Kalian semua hanya perlu fokus pada acara yang akan diadakan tiga hari lagi. Dan selama tiga hari itu, Bayu akan tinggal bersama ku. Aku yang akan mengurusnya!"


Bayu mengangguk setuju. Wajahnya terlihat sangat ceria berbeda dari tadi.


Mega menghela nafasnya. Walau bert, ia tetap mengizinkannya. "Baiklah, Bayu akan menginap disini bersama mu. Untuk semua keperluannya akan ada supir yang mengantarkannya."


"Tentu, hati-hati di jalan. Dan sampai berjumpa tiga hari lagi!"


Mega mengangguk dan tersenyum. Ia mendekati Bayu dan mengecup sekilas kening putranya itu. dibalas kecup oleh Bayu di kedua pipinya.


Mata Mega berkaca-kaca.


"Pergilah. Jangan khawatirkan putramu. Ia berada di tempat yang tepat!"


"Betul sekali mama! Da.. Mama. Assalamualaikum.." ucap Bayu sambil menyalimi Mega, Ibu Desi dan Pak Adi.


"Waalaikum saam, jangan nakal ya sayang. Jangan buat Papa Arga kesusahan karena mu."


"Nggak akan!" tegasnya yang membuat semua orang tertawa.

__ADS_1


__ADS_2