
Arga mengelus lembut tubuh Mega yang masih bergetar karena amarahnya pada Tuan Damar yang kini pingsan tidak berdaya.
"Tenang sayang.. Dia pasti akan mendapatkan ganjarannya. Ayo kita pulang. Bayu lebih membutuhkan kita daripada tua bangka ini." Ucap Arga dan diangguki Mega walau dengan sangat terpaksa.
Keduanya pun berlalu dari sana. Tetapi sebelum pergi, Arga menoleh lagi ke belakang. Ia menyeringai melihat tuan Damar yang sudah tidak berdaya di bawah kuasanya.
Berani melawanku? Maka nyawa kamu taruhannya! Argantara Mega tidak pernah kalah dalam menjebak musuh!
Batinnya tersenyum sinis melihat musuhnya sudah tumbang hanya dalam waktu lima belas menit saja.
Arga tersenyum jahat saat mengingat rencananya yang berubah setelah mendengar rencana tuan Damar tadi.
"Dengar baik-baik. Rencana ini akan sangat menguntungkan kita. Ketika mereka datang, kamu harus bisa mengalihkan si Arga sialan itu dan membawa Mega ke depan saya. Karena yang saya butuhkan adalah wanita itu. Hem.. Saya ingin menikmatinya dulu sampai puas, baru setelahnya saya bunuh! Begitu pun dengan pemuda sialan itu! Gara-gara dia, semua perusahaan Surya gagal untuk ku dapatkan. Padahal tinggal sedikit lagi. Tinggal berkas itu yang masih berada di tangan Mega saat ini! Dan juga.. Bayu saat ini ada di tangan ku. Maka dia tidak akan berani berkutik! Karena kelemahannya adalah putra Surya! Hahaha.."
Arga dan Mega saling pandang.
"Baik Bos. Jika saya sudah selesai membawa nyonya Mega ke hadapan anda, lalu harus kami apakan Tuan Arga, Bos? Anda kan tahu senddiri jika tuan arga itu pemegang sabuk hitam. Kami tidak berani melawannya."
Tuan Damar mendengus. "Bodoh! Ya tinggal kau suntikkan racun saja ke tubuhnya saat kau bawa berjalan. Kau suntik racun itu tepat dijantungnya. Sebelumnya kedua tangannya itu di ikat! Dan juga matanya di tutup! Dasar dodol! Itu pun kau tidak Tahu! Otak semprul mu itu digunakan sedikit! Bodoh! Sialan!" umpatnya kepada anggotanya itu.
__ADS_1
"Dia yang sialan malah aku yang dibilang sialan. Kalau nggak butuh uang, ogah aku bekerja dengan tua bangka sialan gila harta ini! Doni.. Sabar Nak! Ayah sedang berusaha mendapatkan uangnya.." gumam salah satu anggotanya itu dan terdengar oleh Arga dan Mega yang memang kebetulan didekat dinding dimana Arga dan Mega sedanh menguping.
Kedua orang itu terkikik geli mendengar gumaman pemuda itu.
Mereka jadi merubah rencana itu. Rencana awal ingin menangkap tuan Damar menjadi berbalik arah. Malah mereka yang harus tertangkap agar renacanya berhasil.
Arga memanggil seorang penyusup yang sudah ia selipkan di dalam anggota tuan Damar untuk pura-pura menangkapnya dan membawa mereka berdua ke hadapan tuan damar demi memuluskan rencananya itu.
Dan ya, tuan Damar terkecoh. Arga memberi kode pada anggota yang sudah menelusup itu untuk membekap semua anggota tuan Damar.
Dan ya, berhasil.
Dan terjadilah seperti yang mereka inginkan.
Arga terkekeh mengingat rencananya jadi bertukar karena mendengar rencana tuan Damar tadi.
Jika bukan karena mereka menguping, pastilah keduanya saat ini sudah terpisah dan terjadilah seperti yang mereka inginkan.
Arga dan Mega keluar dari rumah itu menuju mobilnya yang sudah terparkir diluar gubuk itu. Mega dan Arga segera berlalu dari sana menuju rumah sakit terdekat untuk mengobati Bayu yang sudah terluka parah.
__ADS_1
Di perjalanan Bayu sempat batuk-batuk darah hingga membuat Mega dan Arga panik bukan main. Mereka menyuruh supir untuk cepat menuju ke rumah sakit.
Cukup dua puluh menit perjalanan mereka menuju rumah sakit. Arga dan Mega berteriak meminta pertolongan karena Bayu yang sudah tidak bergerak lagi.
Mega sudah menangis histeris saat Bayu sudah tidak bergerak lagi. Arga pun demikian. Ia yang lebih marah lagi saat dokter jika Bayu terluka parah dan harus di operasi.
Kemungkinan operasi itu sangat kecil untuk berhasil. Karena Bayu yang masih sangat kecil. Mega jatuh pingsan saat mendengar kabar itu.
Arga pun begitu shock dan sangat terpukul. Butuh waktu hingga lima jam untuk mengoperasi bayu. Selama di ruang operasi, Arga sudah memberitahukan kepada keluarganya yang ada di Medan.
Bahwa Bayu saat ini sedang Kritis. Dan Arga butuh dukungan serta doa untuk Bayu. Keluarga yang berada di Medan segera bergerak cepat. Mereka berkumpul di rumah Ummi Ira dan mendoakan bersama-sama untuk operasi Bayu agar selamat saat sudah di operasi.
Dan ya, tengah malam operasi Bayu selesai. Arga dan Mega sangat senang. Tetapi senang itu harus redup saat dokter mengatakan jika Bayu saat ini sedang Kritis. Hanya doa dan keajaiban yang bisa menyelamatkannya.
"Jika Bayu masih diberikan umur panjang, maka ia akan kembali berkumpul dengan kalian. Tetapi jika tidak. Maka..." ucapan dokter itu bagaikan bom yang sudah meledak di telinga Mega.
Ia jatuh dan terpuruk disaat itu juga.
Mega pingsan untuk kedua kalinya saat dokter mengatakan jika hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan Bayu saat ini.
__ADS_1