
Arga panik setengah mati saat mengetahui jika bayu dinyatakan Kritis dan Mega yang juga jatuh pingsan hingga kondisi drop dan sama seperti Bayu.
Saat ini keduanya sedang Kritis.
Arga tidak bisa berbuat appaun selain hanya bisa pasrah dengan air mata yang terus bercucuran. Dua orang yang ia cintai kini sama keadaannya.
Keluarga Mega dan Arga bergerak malam itu juga menuju ke Surabaya. Mereka semua pun shock saat mendengar kabar itu.
Padahal mereka sedang mengadakan pengajian untuk mendoakan Bayu. Tetapi malah kabar duka lagi yang mereka terima hingga Pak Adi dan abi Raga beserta istri mereka berangkat ke Surabaya.
Demi melihat keadaan Arga dan Mega saat ini. menjelang subuh, barulah empat orang tua itu tiba.
Arga yang sudah tidak sanggup lagi bertahan jatuh ambruk dipanggkuan Ummi Ira.
Cobaan terberat untuknya saat ini. Seharusnya misi penyelamatan Bayu berjalan sesuai rencana.
Iya sesuai. Tetapi sebelum itu Bayu sudah terluka. Pak Adi dan Abi Raga bergerak cepat mengurus masalah anaknya itu.
Mereka tetap menunggu ketiga orang yang kini pingsan hingga belum juga sadarkan diri.
Sudah tiga hari berlalu, ketiganya belum juga sadar. Mega dan Arga mereka satukan satu kamar.
Sedang Bayu diruangan lain. Khusus untuknya yang saat ini sedang Kritis dan belum sadarkan diri.
Seolah ia mengikut sertakan kedua orang tuanya untuk ikut bersamanya.
"Uhh.. Dimana aku? Ssstt.. Pusingnya. Abang.. Kamu dimana? Ini kenapa di padang rumput begini sih? Ssstt.." keluh Mega pada kepalanya yang tersa sangat sakit dan berdenyut.
Ia bangkit dengan perlahan dan berjalan sambil memegangi pelipisnya. Baru dua langkah ia berjalan sudah menabrak kaki seseorang.
Bruk.
"Allahu! Sayang ih! Sakit perut abang! Kok di timpa gini sih Ga?" ucap Arga pada Mega yang kini terkejut melihat keberadaan Arga juga ada disana.
"Loh? Abang disini juga kah? Terus Bayu sama siapa kalau gitu?"
"Hahaha.. Udah papa! Mama! Bantuin Abang! Hahaha.."
Mega dan Arga saling pandang. "Bayu?" ucap keduanya bersamaan.
Sementara Bayu sedag tertawa dengan dua orang yang sangat mereka kenal.
"Bang Surya! Kakak!" seru Mega dengan wajah terkejutnya.
__ADS_1
Kedua orang itu menoleh bersamaan. "Kalian sudah datang? Wooaahh adik kecilku sedang isi rupanya!" balasnya sambil mendekati Mega dan memeluknya.
Mega mematung di tempat saat melihat Bayu yang tidak terluka sedikit pun. Ia sibuk mengejar capung di dalam bunga warna warni itu.
"Kapan disini ada taman? Sebenarnya kita ini ada dimana sih kak? Bang?" tanya Mega pada kedua saudaranya yang kini sedang terkekeh melihat raut wajah Mega kebingungan.
Arga mendekati Bayu yang kini sibuk bermain dengan capungnya.
"Abang.."
Bayu berbalik, "Papa Arga?"
"Ya sayang, ini Papa. Abang betah ya disini?"
Bayu mengangguk dengan wajah menggemaskan. "He'em. Abang suka disini. Ada papa dan Mama juga!" jawabnya yang membuat Arga tersenyum sendu.
"Apakah Abang tidak ingin pulang lagi?" tanya Arga sambil menatap lekat wajah putra sambungnya itu.
Bayu melihatnya dengan tatapan polosnya. Ia tersenyum, "Abang disini saja bersama Papa dan Mama." jawabnya yang membuat Arga lagi dan lagi tersenyum sendu.
"Hem.. Jadi.. Abang tidak ingin ikut papa lagi seperti dulu-dulu?"
Bayu mengangguk.
Bayu menatap Arga dengan tatapan sendunya. Ia menggeleng dan menunduk.
"Kenapa?"
"Kalau Bayu punya adik lagi, Papa sama mama nggak akan sayang lagi sama Abang."
"Siapa yang bilang gitu nak?"
Bayu menggeleng, "Nggak ada.."
"Terus?"
"A-abang takut kalian buang setelah memiliki adik bayi.. Ja-jadi.. Abang memutuskan tinggal disini saja bersama Papa dan Mama Abang saja.."lirihnya dengan air mata yang sudah beruraian.
"Ya Allahh.. Nggak akan gitu nak. Papa Arga sama Mama Mega tetap sayang sama Abang walau kami punya bayi lagi yaitu adik kamu, sayang."
Bayu tersedu. "Abang disini saja. Papa pulanglah. Abang tetap disini!" tegasnya dengan wajah menunduk.
"Ya Allah sayang.." lirih Arga dengan dada yang begitu sesak.
__ADS_1
Mega sudah tersedu mendengar ucapan putra kecilnya. Putra yang sedari bayi ia urus hingga ia susui. Darah Mega mengalir di tubuh Bayu.
"Nak.."
"Nggak! Abang disini saja! Ayo Papa! Mama! Kita pergi!"
Arga dan Mega menggeleng, "Jangan Nak.. Kami berdua sayang sama kamu!"
"Papa!" serunya dengan wajah basah air mata.
"Kamu yakin Nak?" tanya Papa Surya pada Bayu
"Ya, Abang yakin!"
"Nggak Nak. Jangan pergi!" cegah Arga
Bayu menggeleng dan segera berlari kedalam taman bunga itu.
Papa Surya menghela nafasnya. Ia mengikuti Bayu dan berbicara padanya. Begitu pun dengan mama Bayu.
Keduanya kini berdiri di pintu taman itu. Mereka berbicara disana, Bayu tetap menggeleng. Ia malah semakin menarik tangan kedua orang tuanya untuk pergi meninggalkan Mega dan Arga.
Arga dan Mega Tersedu. Keduanya berpelukan untuk saling menguatkan. "Hiks.. Jangan pergi Nak.. Mama sayaaaangg.. Sekali sama Abang! Nggak pernah sekalipun mama berpikir jika Mama akan membuang Abang karena adik mu nanti! Kamu putra sulung Mama! Kesayangan mama! Kamu tega tinggalin mama gitu aja? Mana janji kamu yang mengatakan jika kamu akan selalu bersama mama hingga kamu dewasa dan kelak menikah?"
Arga melotot, papa surya tertawa. "Pergilah Nak. Kamu belum seharusnya disini. Mereka kedua orang tuamu saat ini, hem?"
Bayu menggeleng, "Tapi Papa dan mama?"
Mama Bayu tersenyum teduh padanya. "Jika sudah tiba waktunya, kamu akan bertemu kami lagi disini. Untuk sekarang, kamu harus kembali. Mereka kedua orang tuamu juga. Lihat papa dan mama mu. Sanggupkah kamu meninggalkan mereka yang sudah sangat menyayangimu?"
Bayu tersedu sambil menunduk.
Mama Bayu tersenyum lagi. "Pergilah! Mama dan papa tetap disini menunggu kedatangan mu suatu saat nanti. Jika kamu ingin bertemu dengan kami, minta sama sang pencipat alam ini untuk mempertemukan kita seperti sekarang ini. Pergilah! Pintu gerbang ini akan tertutup!" imbuhnya sembari mendorong Bayu keluar dari taman itu dan pintu taman teralis besi hitam kuning emas itu tertutup rapat.
Yang terlihat hanya wajah keduanya berseri dan tersenyum pada Bayu.
"Kami menunggumu disini Nak. Pulanglah! Mereka membutuhkan mu!"
Arga dan Mega tersenyum melihat Bayu. Bayu tersedu dan segera berlari pada keduanya.
Grep!
"Mama! Papa!"
__ADS_1
"Haahhh.. Bayu..." lirih Arga dan Mega sembari mata keduanya terbuka lebar dan melihat sekeliling mereka saat ini berbeda dari tempat tadi.