Argantara Mega

Argantara Mega
Tragedi


__ADS_3

Hari yang seharusnya keduanya rasakan sebagai pengantin baru kini harus merek relakan karena tragedi berdarah yang di alami oleh supir kepercayaan keluarga Abi Raga, yaitu Pak Joni suami dari Bi Inah.


Setelah jenazah dibawa pulang ke rumah duka, kini mereka sedang melakukan fardhu kifayah untuk almarhum Pak Joni.


Saat ini kediaman Bi Inah sudah dipenuhi dengan para tetangga dan juga kerabat mereka yang melayat untuk terakhir kali sebelum jenazah di kuburkan.


Pukul Lima sore jenazah Pak Joni di makamkan di komplek pemakaman umum tanah Jati di dekat komplek perumahan Tanah Jati itu sendiri.


Komplek pemakaman yang memang di sediakan untuk para warga komplek yang menetap disana.


Seluruh keluarga besar Ummi Ira ikut dalam acara pengantaran almarhum Pak Joni untuk ke peristirahatan terakhirnya.


Bi Inah selaku istri yang ditinggalkan sudah berapa kali pingsan karena tidak sanggup menahan tangisnya.


Ia kelelahan dan Shock saat tahu fakta yang sebenarnya jika sang suami tewas karena di bunuh oleh seseorang yang sengaja ingin membunuh Bayu dan Mega.


Wanita paruh baya itu tidak bisa menerima kenyataan jika sang suami yang menjadi korban akibat perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab hanya demi harta.


Arga selaku yang bertanggung jawab tentang Pak Joni akan mengungkap kasus itu hingga selesai dan tuntas.

__ADS_1


Sampai pelaku pembunuhan itu mereka tangkap dan diadili. Walau hukum buta tentang tindak kejahatan, tetapi Arga tidak takut.


Karena ia memiliki bukti yang bisa memberatkan semuanya. Arga menyeringai saat melihat isis rekaman cctv tersembunyi miliknya.


Ia akan mengusut sampai tuntas tentang tragedi yang menyebabkan Pak Joni tewas disana karena melindungi putranya.


Untuk saat ini, mereka hanya cukup diam sambil menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.


Mega begitu merasa bersalah kepada keluarga Arga. Karena dirinya dan putranya, seluruh keluarga besar Arga terancam.


Arga menenangkan Mega yang saat ini semakin drundung rasa bersalah.


"Sudah sayang. Jangan menagis lagi. Semua itu takdir. Tidak ada yang bisa mencegahnya. Cepat atau lambat, semua itu pasti akan terjadi. Tidak dirumah kita tetapi bisa jadi di tempat lain. Yang jelas takdir beliau memanglah disana." Jelas Arga pada Mega yang saat ini masihlah menangis.


Arga tidak ingin berdebat lagi dengan Mega. Karena percuma mengatakan apapun pada Mega saat ini yang sedang dilanda rasa bersalah.


Bayu yang duduk di ranjang keduanya kini menatap sendu pada Mega yang saat ini terus menyalahkan diri keduanya makanya Pak Joni tewas.


Kehadiran keduanya sangat mengusik ketenangan orang lain dirumah itu. Padahal Ummi Ira dan Abi Raga sudah mengatakan jika semua itu merupakan takdir.

__ADS_1


Musibah yang baru saja terjadi bukan karena kehadiran keduanya. Tetapi tetap saja Mega merasa bersalah.


Ia tetap pada pendiriannya jika karena dirinya keluarga sang suami kini terancam.


Bayu menatap nanar pada Mega dan Arga yang saat ini saling berpelukan. Air matanya menetes melihat kedua orang tuanya sedih seperti itu.


Ia memejamkan matanya dengan tangan terkepal erat.


Papa.. Mama.. Kalian tenang saja. Abang akan mencari dalang itu sendiri. Abang akan mencari sendiri dan mengungkap sendiri kasus ini.


Sudah cukup selama ini aku bersembunyi dari mereka. Lihat saja, aku akan segera menagkap mereka.


Tetapi sebelum itu, aku harus berbicara dulu dengan Papa Arga. Karena hanya dia yang bisa membantuku dan yang bisa mewujudkan semua ini.


Seperti yang Papa Surya katakan dulunya. Papa.. Mama.. Kalain tidak perlu khawatit. Abang akan bisa mengungkap semua kasus serta kasus pembunuhan berencana untuk kalian dulunya.


Jika dulu Abang buta, tetapi tidak lagi sekarang. Abang sudah normal seperti yang lainnya. Hanya saja, Abang tetap harus menyembunyikan fakta ini termasuk pada Mama Mega.


Maaf Mama.. Semua ini demi keselamatan Mama. Abang berjanji akan mengungkap semua tragedi yang tadi siang terjadi hingga tragedi pembunuhan Papa Surya dulunya.

__ADS_1


Bersabarlah..


Batin Bayu menatapa sendu pada keduanya.


__ADS_2