Argantara Mega

Argantara Mega
Bukan hak nya


__ADS_3

Bibi Nita mendengus kesal melihat ke lima orang itu yang dengan segera membuka koper miliknya.


"Ck. Ada-ada saja tingkahnya! Memang dia pikir saya ini pencuri apa? Jika memang saya berniat mencuri, sudah sedari dulu saya mengambilnya! Kenapa baru sekarang? Katakan pada Tuan mu itu! Semua itu bukan haknya. Tetapi hak Mega dan Bayu. Ia hanya bertugas untuk mengelola selagi Bayu belum dewasa dan bisa melihat kembali. Dia hanya PENGELOLA BUKAN PEWARIS! PAHAM?!" Ucap Bibi Nita begitu menekan kepada lima orang yang kini semakin menunduk kala tatapan menghunus tajam dari nya kepada mereka semua.


"Ma-maaf Nyonya..kami hanya menjalankan perintah, itu saja. Ini koper Anda. Apa yang kami cari tidak ada disana. Maafkan kami Nyonya.. maafkan kami.." lirihnya dengan menunduk takut.


Bibi Nita mendengus lagi. Ia segera mengambil kopernya dan measukkan nya kembali ke dalam bagasi mobil dengan wajah masam dan sangat dingin.


Burhan mengulum senyum melihat ke lima orang suruhan Tuan damar itu menciut mentalnya saat berhadapan langsung dengan singa betina tuan Damar.


Aku rasa.. Tuan Damar pun demikian. Ia pasti juga takut saat melihat istrinya seperti ini. Tetapi yang aku herannya, kenapa beliau bisa memiliki dua istri disaat umurnya yang hampir memasuki tujuh puluh tahun?? Batin Burhan mengingat Tuan Damar yang memiliki dua istri disaat umurnya tidak lagi muda.

__ADS_1


"Sudah puas?? Masih ingin mencari lagi??" sindirnya pada ke lima orang yang menunduk itu.


Mereka berliam menggeleng masih dengan menunduk. "katakan pada Damar Hadidiningrat. Saya sudah meeberikan semua yang dia cari itu kepada yang berhak! Dia tidak berhak dengan semua harta Bayu dan Mega. Pergilah!" usir Bibi Nita yang membuat ke lima orang itu mengangguk dan segera berlalu.


"Ck. Badan saja besar kayak babon! Tetapi sangat lemah. Sekali bertemu saya saja sudah ketakutan seperti itu! Payah!" sungutnya sambil memasuki mobil Arga kembali dan perjalanan mereka menuju kerumah Arga pun terus berlanjut.


Burhan terkekeh saat Bibi Nita mengomel tentang suaminya itu. Jiak Arga disana, pastilah ia akan tertawa terbahak mendengar umpatan dan segala makian yang ia tujukan untuk suaminya itu.


Tetapi itu tidak mungkin. Mengingat jika bawahan arga ini tidak tahu siapa dirinya.


Selama perjalanan ia terus saja mengomel. Burhan dan keempat anggota lainnya ahnaya bisa mengagapi dengan tertawa dan anggukan saja.

__ADS_1


Hingga dua jam berlalu mereka kini sudah tinba di kediaman Arga dan Mega. Rumah baru mereka yang tidak jauh dari rumah Ummi Ira.


Dan saat inipun beliau ada disana menunggu tamunya itu.


Arga dan mega menunggu nya di depan teras rumahnya. Mereka tersenyum saat melihat paruh baya itu turun daei mobilnya dan melihat kepada mereka dengan tersenyum juga.


Arga dan Mega mendekati Bibi Nita dan menyambutnya. Keduanya saling berpelukan. Bibi nita sangat bersyukur jika Mega kembali bersatu dengan Arga.


Pemuda yang pernah Puri ceritakan untuk menjadi suami Mega dulunya. Dan kini sudah menjadi kenyataan.


Mega membawa masuk paruh bay itu. Ia juga bertemu dengan Ummi ira dan mereka berdua saling berpelukan. Tanda saling mengenal dana karab setelahnya.

__ADS_1


__ADS_2