
Mega terus tersedu di dalam pelukan Arga yang kini sedang menenangkan nya. Mega terus menangis hingga kelelahan dan jatuh pingsan di pelukan Arga.
Arga dengan segera membaringkannya dan menghubungi Abi Raga untuk datang kerumahnya.
Mega diperiksa oleh Abi Raga. Ummi Ira pun ikut hadir disana. Zee pun ada. Ia lah kini yang tinggal bersama Ummi dan Abi nya.
Karena Prince belum lagi pulang dari singapura begitu juga dua saudara kembar yang lain.
Dan suami Zee pun tidak merasa keberatan. Ia malah senang bisa tinggal dirumah Zee. Karena rumah pemberian Abi Raga sudah ia beli dan bersebelahan dengan Arga.
"Bagaimana By? Apa yang terjadi dengan emnantu kita?" cecar Umm Ira pada Abi Raga yang kini terkekeh mendengar pertanyaan khawatir dari istrinya.
"Mega tidak apa-apa. ia hanya kelelahan." jawabnya sambil melirik Arga yang kini pura-pura sibuk mengurus Mega dan juga melengos ke arah lain saat sang Abi melihatnya dengan terkekeh.
"Alhamdulillah kalau begitu. Ya sudah, kamu temani saja Bang. Ummi akan masak dulu bersama kakak mu,"
"Hem," jawab arga lagi dan lagi melengos melihat sang Abi yang kini meledeknya dengan kekehan kecil keluar dari bibir paruh baya itu.
Ummi Ira dan Zee segera nberkutat dengan panci dan wakkjan sementara Abi raga bermain bersama Bayu dimana Bibi Nita berada.
*
*
__ADS_1
*
Satu bulan kemudian.
Sejak pertemuan terakhir itu, kini tuan Damar tidak lagi mendatangi dan menunjukkan batang hidungnya.
Menurut Arga, tendangan maut dari Mega begitu terasa. Bahkan menurut orang kepercayaan Arga, kalau tuan Damar saat ini sudah kembali ke Surabaya demi mengurusi perusahaan Surya yang hampir gulung tikar itu.
Menurut arga, alasan itu begitu janggal. Ia jadi ragu, jika kepulangan paruh baya itu pasti sedang menyusun rencana.
Hari ini, Mega dan Bayu akan berbelanja ke pasar. Sejak dua minggu ini Mega sedikit berubah. Ia seringkali marah, menangis dalam waktu bersamaan.
Arga sering kalang kabut dibuatnya. Tetapi ia tetap sabar menghadapi Mega. Seperti pagi ini, Arga sudah melarang kedua orang itu agar tidak ke pasar.
Pastilah saat ini ia sedang menjalankan rencananya. Entah rencana apa, Arga pun tidak tahu. Yang jelas, Arga merasa resah sendiri.
Tidak jauh berbeda dengan Mega, ia pun merskan hal yang sama. Entah kenapa, sejak kakinya melangkah keluar dari rumah itu bertiga saja dengan supir, ia jadi was was sendiri.
Perasaanya mengatakan jika dirinya saat ini sedang di buntuti. Tetapi orangnya tidak terlihat siapa dan di mana.
Ingin mundur dan pulang, sudah kepalang tanggung. Karena mobil yang dibawa supir saat ini sudah masuk ke pasar pagi tempat dimana Ummi Ira, Zee dan dirinya sering berbelanja sayuran.
Mega masuk ke dalam pasar itu dengan menggandeng lengan Bayu. Karena ia pikir jika Bayu sudah bisa melihat, jadi tidak ada salah nya kan jika ia menggandeng putra kecilnya yang kini hampir penuh dua setengah tahun itu?
__ADS_1
Sesekali Mega menatap kesekeliling. Nalurinya mengatakan jika ia saat ini sedang dalam bahaya saat ini.
Mega meneliti sekeliling tetapi tidak terlihat siapapun yang mencurigakan.
Sementara seorang pedagang wanita yang sedari tadi menatap ke arah Bayu, menyeringai kala Mega lengah dan melepaskan tangannya dari Bayu.
Karena saat ini bocah kecil itu sedang makan es krim dan juga makan jajajan lain sambil terduduk di sebelah Mega.
Dengan cepat wanita yang pura-pura sebagai pemilik warung itu melakukan aksinya. Ia mendekati Bayu dan mendekap mulutnya dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius untuk melumpuhkan anak kecil berusia dua setengah tahun itu.
Setelahnya, ia segera membawa Bayu dari sana. Tidak ada yang memperhatikan mereka saat ini. Karena kondisi pasar yang begitu ramai dan riuh banyak orang tidak memperhatikan apa yang wanita itu lakukan pada Bayu.
Sementara Mega kembali menghela nafas lega saat merasakan jika apa yang ia rasakan sudah tidak ada lagi di sekitarnya.
"Ayo nak kita harus pu- lah? Bayu?!" serunya dengan panik
"Ada apa Bu?"
"Anal saya Bu! Anak saya Bu!"
"Hoo.. Anak kecil yang ditutup mulutnya tadi? Saya melihatnya saat seorang wanita yang berdiri disamping anda membawa nya keluar dengan beberapa orang memakai baju hitam!"
"Apa?!"
__ADS_1
Bruuk.