ASEP (Akhir Sebuah Pengkhianatan)

ASEP (Akhir Sebuah Pengkhianatan)
Kedatangan Orangtua Aleta


__ADS_3

Devan dan kedua orangtuanya tentu terkejut dengan tamparan serta cacian yang dilayangkan dua orang tamu yang baru datang itu. Bahkan ketiganya membelalakkan matanya kaget saat melihat tamu yang datang itu ternyata adalah kedua orangtua Aleta, Ayah Sugeng dan Ibu Renita.


"Silahkan masuk dulu, kita bicarakan didalam. Tidak enak dengan warga sekitar kalau ada ribut-ribut malam hari begini" ucap Ayah Akbar menengahi.


Kedua orangtua Aleta pun langsung melenggang masuk tanpa permisi dahulu. Mereka sangat kesal dengan sikap Devan yang tak memberitahu tentang keberadaan anaknya. Devan dan kedua orangtuanya segera menyusul Ayah Sugeng juga Ibu Renita yang sudah duduk di ruang keluarga.


"Jelaskan kenapa kamu menyembunyikan keberadaan Aleta yang jelas-jelas sudah ditemukan" ketus Ibu Renita.


"Devan nggak bermaksud untuk menyembunyikan hal ini kepada kalian. Devan belum sempat berbicara banyak kepada Aleta karena memang komunikasi diantara kami belum membaik" ucap Devan.


"Alasan... Cepat panggilkan Aleta kemari" ucap Ibu Renita.

__ADS_1


Devan dan kedua orangtuanya mengernyitkan dahinya heran dengan maksud dari ucapan Ibu Renita. Kedua orangtua Aleta berpikir bahwa Aleta kini sudah tinggal dengan Devan sehingga langsung meminta laki-laki itu untuk segera memanggilkan Aleta.


"Aleta nggak ada disini, dia belum tinggal bersama kami" ucap Devan.


"Memangnya besan ini tahu kalau Aleta sudah ada di negara ini dari mana?" tanya Ibu Fia.


"Oh... Tadi kami melihat Aleta, Devan, dan dua anak kecil di mall. Saat kami akan mendekati mereka, malam udah pada keburu masuk mobil dan pergi" keluh Ibu Renita.


"Oh ya... Dua anak kecil yang bersama kalian tadi siapa?" tanya Ayah Sugeng penasaran.


"Itu cucu kita, anak Aleta dan Devan" jawab Ibu Farida dengan antusias.

__ADS_1


Sontak saja kedua orangtua Aleta terkejut dengan ucapan dari Ibu Farida. Keduanya menatap tak percaya kearah Devan dengan pandangan mata yang berkaca-kaca. Sungguh mereka tak menyangka jika kepergian Aleta ternyata membawa dua janin dalam rahimnya. Mereka membayangkan anak perempuannya yang berjuang seorang diri mengandung dan melahirkan dua bayi sekaligus.


"Aleta anakku... huhuhuhu..." ucap Ibu Renita sambil menangis karena membayangkan nasib anaknya.


"Ini semua gara-gara anak kalian yang tak becus menjaga anakku. Harusnya anakku diberi kasih sayang bukan diselingkuhi" sentaknya.


Ibu Renita seketika menyalahkan Devan dan kembali mengungkit masa lalu laki-laki itu setelah mengetahui tentang keberadaan kedua cucunya. Sebagai orangtua tentunya dia sangat marah anaknya dikhianati oleh orang yang mereka percaya. Devan hanya bisa menundukkan kepalanya dalam-dalam. Bibirnya kelu untuk sekedar berucap kata maaf. Rasanya maaf saja tak pantas untuk dirinya karena kesalahan fatalnya membuat orang-orang yang disekelilingnya terluka.


"Pokoknya kami tak mau tahu, besok kau harus pertemukan aku dengan Aleta dan kedua cucuku. Kalau kau tak mempertemukan kami dengan Aleta, mending kalian urus saja masalah ini di pengadilan agama" ucap Ayah Sugeng dengan mengancam.


Tanpa menunggu jawaban dari Devan dan kedua orangtuanya, mereka berdiri kemudian pergi berlalu dari ruang keluarga. Mereka memutuskan untuk pulang setelah tak mendapatkan apa yang diinginkan tanpa berpamitan kepada pemilik rumah. Sedangkan Devan hanya bisa terdiam mendengar permintaan dari mertuanya itu.

__ADS_1


__ADS_2