ASEP (Akhir Sebuah Pengkhianatan)

ASEP (Akhir Sebuah Pengkhianatan)
Tiga Bocah


__ADS_3

"Kita harus cari cara untuk menghancurkan mereka, Lucas. Aku tak ingin melihat mereka bahagia, sedangkan kita nelangsa" seru Seina.


Seina sekarang berada di apartement milik Lucas setelah mengetahui kekasihnya itu keluar dari penjara. Dia begitu bahagia dengan mudahnya kekasihnya itu bisa bebas bahkan tanpa diketahui oleh Devan. Namun tanpa mereka sadari, tentunya Devan sudah mengetahui semuanya dari Vincent.


Lucas hanya terdiam duduk didepan TV tanpa menghiraukan Seina yang sedari tadi berisik. Ia sudah menandatangani surat dalam pengawasan pihak berwajib, jadi untuk sementara ia tak bisa berbuat macam-macam pada Devan. Lagi pula ide membuat Devan celaka itu berasal dari Seina namun wanita itu sama sekali tak kena getahnya.


"Lucas... Kamu dengerin aku nggak sih" sentaknya saat ucapannya sama sekali tak digubris.


"Kamu bisa diam nggak Seina? Gara-gara idemu itu aku harus tidur di penjara. Sekarang aku nggak mau ngelakuin sesuatu karena idemu itu" sentak Lucas.

__ADS_1


Seina yang melihat Lucas marah pun beringsut duduk di sofa yang jauh posisinya dari Lucas. Bahkan tatapan tajamnya itu seakan menghunus mata Seina. Baru kali ini selama berhubungan dengan Lucas, dirinya dibentak dengan keras oleh laki-laki itu. Lucas pun memilih untuk pergi dari ruangan itu kemudian masuk dalam kamarnya. Seina yang melihat Lucas pergi pun hanya bisa menghela nafasnya lega.


"Apa aku harus menculik salah satu anak dari Devan? Biar si Aneta itu depresi" gumam Seina dengan mata berbinar cerah.


Sepertinya dia mendapatkan ide yang bagus untuk menghancurkan hubungan mereka dan pribadi dari Aneta. Sesungguhnya yang diinginkan Seina selama ini adalah mendapatkan laki-laki seperti Devan yang mapan dengan pekerjaan menjanjikan. Dengan Lucas, semua yang dimiliki oleh laki-laki itu berasal dari orangtuanya. Hal ini sudah dapat disimpulkan bahwa Lucas belum bisa mandiri.


***


"Ini kan mau main, kenapa kalian malah pegang ponsel masing-masing?" tanya Andra heran.

__ADS_1


Pasalnya mereka sepakat akan bermain dan mengisi teka-teki silang, namun saat sudah sampai di gazebo ternyata dua anak kecil disana sibuk dengan kegiatannya sendiri. Vincent yang sangat fokus bahkan tak mendengarkan atau menggubris ucapan Andra karena apa yang kini dikerjakannya sangat berpengaruh pada keselamatan keluarga.


"Daripada main teka-teki silang, lebih baik kamu lihat ini" ucap Rubi serius.


Andra yang penasaran dengan apa yang dikerjakan oleh dua saudaranya itu pun duduk mendekat kearah Rubi. Ia melihat kearah ponsel yang dipegang oleh Rubi namun dia terlihat kebingungan. Pasalnya disana hanya ada beberapa huruf dan angka yang tentunya anak seusianya itu masih kebingungan.


"Itu apa?" tanya Andra.


Tanpa menjawab apapun, Rubi menekan tombol ke bawah untuk mencari sesuatu. Tak berapa lama, ponsel yang layarnya tadi hanya ada tulisan angka dan huruf ternyata menjadi sebuah video. Disana terlihatlah ada Seina dan Lucas yang tengah berbincang. Bahkan terdengar suara mereka tengah merencanakan sesuatu walaupun Lucas menolaknya.

__ADS_1


"Kita mau diculik" seru ketiganya bersamaan.


Tentunya seruan itu langsung mencuri perhatian dari Ibu Fia dan Ibu Renita yang berada didekat gazebo belakang rumah itu. Keduanya berlari mendekat kearah tiga bocah kecil itu dengan wajah panik dan khawatirnya.


__ADS_2