ASEP (Akhir Sebuah Pengkhianatan)

ASEP (Akhir Sebuah Pengkhianatan)
Kecelakaan


__ADS_3

"Sialan..." gumam Devan saat melihat pada kaca spionnya jika ada mobil yang dengan sengaja menabrakkan mobilnya pada belakang mobil miliknya.


"Ada apa, Dev? Kenapa mobilnya goyang-goyang gini" panik Aleta.


Aleta ikut melihat kearah belakang mobil milik Devan, ternyata memang ada kendaraan lain yang sengaja ingin merusak. Terlihat sekali kalau mobil hitam yang ada dibelakang itu sengaja mengincar Devan atau Aleta. Aleta mengernyitkan dahinya seraya berpikir. Aleta seperti pernah melihat mobil itu sebelumnya.


"Itu mobil Lucas..." seru Aleta setelah lama terdiam.


Devan yang mendengar ucapan dari Aleta pun mengepalkan kedua tangannya erat. Ia yakin jika Lucas mengincar dan ingin melukai dirinya agar tak bisa bersatu dengan Aleta serta anak-anaknya. Sedari awal bertemu dirinya sudah tahu jika Lucas memang mengibarkan bendera perang terhadapnya.


Aleta tak menyangka jika selama ini Lucas ingin mencelakai orang terdekatnya. Ia semakin yakin tentang Andra yang ketakutan saat melihat Lucas karena bocah laki-laki itu tahu bahwa dia adalah orang yang jahat. Sepertinya setelah ini dia harus mencari tahu lewat Andra.

__ADS_1


"Aleta, pegangan yang kuat" titah Devan.


Aleta segera saja berpegangan pada apapun yang ada didekatnya. Ia terus merapalkan do'a dalam hatinya saat Devan kini tengah menambah kecepatan mobilnya. Walaupun Devan sudah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, namun Lucas tetap mengejarnya.


Kedua mobil itu terus kejar-kejaran di jalan raya hingga Devan langsung memutuskan untuk membelokkan mobilnya kearah pos polisi. Lucas yang melihat Devan tiba-tiba membelokkan mobilnya pun akhirnya mengikuti tanpa tahu bahwa laki-laki itu menuju kearah pos kepolisian.


Dengan masih memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi akhirnya mobil Lucas menabrak pos polisi karena laki-laki itu tak menyangka jika didepannya itu ada sebuah bangunan. Ia mengira jika didepannya itu masihlah sebuah jalan raya.


Sontak saja kecelakaan itu membuat semua orang yang berada disana langsung mengalihkan atensinya. Bahkan Devan harus sedikit memundurkan mobilnya agar tak kerobohan banguna dari pos polisi itu. Beruntung polisi dengan sigap menghindar saat akan terjadinya kecelakaan membuat tak ada korban jiwa kecuali Lucas sebagai pengemudi.


Devan dan Aleta turun dari mobil karena dimintai oleh pihak kepolisian untuk memberikan kesaksian. Sedangkan Lucas sedang dibantu oleh polisi dan pihak medis agar bisa segera keluar dari dalam mobil.

__ADS_1


"Kita nggak salah, jadi jangan takut" bisik Devan yang tahu kalau Aleta kini tengah gugup.


Aleta memang takut jika nanti masalah ini malah membuat kehidupannya ribet bersama anak-anak. Dengan terus memegang erat tangan Devan, Aleta berdo'a dalam hatinya agar ia dan anak-anaknya bisa hidup dengan damai kembali.


***


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya polisi itu.


"Jadi saat saya dan istri saya pulang dari suatu tempat, tiba-tiba saja ada kendaraan lain yang menabrak mobil saya dari belakang. Hal ini sepertinya disengaja karena terus berulang bahkan jalanan disamping saya itu masih luas. Akhirnya setelah saya berpikir, saya memutuskan untuk memutar kemudi kearah pos polisi dan tak menyangka mobil itu mengikuti kami. Mungkin mobil itu terkejut saat didepannya ada sebuah bangunan sehingga langsung menabraknya" jelas Devan.


Polisi terus bertanya mengenai kejadian ini sampai satu jam lamanya. Mereka juga meminya keterangan beberapa saksi yang menyaksikan kejadian itu. Setelah dimintai saksi, Aleta dan Devan memilih untuk pulang karena hari sudah larut malam. Ia yakin jika anak-anaknya akan marah besar padanya karena membawa mamanya terlalu lama.

__ADS_1


__ADS_2