
"Vincent, ngapain kau di tengah jalan seperti itu? Ayo masuk" seru Ibu Fia.
Saat Ibu Fia akan membuang sampah di dekat halaman rumahnya, ia melihat Vincent tengah berdiri di tengah jalan depan rumah membuatnya khawatir. Sedangkan Vincent yang melihat sang nenek sedang berbicara dengannya pun akhirnya memilih berjalan masuk kedalam rumah. Namun sesekali ia melihat kearah jalanan yang tadinya dilalui oleh mobil Seina.
"Ada apa di jalan itu?' tanyanya saat melihat gerak-gerik Vincent.
"Tak ada apa-apa, nek" jawab Vincent seadanya.
Tanpa basa-basi Vincent segera saja menggandeng tangan neneknya agar segera masuk dalam rumah. Walaupun Ibu Fia sebenarnya sangatlah penasaran dengan apa yang dilihat oleh Vincent. Sepertinya nanti dia akan mengungkapkan rasa penasaran ini kepada anak dan menantunya. Khawatirnya ada sesuatu yang membahayakan keluarganya.
***
Aneta tengah berjalan menuju kearah parkir tempat mobilnya berada. Hari ini dia menyelesaikan delapan pemotretan dari suatu brand terkenal yang menggunakan jasanya sebagai media promosi sehingga ia harus meninggalkan rumah hingga sore hari.
__ADS_1
Badannya tampak lelah bahkan wajahnya juga sudah lesu karena kali ini dia sama sekali belum ada seorang asisten yang membantunya untuk mengatur semua jadwalnya. Semua jadwal yang dia ambil ternyata hampir berdekatan waktunya membuatnya tak bisa beristirahat dengan maksimal.
Aneta langsung saja memasuki mobilnya kemudian melajukannya dengan kecepatan sedang. Ditengah kelelahan badannya, ia mencoba untuk fokus pada jalanan yang akan dilaluinya. Saat dirinya sedang fokus menatap ke depan, tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang melaju dan memotong jalannya. Bahkan mobil itu berhenti tepat didepannya membuat Aneta segera menghentikan kendaraannya.
Citttttt....
Bunyi gesekan antara ban mobil dengan aspal membuat beberapa kendaraan yang melaju juga langsung mengalihkan pandangannya. Bahkan terlihat sekali kalau semuanya khawatir jika terjadi kecelakaan atau ada kejahatan seperti begal.
"Lucas..." pekik Aneta dari dalam mobilnya saat melihat laki-laki itu keluar dari mobilnya.
Tok... Tok...
Jendela mobil diketuk bahkan Lucas sengaja menatap tajam orang-orang yang akan membantunya. Lucas sengaja mengatakan pada mereka jika sedang menghentikan mobil kekasihnya yang sedang ngambek membuat semuanya pergi berlalu.
__ADS_1
Aneta memilih untuk membuka jendela mobilnya sedikit agar menghindari Lucas berbuat jahat kepadanya.
"Ada apa?" tanya Aneta malas.
"Kita harus bicara tentang kontrakku sebagai asistenmu" ucap Lucas dengan tatapan permohonan.
"Kontrakmu sebagai asistenku sudah berakhir. Kamu tak ingat jika dalam kontrak itu ada sebuah poin saat kamu melakukan kejahatan pada sang model, saat itu juga kontrak berakhir" ucap Aneta dengan tatapan sinisnya.
Lucas seketika terdiam mendengar jawaban Aneta itu. Tentunya ia sedikit lupa dengan poin itu pasalnya karena rencananya sudah mendekati berhasil membuatnya asal setuju dan langsung membubuhkan tanda tangan. Disaat Lucas terdiam itu, Aneta segera saja melajukan mobilnya meninggalkan laki-laki itu.
Beruntung mobil yang dikendarainya itu tak dimatikan mesinnya sehingga ia bisa langsung tancap gas. Lucas yang melihat mobil Aneta perlahan menjauh pun shock bahkan langsung mengumpat.
"Jangan pernah ganggu hidupku lagi, Lucas" teriak Aneta dari jarak lumayan jauh.
__ADS_1
Walaupun begitu, Lucas masih bisa mendengar teriakan dari Aneta. Akhirnya Lucas pergi dari area itu dengan menaiki mobilnya sambil terus mengumpat kasar dengan kalimat-kalimat ajaibnya.