ASEP (Akhir Sebuah Pengkhianatan)

ASEP (Akhir Sebuah Pengkhianatan)
Kemarahan Devan


__ADS_3

Devan dan Aleta telah sampai didepan rumah milik keluarganya. Keduanya turun dari mobil kemudian masuk kedalam rumah. Saat keduanya masuk, mereka tengah diberikan tatapan tajam oleh beberapa orang yang ada disana terutama Vincent, Ruby, dan Andra. Bahkan ketiga bocah kecil itu tengah melipat kedua tangannya didepan dada membuat Devan menahan tawanya.


"Maafkan papa kalian yang tampan ini karena telah menculik mama terlalu lama" ucap Devan yang langsung dipelototi tajam oleh ketiganya.


Ibu Renita dan Ibu Fia langsung saja berjalan mendekat kearah Devan kemudian dengan sigap keduanya menarik kedua telinga laki-laki itu. Sontak saja Devan memberontak agar dilepaskan karena tarikan keduanya benar-benar membuatnya kesakitan.


"Lepaskan bu, ini sakit" protes Devan.


"Tarik terus, nek. Jewer sampai telinganya putus" seru ketiga anak Devan bersemangat.


"Nanti kalau telinganya udah putus kita bikin jadi soup" seru Vincent.


Devan begitu bergidik ngeri mendengar ucapan anaknya yang sudah seperti psikopat itu. Sedangkan Aleta sudah membayangkan bagaimana Vincent nantinya akan menjadi penghalang bersatunya hubungan Devan dengannya. Ia yakin bahwa takkan semudah itu meyakinkan hati anak laki-lakinya itu.

__ADS_1


"Kemana kau membawa Aleta seharian ini? Kau tak ingat jika di rumah itu anak-anak sedari tadi cemas karena ibunya tak segera kembali" kesal Ibu Fia memarahi anaknya.


"Maaf bu, ini tadi Devan ada urusan penting sama Aleta. Ini demi masa depan Devan lho, bu" ucap Devan memberi alasan dengan tatapan permohonannya.


Saat kedua ibu-ibu sedang menjewer Devan, Aleta memilih untuk duduk bergabung bersama ayah juga anak-anaknya menyaksikan drama itu. Mereka malah asyik makan cemilan seakan apa yang mereka lihat itu adalah sebuah sinetron.


Tok... Tok... Tok...


Mendengar suara ketukan pintu rumah, membuat semua orang mengalihkan pandangannya. Mereka saling pandang seakan bertanya tentang siapa yang datang bertamu. Akhirnya ibu-ibu itu mengakhiri jewerannya membuat Devan segera menjauh dari mereka. Sedangkan Ibu Fia memilih untuk berjalan ke depan supaya bisa melihat siapa yang datang.


Saat pintu dibuka oleh Ibu Fia, tiba-tiba seorang wanita masuk kedalam rumah dengan menyelonong. Wanita itu adalah Seina yang dengan tak sopannya masuk kedalam rumahnya. Ibu Fia segera saja mengejar wanita itu agar tak membuat ulah kepada anak dan cucunya.


"Devan, kenapa kau penjarakan Lucas" teriak Seina tiba-tiba.

__ADS_1


Sontak saja semua orang yang ada di ruang keluarga langsung mengalihkan pandangannya kearah suara itu. Bahkan kini Andra telah bersembunyi didekat Vincent karena takut mamanya akan membawaya pergi dari rumah ini. Devan yang ditanyai seperti itu pun kebingungan namun ia langsung saja bangkit dari duduknya dan melangkah maju menghadapi Seina.


"Maksud kamu apa?" tanya Devan santai.


"Kau memenjarakan Lucas" sentak Seina dengan wajah yang memerah.


"Aku tidak pernah memenjarakan Lucas, namun laki-laki itu yang datang sendiri pada polisi" jawab Devan.


"Pokoknya kau harus mengeluarkan Lucas dari penjara. Gara-gara keteranganmu dengan wanita itu membuat dia harus masuk penjara" serunya tak terima.


"Tindakan Lucas itu kriminal. Dia hampir saja membuat aku dan Aleta celaka kalau saja kami tak menghindarinya" sentak Devan yang sudah kehilangan kesabarannya.


Devan sudah tak bisa membendung amarahnya lagi, pasalnya ini sudah menyangkut nyawa seseorang. Ia bahkan tak bisa membayangkan bagaimana dengan nasibnya dan Aleta jika saja dirinya tak mempunyai ide untuk membelokkan mobilnya kearah pos polisi. Menurutnya tindakannya sudah benar dengan memberikan keterangan yang jujur pada polisi.

__ADS_1


"Jangan-jangan... Lucas bekerjasama denganmu untuk membuat kami berdua celaka" tuduh Devan dengan menatap tajam kearah Seina.


Raut wajah Seina langsung saja tampak panik bahkan seperti tengah menyembunyikan sesuatu membuat Devan curiga. Begitupun dengan semua orang yang melihatnya merasakan perubahan raut wajah wanita itu.


__ADS_2