
"Kalau kau memang berani melawanku, kita satu lawan satu. Kita tunjukkan siapa disini yang menang akan mendapatkan Aneta" tantang Lucas yang matanya masih memerah.
Saat dirinya dibawa masuk kedalam gudang belakang rumah Devan, segera saja bodyguard langsung akan didudukkan di sebuah kursi dan diikatnya. Namun sebelum itu terjadi, Lucas dengan segera menantang Devan. Devan yang merasa tertantang pun akhirnya meminta bodyguardnya untuk menyingkir karena dia akan membereskan Lucas dengan tangannya sendiri.
"Kau pikir Aneta itu barang sehingga kau menjadikannya bahan sebagai taruhan siapa yang menang diantara kita? Aneta itu bagiku adalah hidupku, jadi kau takkan pernah bisa memisahkannya dariku" ucap Devan dengan sinis.
Lucas benar-benar merasa tertantang dengan apa yang diucapkan oleh Devan. Terlebih laki-laki itu begitu percaya diri bahwa Aneta akan menjadi pasangan hidupnya selamanya. Terlebih dia mempunyai obsesi lebih untuk memiliki Aneta yang membuat rasa semangat dalam dadanya kian membuncah. Tanpa aba-aba, Lucas langsung saja menyerang Devan dengan tinjuan tangannya.
Dugh...
Devan yang belum siap pun terkena pukulan pada pelipisnya membuat dirinya sedikit oleng. Namun Devan mencoba membalasnya tanpa menggunakan emosi. Ia tak ingin jika nantinya kalap kalau emosi sudah menguasainya.
__ADS_1
Bugh... Bugh... Dugh...
Devan menggunakan tangan dan kakinya secara bergantian untuk memukul kearah Lucas. Lucas pun dengan sigap menangkis bahkan membalas pukulan itu. Keduanya saling memukul tanpa ada yang mau mengalah, sedangkan para bodyguard terus mengawasi agar tuannya tak terluka.
"Ini untuk kau yang ingin merebut Aneta dariku" seru Devan.
Bugh... Bugh...
Bugh... Plak...
Devan menghajar Lucas dengan membabi buta. Bahkan pukulan pada perut dan kaki Lucas sudah tak bisa dihindari lagi oleh laki-laki itu. Devan juga langsung menampar berkali-kali pipi Lucas hingga darah keluar dari bibir laki-laki itu. Saat mengingat anak-anaknya yang ketakutan karena diculik membuatnya benar-benar kalap menghajar Lucas.
__ADS_1
"Gara-gara kau dan Seina, aku jadi harus kehilangan moment bersama istri dan anak-anakku selama bertahun-tahun" seru Devan.
Beberapa hari ini Devan mendapatkan fakta mengenai Seina dan Lucas yang bekerjasama sejak dulu untuk menghancurkan keluarganya. Bahkan Lucas memang sengaja menyusul Aneta ke luar negeri agar bisa mendekatinya. Bahkan Lucas juga memalsukan identitasnya, itu pun ia tahu dari sahabatnya yang tiba-tiba mendapatkan sebuah pesan dari seseorang yang misterius.
Mengetahui hal ini, tentunya Devan sangat marah terlebih akibat kejadian itu membuat semua keluarganya berantakan. Setelah ini ia harus mengurus Seina yang entah dimana keberadaannya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di masa lalu. Sedangkan mengenai status Andra, benar dugaannya jika anak itu bukanlah anak kandungnya.
Pihak rumah sakit yang pertama memanipulasi hasil itu karena suruhan Seina dan Lucas. Walaupun begitu, selama Seina tak meminta Andra untuk diasuhnya maka Devan dengan senang hati akan menjaga bocah kecil itu. Terlebih saat tinggal bersama Seina, Andra selalu mendapatkan kekerasan dari ibu kandungnya sendiri membuatnya tak tega untuk mengembalikannya.
"Gue menang" ucap Devan lirih.
Wajah Devan sudah bercucuran keringat karena terlalu kalap untuk menghajar Lucas. Bahkan kini Lucas wajahnya sudah memerah juga lebam-lebam di hampir seluruh bagian dengan darah yang ada dimana-mana. Badannya juga sudah ambruk di lantai gudang dengan tak berdaya karena pukulan pada perut laki-laki itu.
__ADS_1