
Aleta dan ketiga bocah kecil itu keluar restorant kemudian berjalan kaki entah akan kemana. Kunci mobil masih dibawa oleh Devan membuat mereka terpaksa harus jalan kaki atau mencari kendaraan umum untuk pulang. Vincent dan Rubi menggerutu kesal dalam hati karena kedatangan wanita itu membuat suasana yang tadinya hangat menjadi buruk. Sedangkan Andra kini jauh lebih bahagia karena bisa terhindar dari mamanya yang galak itu.
Tin... Tin...
Sebuah mobil berwarna hitam membunyikan klaksonnya berulang kali berada di samping Aleta dan ketiga bocah kecil itu berjalan. Aleta dan kedua anaknya tentu sudah tahu ini mobil siapa makanya mereka acuh tak acuh sedangkan Andra tampak kebingungan. Kaca mobil diturunkan dan terlihatlah seorang laki-laki dewasa melambaikan tangannya dengan menyunggingkan senyuman manisnya.
Rubi dan Vincent menatap kehadiran laki-laki dewasa yang bernama Lucas itu, sedangkan Andra langsung menyembunyikan tubuhnya dibelakang Aleta. Andra terlihat sangat ketakutan membuat Aleta dan kedua anaknya terkejut juga bingung. Lucas yang melihat adanya Andra disana pun begitu terkejut bahkan ia juga langsung memalingkan wajahnya.
Terlihat sekali kalau Lucas kini tengah khawatir
__ADS_1
"Kenapa, nak?" tanya Aleta sambil mengusap tangan Andra yang ada di perutnya.
"Takut, dia jahat" lirih Andra.
Walaupun hanya ucapan lirih, namun Aleta dan kedua anaknya masih mendengar. Ketiganya terkejut dan begitu penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya sehingga Andra ketakutan seperti ini. Bahkan ketiganya juga langsung melihat kearah Lucas yang terlihat ketakutan. Bahkan tanpa berpamitan, Lucas segera saja menutup kaca mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan Aleta dan kedua anaknya yang tampak penasaran.
Melihat Lucas telah pergi, Aleta segera saja menggendong Andra yang masih ketakutan kemudian berlari kecil untuk mencari tempat aman. Vincent dan Rubi langsung bergandengan tangan kemudian berlari mengikuti mamanya.
"Andra kenapa takut sama Paman Lucas?" tanya Vincent dengan raut penasarannya.
__ADS_1
Andra masih terdiam kemudian menatap kedua saudaranya dan Aleta secara bergantian seakan mencari sebuah ketulusan dalam mata ketiganya. Ia tak ingin menceritakan sesuatu yang membuat semua orang didekatnya terlibat. Selama ini Andra menyimpan semua rasa sakitnya sendirian.
"Dia jahat hiks mama hiks Aleta, jangan dekat-dekat dengannya hiks" ucap Andra tiba-tiba sambil menangis.
Entah mengapa ia berani mengadu pada Aleta tentang rasa sakitnya. Bahkan Andra memperingati Aleta dan kedua anaknya untuk tak dekat-dekat dengan Lucas. Aleta hanya bisa mengelus punggung Andra untuk menenangkan, ia takkan bertanya hal yang menyakiti hati anak itu.
Vincent mulai bertanya-tanya dalam pikirannya apakah ada yang terlewat mengenai informasi yang telah didapatnya sehingga ia terkejut dengan apa yang terjadi. Mereka bertiga memikirkan rahasia apa yang sebenarnya tersimpan tentang Lucas sebenarnya?.
"Sudah ya, kami akan melindungi kamu dari orang jahat itu asalkan kamu juga menceritakan apa yang terjadi. Biar nanti papa juga bisa membantumu" ucap Aleta yang kemudian memeluk Andra dengan sayang.
__ADS_1
Andra menatap Aleta yang matanya memancarkan ketenangan, melihatnya saja sudah membuatnya yakin kalau mereka akan membantunya untuk melindunginya dan keluarga. Bahkan Vincent dan Rubi menganggukkan kepalanya pertanda bersiap kalau menjadi tempat aduan bagi Andra.