
Seina mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena takut kalau bodyguard Devan mengejarnya. Bahkan ia sampai melupakan keselamatan dari kekasihnya itu demi melindungi dirinya sendiri. Egois memang sifatnya, padahal semua rencana ini berasal darinya namun Lucas yang harus merasakan hukuman pertama kalinya dari Devan.
Seina tak menyangka jika senjata pamungkas yang merupakan idenya itu gagal total. Harusnya ia dan Lucas lebih merencanakan matang-matang terutama keselamatan keduanya dengan menyewa orang bukan melakukan tindakannya sendiri. Seina juga masih terkejut saat melihat adanya bodyguard yang ada di rumah Devan itu karena sedari dulu walaupun Aneta seorang model pun laki-laki itu tak menyiapkan penjagaan apapun.
Brakk... Brakkk....
Arrrgghhhhh...
Bunyi suara tabrakan antara mobil dengan tiang listrik terjadi. Bahkan suara teriakan orang yang terlibat kecelakaan tunggal itu begitu memekakkan telinga. Semua warga sekitar langsung saja berbondong-bondong melihat kearah suara itu. Mereka terkejut karena adanya kecelakaan mobil, bahkan kendaraan itu bagian depannya sudah ringsek. Salah satu warga langsung saja melaporkan kejadian ini kepada pihak yang berwajib.
Beberapa warga melihat kearah dalam mobil yang ternyata ada seorang wanita yang menjadi korbannya. Ternyata yang terlibat kecelakaan itu adalah Seina. Ia terlalu fokus dengan pikirannya mengenai Lucas dan rencananya yang gagal sehingga tak memperhatikan jalanan.
"Bantu keluarkan wanita itu" seru salah seorang warga.
__ADS_1
Beberapa warga mendekat kemudian bersama-sama mengeluarkan Seina dari mobil. Tak berapa lama, Seina berhasil dikeluarkan dari kendaraan itu kemudian segera dilarikan ke rumah sakit setelah mendapatkan persetujuan dari polisi yang baru saja datang bersama dengan ambulance.
Tim medis langsung saja mengevakuasi Seina keatas ambulance sedangkan beberapa polisi langsung mencari identitas korban. Namun tiba-tiba saja salah satu tim medis berteriak membuat semuanya langsung mengalihkan perhatiannya.
"Korban sudah meninggal" seru salah satu tim medis.
Semua orang disana terpaku dengan ucapan tim medis itu, ternyata korban telah meninggal dunia. Sedangkan berita kecelakaan ini langsung menjadi trending topic di media elektronik.
"Itu bukannya mobil milik Lucas?" gumam Aneta pelan.
Kini Aneta sudah pulang dari kegiatannya bekerja kemudian duduk di ruang keluarga untuk menonton acara TV. Tak disangka jika di acara tersebut sedang ada breaking news mengenai kecelakaan yang terjadi tak jauh dari tempat tinggalnya saat ini. Bahkan saking fokusnya melihat acara TV, ia sampai lupa mencari keberadaan suami dan ketiga anaknya.
"Tapi itu korbannya perempuan, apa mungkin hanya mirip saja mobilnya?" ucapnya bertanya-tanya.
__ADS_1
"Mama..." seru Rubi dengan berlari kearah Aneta.
Rubi langsung memeluk mamanya dengan erat diikuti oleh Vincent dan Andra. Aneta memeluk erat mereka bertiga kemudian mengelus rambut mereka bergantian dengan lembut. Tak berapa lama, Devan muncul dari dapur dengan wajah yang masih bercucuran keringat. Ada juga bekas pukulan diwajahnya berupa lebam dan darah di sudut bibirnya.
"Wajah kamu kenapa?" tanya Aneta yang kemudian melepaskan pelukan ketiga anaknya.
Bahkan ketiga anaknya itu juga langsung menatap wajah papanya dengan intens. Devan mendudukkan dirinya diatas sofa kemudian meneguk air minum yang dibawanya. Setelahnya ia menatap empat orang yang ada didepannya yang tengah menatapnya menyelidik. Ia bagaikan seorang tersangka yang sedang menunggu di interogasi.
"Nggak apa, tadi berantem sama preman pasar" ucap Devan berbohong.
Aneta hanya menganggukkan kepalanya mengerti walaupun tak sepenuhnya percaya dengan ucapan dari Devan. Kemudian ia kembali melihat acara TV yang tadi menjadi fokusnya.
"Bukannya itu..."
__ADS_1