Asmara Sang Pelakor

Asmara Sang Pelakor
Arga


__ADS_3

Hana sudah bersiap untuk bertemu client-nya dan Iska juga bersiap untuk pergi bekerja.


"Ya ampun Iska perutmu sudah besar dan kamu harus tetap bekerja." Hana mengelus perut Iska.


"Tidak masalah bu. Syukurnya bayinya kuat kok," ucap Iska.


"Baguslah! semangat terus ya. Ayo kita berangkat!" Hana menggandeng Iska keluar rumah.


"Ah ternyata Ken sudah disini saja," ucap Hana.


Apa yang akan Bu Hana pikirkan kalau tahu Pak Ken setiap hari antar jemputku? Batin Iska.


"Haiii kalian sudah siap? ayo berangkat!" ajak Ken.


"Ayo Iska" Hana ternyata bersikap biasa saja.


"Kamu akan bertemu dimana dengan clientmu Hana?" tanya Ken.


"Aku yang akan ke perusahaannya," jawab Hana.


"Dimana? apa nama perusahaannya? aku hampir mengenal semua perusahaan yang ada di kota ini," tanya Ken.


"PT. ASLON MANDIRI" jawab Hana.


"Ah itu CEOnya temanku. Arga namanya!" ucap Ken.


"Oh kamu kenal? aku akan sangat mudah kalau gitu kita kerjasamanya," ucap Hana.


"Jangan campurkan urusan pribadi dengan pekerjaan Hana!" tegas Ken.


"Iya aku mengerti!" ujar Hana.


Bu Hana dan Pak Ken masalah pekerjaan aja mereka cocok. Memang pasangan yang serasi dan sempurna. Batin Iska.


"Ini perusahaannya Hana." Ken memberhentikan mobilnya di depan perusahaan Arga.


"Oke makasih udah anterin aku. Kalian hati-hati di jalan!" ucap Hana.


"Apa perlu aku jemput nanti?" tanya Ken.


"Tidak usah! Bye ..." Hana berlalu pergi.


Ken melajukan kembali mobilnya menuju kantor Ken. Setelah dekat dengan Iska, Ken lebih sering bawa mobil sendiri tanpa di supiri Hari asistennya.


"Kenapa diam aja Iska?" tanya Ken.


"Tidak apa-apa Pak!" jawab Iska.


"Haiii baby how are you?" Ken mengelus perut Iska.


Iska tidak heran lagi karena Ken sering melakukan itu. Karena Ken yang memintanya dan Ken juga menganggap anak Iska adalah anaknya jadi Iska tidak bisa menolak bosnya itu.


"Baby fine!" jawab Iska.


"Aku tidak sabar melihat anakmu lahir pasti akan cantik seperti mamanya," ucap Ken.


"Saya juga tidak sabar Pak!" jawab iska.


Mereka sampai di kantor dan Ken begitu perhatian pada Iska sehingga menjadi bahan gosip bagi orang-orang kantor yang tidak suka.


"Sita apa yang kau dengar gosip tentangku?" tanya Iska pada Sita teman kantornya.


"Emmmh maaf sebelumnya Iska aku gak bermaksud bergosip juga tapi aku mendengarnya sendiri," ucap Sita.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Sita aku gak masalah kok. Serius!" ucap Iska.


"Mereka bilang katanya kamu pake pelet apa sampai Bos bisa deket dan perhatian padamu," jelas Sita.


Raut wajah Iska menjadi muram dan merasa sedih saat orang lain membicarakannya begitu hina. "Apa kamu juga berpikir sama seperti yang lainnya?"


"Kamu apaan sih Iska. Aku yakin kalau kamu gak seperti itu. Di zaman modern seperti ini mana mungkin masih saja ada yang seperti itu," jelas Sita.


"Padahal 'kan pak Ken hanya merasa kasihan saja padaku dan karena pak Ken juga di minta menjagaku oleh pacarnya," jelas Iska.


"Jadi pak Ken udah punya pacar?" tanya Sita.


"Udah!" jawab Iska.


"Emmmh ya sudahlah Iska jangan kau pikirkan omongan orang lain. Kamu harus berpikiran positif demi anakmu dan perkembagannya," pinta Sita.


"Iya Sita aku tidak pernah memikirkannya," ucap Iska.


"Sana ke mejamu dan bekerjalah dengan semangat!" Sita menyemangati.


Iska hanya tersenyum dan merasa bersyukur karena di balik semua orang yang menggunjing dan menghujat masih ada orang-orang baik.


Di kantor Arga.


Hana hanya sendirian karena sekretarisnya tidak jadi datang dari Jakarta karena ada urusan mendadak. Hana berjalan sambil membereskan berkasnya.


Brugh! Hana bertabrakan dengan seorang pria. Pria itu tinggi, badannya kekar dan juga sangat tampan. "Apa bisa kalau jalan jangan meleng?" ketusnya.


"Maaf Pak saya kerepotan." Hana membereskan berkasnya yang terjatuh.


Pria itu hanya berdiam diri dan hanya memperhatikan Hana tanpa membantunya. "Siapa kamu? bukan karyawan disini, kan?"


Hana merasa kesal. "Maaf Pak! saya tidak ada waktu untuk bicara dengan anda. Saya ada urusan penting disini! bye ...."


"Emmmh maaf Mbak saya mau bertemu dengan pak Arga dan kita juga sudah buat janji untuk bertemu," ucap Hana pada staff disana.


"Yah Ibu terlambat baru saja pak Arga keluar katanya Ibu tidak tepat waktu jadinya membatalkan pertemuannya," jelasnya.


Hana melihat jam di tangannya. "What? cuman telat 10 menit aja loh Mbak? kok gak sabaran banget sih jadi pimpinan. Kalau emang saya telatnya 1 jam atau lebih ya saya bisa terima tapi cuman 10 menit loh mbak!" Hana emosi.


"Maaf Bu mungkin bisa buat janji lain waktu!" ucapnya.


"Hah terserahlah! aku terlanjur malas kalau berhadapan dengan orang seperti bosmu!" Hana pergi.


Hana menunggu taxi di depan kantor itu sambil ngomel-ngomel. "Udah bela-belain dari Jakarta kesini tapi cuman telat 10 menit aja maen langsung batalin gitu aja. Mana sekretarisku gak jadi dateng! hah aku sial hari ini."


"Tenang Hana! tenanglah!" Hana mengatur napasnya agar lebih tenang.


"Mending aku jalan-jalan dan menikmati Surabaya. Mengenang masa lalu saat sekolah dulu pasti akan menyenangkan!" Hana mendapatkan taxinya dan pergi ke taman kota.


Sampai siang Hana berjalan-jalan berkeliling dan mencari jajanan. "Aku akan belikan makan siang untuk Ken dan Iska pasti mereka belum makan siang!"


Hana membelikan makan siang untuk Ken dan Iska kemudian pergi menuju kantor Ken.


Hana sampai di kantor Ken. "Haiii Iska ayolah kita makan bersama di ruangan Ken."


Aku gak bisa ada diantara mereka. Batin Iska.


"Aku sudah beli makanan Bu. Ini ..." ucap Iska.


"Yah ... yaudah aku makan sama Ken aja ya." Hana menuju keruangan Ken.


"Bu. Pak Ken lagi ada temennya," ucap Iska.

__ADS_1


"Oke gak masalah!" Hana masuk keruangan Ken.


Hana kaget ternyata itu pria yang tadi menabrak Hana dan tidak minta maaf juga.


"Jadi kamu temannya Ken?" ketus Hana sambil meletakkan makanannya di meja Ken.


"Kamu siapanya Ken?" tanya Arga.


"Aku sahabatnya? kenapa?" tanya Hana.


"Kalian sudah saling kenal ternyata?" tanya Ken.


"Tidak!" mereka menjawab kompak.


Ken cekikikan mendengar jawaban mereka yang kompak.


"Jangan ketawa!" seru Hana.


"Kalian berarti jodoh!" cetus Ken.


"Hah ... pria songong!" Hana mengernyitkan dahinya.


"Hah perempuan gak tepat waktu!" cetus Arga.


"Apa maksudmu? baru pertama ketemu udah berani menjudge-ku seperti itu?" Hana mendongak kepada Arga yang cukup tinggi.


"Hemmm pinta saja penjelasannya pada Ken!" Arga terduduk kembali.


"Apa Ken jelaskan!" tanya Hana.


"Ini Arga temanku pemilik ASLON orang yang janjian denganmu tapi tidak jadi karena kamu terlambat," jelas Ken.


Hana terlihat kaget. "Ooops! oh Pak Arga."


Hana mencoba bersikap biasa saja. "Ken ini ada makanan untukmu kita makan bersama," ucap Hana pada Ken.


"Bawa 3 untukku satu ya?" tanya Arga.


"Aku bawa untuk Iska tapi dia sudah makan. Kalau mau ya makanlah!" Hana menjadi lebih kalem.


Arga dan Ken hanya tesenyum melihat sikap Hana yang membuat Arga jadi penasaran.


⬇️⬇️


Visual untuk kalian para pembaca ... 😊😊😊


Iska



Ken


"



Hana



Arga


__ADS_1


__ADS_2