
Arga pamit untuk pergi dari kantor Ken.
"Aku kembali ke kantor ya Ken," ucap Arga.
"Hati-hati di jalan. Salam untuk orangtuamu juga," pesan Ken.
"Untukmu Hana, aku senang bertemu denganmu untuk meetingnya kita adakan besok. Ingat jangan telat lagi!" Arga mengedipkan matanya pada Hana.
Hana tidak menjawab dan hanya bergidik geli melihat Arga.
"Bye ..." Arga melambaikan tangannya dan berlalu pergi.
"Ciiih menyebalkan sekali tu cowok!" ketus Hana.
"Jangan ketus-ketus gitu nanti jadi cinta tau rasa deh!" goda Ken.
"Amit-amit deh!" Hana mengetok-ngetok meja.
"Kamu ini ada-ada aja sih!" Ken menggelengkan kepalanya.
"Aku tunggu disini ajalah sampai kalian pulang. Kamu nganterin Iska juga, kan?" tanya Hana.
"Iya! duduk aja disana." Tunjuk Ken pada sofa di ruangannya.
"Oke! lagian aku juga gak ada kerjaan lagi. Mau sekalian liburan tapi gak ada temen jadinya 'kan gak asik," ucap Hana.
"Eh iya aku penasaran kenapa kamu begitu baik pada Iska dan perhatian padahal bukan siapa-siapa kamu, kan?" tanya Ken.
"Emmmh ya aku hanya ingin membantunya karena dia gak punya siapa-siapa lagi dan pacarnya--" Hana belum selesai bicara Ken sudah memotongnya.
"Pacarnya?" kaget Ken.
"E-eh maksudku suaminya juga udah meninggal jadi bener-bener sendiri. Aku mampu untuk bantu dia ya aku bantu," Hana menyeruput minumannya.
"Kamu bohong? Iska belum menikah, kan?" tanya Ken.
Ya ampun kenapa Ken malah introgasiku sih? Batin Hana.
"Ya-ya udahlah!" jawab Hana gagap.
"Jujur aja padaku! kamu gak pandai bersandiwara," ucap Ken.
"Aku udah jujur!" ucap Hana.
"Sebenarnya aku udah tahu kalau Iska belum menikah. Di KTPnya juga masih lajang tapi aku gak mempermasalahkan itu karena kamu yang meminta dia bekerja disini," jelas Ken.
"Ya aku pikir dia belum ganti KTP!" elak Hana. "Sudahlah jangan di bahas! kerja aja yang bener."
"Ini juga sambil kerja!" ucap Ken.
Ken menyelesaikan pekerjaannya dan saatnya pulang kerja. Ken pun mengantar Hana dan Iska pulang.
Hana keluar dari ruangan Ken dan mereka bergandengan juga tertawa bersama. Saking dekatnya mereka bersahabat jadi seperti pasangan kekasih.
__ADS_1
"Iska ayo kita pulang," ajak Hana.
"Iya Bu. Aku beresin ini dulu." Iska membereskan mejanya.
"Itu pacarnya Pak Ken?" bisik Sita.
"Iya! namanya Bu Hana," jawab Iska.
"Oh cantik juga ternyata cocok sama Pak Ken!" ucap sita.
"Aku duluan ya Sita. Bye ..." Iska pergi untuk pulang mengikuti Hana dan Ken.
Memang benar apa kata Sita. Mereka berdua sangat cocok cantik dan tampan. Mereka juga sama-sama pengusaha muda yang sukses. Plis Iska gak boleh baper pada Pak Ken. Batin Iska.
Ken membukakan pintu mobil untuk Iska dan Hana. Lalu mereka berlalu pulang ke rumah Hana. Di dalam mobil Iska hanya bicara saat di tanya saja, Iska hanya fokus pada ponselnya dan mendengarkan percakapan Hana dan Ken.
Mereka sudah sampai di rumah Hana dan Ken pun ikut turun.
"Ayolah mampir dulu," ajak Hana.
"Oke baiklah!" Ken mengikuti Hana dan Iska.
"Saya duluan ke kamar dulu ya mau bersih-bersih." Iska pamit dan berlalu ke kamarnya. Sedangkan Hana mengambil minum untuk teman mereka ngobrol.
"Si Arga kirim pesan padaku dan minta kontakmu!" Ken menunjukan ponselnya.
"Gak usah di kasih! aku terlanjur benci sama dia." Hana menghabiskan airnya.
"Ya! udah aku bilangin minta aja sendiri," ucap Ken.
Mereka berdua asik mengobrol sedangkan Iska di kamarnya baru selesai mandi. "Sepertinya mereka sedang melepas rindu."
"Biar aku siapkan makan malam untuk mereka. Masa aku hanya diam saja sedangkan mereka berdua adalah orang baik yang sering membantuku." Iska beranjak dari duduknya dan kemudian berlalu ke dapur untuk masak.
"Bu, saya buatkan makanan ya untuk makan malam!" ucap Iska.
"Gak usahlah Iska biar aku bikin makan malam sendiri aja," jawab Hana.
"Gak apa-apa Bu. Saya yang pengen kok!" Iska menyiapkan bahan-bahannya.
"Biar aku bantu!" Ken beranjak dari duduknya dan berlalu ke dapur menghampiri Iska.
"Ya sudah kamu bantu Iska aku mau mandi dulu," ucap Hana pada Ken. Hana berlalu pergi ke kamarnya.
Ken melepaskan jasnya. "Berikan padaku celemeknya."
Iska memberikan celemek yang biasa Ken pakai pada Ken. Ken mulai mencuci sayurannya, Iska yang melihat lengan bajunya terkena air, Iska melipatkan lengan baju Ken.
"Biar saya bantu lipatkan Pak. Ini jadi basah kalau gak di lipat." Iska melipatnya.
Ken hanya tersenyum. "Terima kasih!"
"Sama-sama!" Iska menatap Ken yang juga menatap dirinya.
__ADS_1
Pak Ken kenapa menatapku seperti itu? hati Iska.
Iska membuang muka dan melanjutkan memasaknya. "Sayurannya langsung rebus aja Pak!"
"E-eh iya!" Ken melakukan yang Iska suruh.
Iska berusaha tidak menatap Ken dan bicara seperlunya juga. Sedangkan Ken terus memperhatikan Iska dan semakin penasaran pada Iska. "Sudah 4 bulan kita kenal! tapi sepertinya aku tidak tahu banyak tentangmu?" ucap Ken pada Iska.
"Emmmh saya rasa Pak Ken sudah tahu semuanya!" jawab iska.
"Apa aku boleh tanya-tanya padamu?" tanya Ken.
"Boleh saja Pak!" jawab Iska.
"Kamu sendiri sudah tidak punya keluarga, kan? lalu kemana keluarga suamimu? masa iya membiarkan kamu dan cucu mereka berjuang sendirian?" tanya Ken.
Iska kaget mendengar pertanyaan itu dan tertegun memikirkan jawaban yang pas. "Emmmh suami saya juga tidak punya keluarga!"
"Oh pantas saja kalau begitu," Ken tidak percaya.
Kenapa Pak Ken bertanya seperti itu segala? Hati Iska.
Ken memegang pundak Iska dan membalikan badan Iska. Mereka menjadi berhadapan. "Kalau ada yang memberatkan hatimu ceritakanlah padaku! aku akan menjadi pendengar yang baik untukmu."
"Maksud Pak Ken?" tanya Iska heran.
"Iska apa kau tidak berniat mencari pengganti suamimu dan mencari ayah untuk anakmu juga?" tanya Ken.
"Saya tidak mengerti Pak!" ucap Iska.
"Lihat mataku Iska. Apa selama ini kamu tidak pernah melihat ketulusanku padamu?" tanya Ken.
Pak Ken bicara apa sih? aku bener-bener gak ngerti! Hati Iska.
Hana datang menghampiri Ken dan Iska. "Apa kalian sudah selesai masaknya?"
Iska yang mendengar Hana langsung mundur dan berbalik badan kemudian menyelesaikan masaknya. "Sebentar lagi Bu."
Ya ampun jangan sampai Bu Hana melihatku seperti tadi dengan Pak Ken. Bisa jadi masalah besar untukku. Iska jangan baper pada Pak Ken jangan Iska jangan. Batin Iska.
"Kau datang di waktu yang tidak tepat!" bisik Ken pada Hana.
"Apa?" Hana tidak mengerti.
Ken hanya menggelengkan kepalanya.
"Apa sih?" Hana duduk di kursi makan dan siap untuk makan.
Ken hanya menatap Iska yang menyiapkan makanan. "Makanlah Bu," ucap Iska.
"Makasih Iska." Hana memakan makanannya.
"Emmmh enak ... kalian partner terbaik sepertinya kalau memasak!" Hana menikmati makanannya. Iska dan Ken juga ikut makan. Iska hanya merasa heran pada Hana karena bersikap biasa saja melihat Iska dan Ken dekat.
__ADS_1
Kenapa Bu Hana tidak marah ataupun bertanya apa gitu? karena aku dan Pak Ken tadi dekat. Ah aku benar-benar bingung pasa Bu Hana. Apa iya tidak cemburu melihat pacarnya sendiri dekat dengan wanita lain. Batin Iska.
⬇️⬇️