Asmara Sang Pelakor

Asmara Sang Pelakor
Pergi Honeymoon - Pemancing kehamilan


__ADS_3

Hari baru dimana Iska harus masuk kantor lagi. Sekaligus untuk menyerahkan surat pengunduruan dirinya. Iska pergi bersama Ken yang akan berangkat ke kantor juga.


"Ana jangan nakal sama Oma ya ... Mama pergi dulu," pesan Iska.


"Baik Mama ...."


"Kamu jangan khawatir Iska, Ana akan Mama jagain."


"Kami pergi ya Ma ...." Ken dan Iska berlalu pergi.


Iska di izinkan Arga untuk berhenti bekerja. Ken senang mendengarnya dan merencanakan untuk pergi bulan madu.


Seminggu berlalu, Iska merasakan kebahagiaannya tanpa ada gangguan masalalu atau apapun yang mengusiknya.


Ken sudah pulang terlambat dari kantor, masuk ke dalam kamarnya mendapati Iska sudah tertidur pulas.


"Kamu sudah tidur sayang?" gumam Ken sambil mengecup kening Iska.


Iska merasakan kehangatan bibir Ken di keningnya dan tersadar kemudian membuka kelopak matanya dengan perlahan. Samar terlihat Ken tersenyum melihatnya, "Ken?" Iska duduk di kasurnya.


"Sudah tidurlah lagi!"


"Ah maaf aku ketiduran. Biar aku siapkan air panas untukmu mandi dan akan aku siapkan makan malam juga." Iska beranjak dari tempat tidurnya.


Ken meraih tangan Iska dan mendudukkannya di ujung tempat tidur. "Aku sudah makan tadi. Maaf aku terlambat karena menyelesaikan pekerjaan yang harus segera selesai."


"Emmmh iya. Aku akan menyiapkan air hangat saja untukmu mandi. Biar badannya rileks dan tidurmu nanti nyenyak." Iska berlalu ke kamar mandi dan di susul oleh Ken.


Ken menyembunyikan sesuatu di balik badannya.


"Sayang ... aku punya kejutan untukmu?"


"Kejutan apa?"


"Emmmh ini dia ...." Ken menyodorkan dua lembar tiket untuk pergi ke Maldives untuk bulan madu.


Iska melihat dan membacanya. "Waaah ini akan seru sekali sepertinya ...." wajah Iska terlihat berbinar. "Hanya dua?"


"Iya. Aku ingin menghabiskan waktu hanya berdua!"


"Tapi Ana bagaimana?" tanya Iska.


"Jangan khawatir. Ana tinggal saja bersama Mama, lagian di rumah ini banyak mbak juga yang membantu."


"Emmmh tapi kamu yang bicara pada Mama ya, aku takut Mama keberatan. Apalagi kalau kita pergi terlalu lama," ucap Iska.


"Biar aku yang bicara nanti. Lama bagaimana? kita pergi hanya satu minggu,"


"Sana mandilah. Airnya sudah siap!"


"Terima kasih sayang ...."


Ken berlalu untuk mandi, Iska kembali ke tempat tidur dan menarik kembali selimutnya. Menatap langit-langit kamar, "apa aku bisa meninggalkan Ana selama seminggu? aku masih was-was tentang mas Janu!" Iska benar-benar merasa ngantuk dan akhirnya tertidur.

__ADS_1


Ken selesai mandi dan mendapati Iska sudah tertidur dengan lelap. "Selamat tidur sayangku! muaaach ...." Ken mengecup kening Iska.


Keesokan harinya ....


Ken meminta pelayan untuk membereskan barang-barangnya untuk pergi dan Ken sudah izin pada Ambar dan Hartanto.


"Semoga kalian segera mendapatkan anak lagi. Papa sudah tidak sabar," ucap Hartanto.


"Biar semuanya Tuhan yang mengatur Pa!" jawab Ken.


"Ana baik-baik ya saat Mama pergi. Jangan nakal sama Oma sama Opa. Mama akan cepat kembali!" Iska memeluk Ana.


"Jangan khawatir. Kalian bersenang-senanglah dan hati-hati di jalan ya!" seru Ambar.


Iska dan Ken berlalu pergi dengan mobilnya menuju bandara diantar oleh supir. Saat mobil Ken keluar dari rumahnya, datang Lia dan Janu.


"Mau kemana mereka Ma?" tanya Lia.


"Mereka mau pergi bulan madu. Ayo masuk sayang ...." Ambar berjalan lebih dulu di ikuti Lia.


"Anaknya tidak di bawa?"


"Iya mereka harus menghabiskan waktu berdua biar Iska cepat hamil," ucap Ambar yang sepertinya keceplosan.


"Mama gak mikirin perasaan aku ya? bahas hamil-hamil di hadapanku!" keluh Lia dan duduk di sofa ruang tv.


"Maaf sayang Mama gak bermaksud. Jangan marah pada Mama ..." ucap Ambar.


Lia tidak menjawabnya.


Ambar berlalu pergi meninggalkan Ana dengan Lia. Janu masih di teras sedang menerima telpon.


"Hai Tante, Ana senang bertemu Tante lagi. Tante cantik main boneka sama Ana yuk?" ucap Ana polos.


Lia merasa terharu Ana berbicara lucu seperti itu kepadanya. Lia menyunggingkan senyumannya dan mengelus pipi Ana. "Boleh Tante memelukmu?"


Ana merentangkan tangannya dan tersenyum berjalan ke arah Lia dan memeluk Lia.


Tidak sadar Lia meneteskan air matanya.


Kamu adalah anak wanita yang sangat aku benci. Tapi, kenapa aku tidak bisa membencimu? apa karena kamu darah daging Ken yang merupakan adik kandungku makanya aku menyukaimu? batin Lia.


Tiba-tiba Janu datang menghampiri Lia dan Ana yang sedang berpelukan. Janu kaget, merasa heran. Tapi, Janu juga senang kebencian Lia pada Iska tidak membuatnya benci juga pada Ana yang merupakan keponakannya.


"Apa tidak akan mengajak paman berpelukan juga?" Janu memeluk Lia dan Ana yang sedang berpelukan.


Mereka melepaskan pelukannya.


"Hai paman tampan ..." sapa Ana pada Janu.


"Hai juga Ana cantik ...."


"Tante sama Paman main bersamaku yuk!" ajak Ana.

__ADS_1


"Boleh sayang ...." Janu mengambil boneka yang Ana pegang. Janu menirukan suara beruang dan memainkan bonekanya. Mereka bertiga tertawa dan bercanda bersama. Seperti keluarga kecil yang bahagia.


Ambar datang dan melihat kejadian itu, Ambar senang. Ternyata kehadiran Ana di rumah ini bukan hanya membuat Suaminya berubah tetapi membuat Lia juga berubah tersenyum bahagia. Ambar punya ide yang sangat bagus.


"Ya ampun kalian tertawa sampai terdengar ke ruangan sebelah." Ambar duduk.


"Aku senang Ma. Bisa merasakan bermain bersama anak kecil. Mungkin kalau aku punya anak, akan seperti ini juga," ucap Lia antusias.


"Begini saja. Mama pernah denger, kamu bisa hamil kalau di pancing dengan mengurus seorang anak."


"Maksud Mama?" heran Lia.


"Iya banyak orang di luaran sana. Mereka susah punya anak dan mengadopsi seorang anak untuk pancingan lalu akhirnya bisa hamil," jelas Ambar.


"Tapi kami tidak mau mengadopsi seorang anak Ma. Kami ingin anak kami sendiri darah daging kami," tegas Janu.


"Iya maksud Mama. Mancing bukan berarti kalian harus adopsi anak. Tapi, kalian mengurus anak. Ada Ana, kan?" jelas Ambar. "Ken dan Iska pergi bulan madu selama seminggu ke depan. Kalian bisa membawa Ana dan mengurus Ana untuk sementara."


"Apa bisa begitu Ma?" tanya Lia penasaran.


"Itu menurut orangtua zaman dulu aja sih," jawab Ambar.


"Aku pikir ide Mama tidak buruk. Kita bisa sekalian belajar mengurus anak. Lagian Ana adalah keponakanmu sendiri," bujuk Janu.


"Ken akan mengizinkannya?" tanya Lia.


"Mama yang akan izinkan. Biarkan Ken dan Iska bersenang-senang asalkan kalian merawat Ana dengan tulus seperti anak kalian sendiri," ucap Ambar.


Lia terlihat berpikir. "Sepertinya tidak ada salahnya kalau aku ikuti saran Mama."


Janu tersenyum dan memeluk Lia. "Semoga usaha kita ada hasilnya ya ...."


"Mama harap. Walaupun kamu belum suka pada Iska, kamu harus sayang pada Ana karena Ana adalah keponakanmu."


"Iya Ma!" angguk Lia. "Apa Ana mau menginap di rumah Tante dan Paman selama Mama sama Daddy pergi?" tanya Lia pada Ana.


"Mau Tante," angguk Ana.


Ambar menyuruh pelayan untuk membereskan barang Ana untuk menginap di rumah Lia selama seminggu. Lia dan Janu terlihat sangat bahagia.


"Kalau begitu aku pulang ya Ma. Maaf gak bisa nunggu Papa bangun tidur dulu," ucap Lia.


"Kalian hati-hati di jalan dan jaga Ana baik-baik. Kalau ada apa-apa hubungi Mama," pesan Ambar.


Lia dan Janu pergi pulang membawa Ana. Mereka berpapasan dengan Tio yang akan menemui Hartanto. Tio membungkukan badannya pada mereka tanpa bicara.


Mereka membawa Ana? apa Tuan Ken tahu? atau Janu tahu kalau Ana adalah anak kandungnya? batin Tio.


"Nyonya ... saya ingin bertemu Tuan untuk memberikan berkas yang penting," ucap Tio pada Ambar.


"Suamiku sedang tidur. Aku tidak ingin membangunkannya," jawab Ambar.


"Oh baiklah. Biar saya tunggu di ruang kerja sekalian saya masih ada yang harus di kerjakan. Permisi ...." Tio berlalu pergi keruangan kerja di rumah itu.

__ADS_1


Tio masih heran dengan apa yang di lihatnya itu. "Kalaupun Janu sudah tahu, apa mungkin semudah itu Iska dan Tuan Ken mengizinkan Janu membawa Ana? Hahhh ngapain juga aku mengurusi hidup orang lain." Tio membuka laptopnya dan membuang pikirannya tentang urusan Keluarga bosnya.


⬇️⬇️


__ADS_2