Asmara Sang Pelakor

Asmara Sang Pelakor
Perlindungan Ken


__ADS_3

Iska dan Ken beranjak dari tempat tidur hanya untuk makan dan ke kamar mandi. Benar-benar menghabiskan waktu berdua di tempat tidur. Sore hari tiba, mereka bersiap untuk pergi ke restoran dimana akan di laksanakan makan malam bersama kolega-kolega Ken dan Hartanto yang tidak bisa datang di acara pernikahan kemarin.


Di dalam mobil ....


"Sebenarnya aku malu bertemu dengan kolega-kolegamu itu," ucap Iska.


"Tenang saja. Tidak akan ada masalah apapun!" ujar Ken.


Sesampainya di restoran ....


Ken berjalan menggandeng Iska, memang pasangan yang sangat serasi apalagi dengan pakaian yang mereka kenakan. Iska dengan gaun yang menjuntai berwarna hitam dan rambut panjangnya yang di gerai. Sedangkan Ken dengan jas hitam membungkus badan gagahnya itu.


Disana juga sudah ada Hartanto dan Ambar yang menunggu mereka. Ken menyapa setiap orang yang datang dan memperkenalkan Iska juga sebagai isterinya.


"Silahkan di nikmati hidangannya. Nanti kita ngobrol-ngobrol lagi," suruh Hartanto.


Mereka semua menikmati hidangan yang tersaji. Setelah selesai di lanjutkan dengan mengobrol-ngobrol lagi.


Para isteri mengobrol dengan para isteri dan begitupun sebaliknya.


"Ah Jeng menantumu sangat cantik. Lihat badannya yang langsing ini! aku jadi iri ingin kembali ke masa muda dengan badan langsing," ucap salah seorang isteri kolega Ken.


"Ah nyonya terlalu berlebihan," ucap Iska.


"Selain cantik, menantuku juga sangat baik sekali dan sangat sopan sama orangtua." Ambar membanggakan Iska.


Iska hanya tersenyum dan menyimak para ibu-ibu mengobrol.


"Ma, aku ke toilet sebentar ya." Izin Iska.


"Apa harus Mama temani?" tanya Ambar.


"Ah tidak! aku sendiri saja Ma." Iska berlalu pergi dan mencari toilet.


Iska melihat sekitar dan mencari keberadaan toilet. Di sisi lain ada seorang pria yang mengikuti dan memperhatikan Iska. Tidak lama Iska menemukan toiletnya.


"Ah ini dia!" Iska masuk ke dalam toilet kemudian merapikan rambutnya di westafel.


Iska keluar dari toilet, tiba-tiba suara berat menghentikan langkahnya. "Haiii cantik ...."


Resfek Iska berbalik badan dan kaget melihat pria itu sudah berada dekat di hadapannya dan Iska berjalan mundur menjauh. "Siapa anda?"


"Kamu tidak perlu tahu! aku tahu siapa kamu cantik!" pria itu mencoba membelai pipi Iska.


"Jangan macam-macam ya!" Iska mengibaskan tangan pria itu.


"Kamu dulu simpanan suami orang lain, kan? sekarang mau gak jadi simpananku? akan aku berikan semua hartaku untukmu kalau kamu mau!" ucapnya menggoda.


"Brengsek!"


Buuugh ....


Iska menendang ******** pria itu dengan heelsnya yang runcing dan berlari pergi.

__ADS_1


"Hey jangan lari!" pria itu mengejar Iska.


Karena Iska menggunakan heels yang runcing membuatnya kesulitan untuk berlari sehingga terkejar pria itu. Iska melepaskan heels-nya dan kembali berlari, pria itu meraih baju belakang Iska dan menariknya sampai baju Iska robek.


"Ken ... tolong ... Ken ...." Teriak Iska memanggil Ken sambil berlari.


Iska terjatuh di pelukan pria, Iska mendongak dan melihat kalau itu adalah Ken. "Ken ...." Iska memeluk Ken dengan erat menangis di pelukan Ken dan pria itu menghentikan langkahnya saat melihat banyak orang.


Ken melihat keadaan Iska yang tidak baik dan mendapati baju bagian belakang Iska robek. Ken melepas jasnya dan memakaikannya pada Iska. "Tunggu disini!"


Ken menghampiri pria itu dan memukulinya.


Buuugh ... buuugh ...


"Kurang ajar! lelaki tidak sopan!"


Orang-orang yang melihat itu langsung menghentikan Ken.


"Berani-beraninya ya kau mengganggu isteriku!" Ken marah.


Pria itu bangun dengan darah di ujung bibirnya. "Isterimu yang menggodaku!"


"Tidak Ken!" Iska menggelengkan kepalanya.


"Jangan bicara sembarangan ya," ucap Ken. "Lihatlah ini baju isteriku robek bagian belakang berarti kau yang mengejarnya!" Ken memperlihatkan sekilas punggung Iska pada para perempuan.


Hartanto menghampiri Ken. "Ada keributan apa ini?"


"Dia lelaki kurang ajar sudah mengganggu Iska!" tunjuk Ken pada Hartanto.


"Ma-maafkan saya Tuan. Maaf ...." Pria itu memohon.


"Memalukan! harga diri pria tercoreng dengan kelakuanmu yang seperti itu. Bawa dia ke kantor polisi!" suruh Hartanto.


"Jangan Papa. Aku tidak ingin masalahnya jadi panjang!" cetus Iska.


"Biarkan saja Iska!" ucap Ken.


"Lihatlah kebaikan menantuku itu!" tunjuk Hartanto. "Tapi, setiap perbuatan harus ada ganjarannya. Aku mencabut saham di perusahaanmu!"


"Jangan Tuan jangan. Maafkan aku!" penjaga disana menyeret pria itu keluar dari restoran.


"Maaf untuk keributan ini! sepertinya acara saya akhiri sampai disini. Sampai berjumpa lagi lain waktu!" ucap Hartanto.


Semua orang bubar pergi meninggalkan restoran itu. Begitupun dengan keluarga Ken yang berlalu pulang.


Sesampainya di rumah ....


"Papa ...." Panggilan Iska menghentikan langkah Hartanto. "Maafkan aku sekali lagi telah mencoreng nama baikmu!"


"Jangan di pikirkan!" Hartanto berlalu pergi ke kamarnya bersama Ambar.


"Kalian istirahat saja ya!" suruh Ambar.

__ADS_1


Ken memapah Iska berjalan menuju kamar dan mendudukan Iska di sofa kamarnya. Iska hanya melamun memikirkan kejadian yang baru saja di alaminya.


"Jangan di pikirkan sayang ...."


"Aku hanya heran pada orang lain, selalu mengungkit masalaluku dan itu sangat menyakitkan! sebutan pelakor padaku seakan tidak hilang dari diriku," lirih Iska.


"Aku paham betul perasaanmu. Sekarang kamu jangan sedih! ada aku disini. Aku akan selalu menjaga dan melindungimu." Ken memeluk Iska.


"Terima kasih Ken. Tidak salah aku memilihmu menjadi suamiku!" Iska terharu.


"Sana bersihkan dirimu," suruh Ken.


Iska berlalu ke kamar mandi dan berganti pakaian. Tidak lama Iska keluar dan mendapati Ken tidak ada di kamar Tapi, Iska mendengar suaranya dari luar kamar sepertinya sedang menelpon. Iska berbaring di tempat tidur menarik selimutnya dan merasa lelah sehingga membuatnya cepat tertidur.


"Iska ..." Panggil Ken.


Ken mendapati Iska sudah tertidur lelap berselimut. "Ternyata kamu sudah tidur sayang ...." Ken mengelus rambut Iska dan mengecup keningnya. "Selamat tidur isteriku sayang muuuaaachhh ...."


Ken berlalu ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan setelah itu berbaring di samping Iska karena merasakan lelah juga akhirnya tertidur.


Pagi hari yang cerah, Ken terlambat bangun dan meraba di sampingnya Iska sudah tidak ada. "Hmmm Iska kemana?"


"Aku disini!" Iska kembali dari luar kamar. "Bangunlah! ini sudah siang." Iska membuka gorden-gorden yang ada di kamar.


"Huuuaammm ...." Ken menggeliat meregangkan otot-ototnya.


"Apa tidak akan ke kantor?" tanya Iska sambil merapihkan tempat tidur.


"Aku akan ke kantor. Sudah darimana kamu?" tanya Ken.


"Ini hari pertamaku sebagai menantu di rumah ini masa aku bangun terlambat. Aku sudah masak bersama Mama dan mengurusi Ana juga," jawab Iska.


"Aaahhh isteriku emang the best." Ken memeluk Iska dari belakang.


"Ken lepaskan. Cepatlah mandi sana," suruh Iska.


Ken memutar badan Iska agar menghadap padanya. "Berikan dulu aku morning kiss!" pinta Ken.


"Ken cepatlah mandi!"


"Tidak! sebelum aku di beri morning kiss dulu." Rengek Ken.


"Muaaach ..." Iska mencium pipi Ken.


"Sebelah lagi ..." pinta Ken.


"Muaaach ... sana mandi!" Iska melepaskan pelukannya dan mendorong Ken masuk ke kamar mandi.


"I love you isteriku sayang!" teriak Ken dari dalam kamar mandi.


"Ya ampun Ken ada-ada aja!" Iska tersenyum dan menyiapkan pakaian dan segala perintilannya untuk Ken pergi ke kantor.


⬇️⬇️

__ADS_1


__ADS_2