
Iska berjalan dengan anggun memakai gaun yang indah. Di samping kanan dengan di gandeng Hana dan di samping kiri menggenggam tangan Ana.
Isak tersenyum melihat Ken berdiri disana dengan senyuman manisnya sedang menunggu kehadirannya.
Taburan bunga mengiringi langkah Iska menuju meja akad, semua tamu berdiri dari duduknya memperhatikan mempelai wanita yang sangat cantik. Semua orang terpana dengan kecantikan Iska, karena memang Iska terlihat berbeda dan manglingi.
Berbeda dengan Lia, yang terlihat ketus tidak suka. "Awas mas jangan berani-beraninya melihat pelakor itu!" Lia melotot pada Janu yang berdiri di sampingnya.
"Tidak sayang!" ucap Janu manis.
Tidak bisa di pungkiri memang. Kamu cantik sekali Iska, batin Janu.
Hana mendudukan Iska di kursi yang sudah di sediakan di samping Ken. Senyum terpancar dari kedua mempelai tanda kalau mereka sangat bahagia.
"Kita mulai saja ya ..." ucap penghulu dan mengecek berkas-berkasnya. Setelah semuanya selesai maka ijab kobul akan segera di laksanakan.
"Saya nikahkan Mariska khairunnisa binti Farhan joko dengan anda Alfaro Ken Suardji dengan mas kawin seperangkat alat dan satu set berlian 24 krat di bayar tunai ...."
"Saya terima nikahnya Mariska Khairunnisa binti Farhan joko dengan mas kawin tersebut di bayar tunai ...."
"Sah para saksi?"
"Saaaahhh ...."
Semua orang disana bersyukur dan bertepuk tangan bahagia. Di lanjutkan dengan berdoa, lalu bertukar cincin. Iska mencium tangan Ken sebagai hormatnya sebagai seorang isteri dan Ken mengecup kening Iska sebagai tanda sayangnya sebagai seorang suami.
"Sekarang kalian sudah resmi menjadi suami isteri, saling mencintai dan saling melengkapi," ucap penghulu.
Iska menatap Ken dengan sangat dalam.
Kamu sekarang adalah suamiku Ken. Semoga aku bisa menjadi isteri yang baik untukmu, Hati Iska.
Acara ijab kobul selesai dan langsung di lanjutkan acara resepsi di waktu yang sama. Ken dan Iska naik ke pelaminan. Ana duduk di tengah-tengah Iska dan Ken membuat sebagian tamu heran. Tapi, sebagiannya lagi sudah tahu kalau Iska janda.
Lia memperhatikan mereka duduk di pelaminan dengan senyumannya yang tidak lepas dari bibir mereka. "Ingin sekali aku menjambaknya dan membuatnya turun dari pelaminan!"
Lia berpikir dan sepertinya mendapatkan ide cemerlang karena senyuman tersungging di bibirnya. Lia menghampiri salah satu tamu yang sedang membicarakan kecantikan Iska. "Apa kalian semua tahu kalau dulu isterinya Ken itu seorang pelakor. Tapi, untungnya pria itu sadar dan memilih meninggalkannya dan kembali pada isteri sahnya."
"Ah yang benar?" ucap salah satu tamu.
"Ah gak apa-apa kalau gak percaya. Saya sih denger langsung dari orangnya soalnya dia temanku sendiri. Saya permisi ya ...." Lia berlalu pergi dengan harapan orang-orang akan percaya dengan ucapannya.
Lia menyebarkan gosip tentang Iska yang seorang pelakor. Ternyata berhasil, para tamu mulai bergosip dan membicarakan tentang Iska sebagai seorang pelakor.
"Yes berhasil!" Lia merasa menang dan duduk di kursi yang di sediakan menyaksikan hal memalukan sambil meneguk minuman di tangannya.
"Isteri Ken dulunya pelakor?"
"Kenapa sekarang bisa menikah dengan Ken?"
__ADS_1
"Apa pak Hartanto tidak malu ya?"
"Iiih kok Ken mau ya?"
"Cantik sih tapi pelakor,"
"Sekarang statusnya janda punya anak. Padahal anakku masih gadis gak kalah cantik!"
Para tamu sudah mulai berbisik-bisik membicarakan tentang Iska. Sampai terdengar oleh Hartanto.
"Apa-apaan ini?" gumam Hartanto. Hartanto menghampiri Ken dan menariknya untuk berbicara.
"Ken apa-apaan ini? kenapa semua orang bergosip kalau Iska dulu adalah seorang pelakor? siapa yang menyebarkan ini semua?" tanya Hartanto.
"A-aku tidak tahu Pah. Sudahlah jangan di pikirkan! kita bahas nanti saja setelah acaranya selesai," bujuk Ken.
"Memalukan!" Hartanto berlalu pergi dengan wajahnya yang muram.
Ken kembali ke samping Iska.
"Papa bicara apa?" tanya Iska.
"Tidak apa-apa!"
"Ken jangan berbohong. Wajahmu terlihat sangat khawatir," ucap Iska. "Apa tentang para tamu yang bergosip tentangku?"
"Kamu mendengarnya?" tanya Ken.
"Jangan di pikirkan nanti kita bahas setelah acara selesai!" Ken menguatkan Iska kalau semuanya baik-baik saja.
Ken dan Iska bersalaman dengan para tamu yang lumayan banyak.
"Selamat menikah untuk kalian. Aku ikut bahagia dan kalian selalu bahagia juga," ucapan dari Hana.
"Selamat Bro. Doakan aku cepat menyusul juga," pinta Arga.
"Aku tunggu undangannya dari kalian!" ujar Ken.
Mereka benar-benar menikmati acara pernikahannya tanpa menghiraukan gosip yang beredar yang jelas-jelas nama baik Hartanto sedikit tercoreng.
Freya hadir dengan gaya dan riasan melebihi mempelai wanita. "Selamat Kak! aku bahagia kalau Kak Ken bahagia. Walaupun aku tidak suka dengan isterimu ini,"
"Jangan gitu dong Freya," ucap Ken.
"Bye ...." Freya pergi tanpa menyalami ataupun melirik pada Iska.
Begitupun Lia bersikap sama dengan Freya kepada Iska. "Selamat Ken. Aku harap kamu bisa menjaga isterimu ini jangan sampai menggoda suami orang lain lagi!"
"Kak Lia jangan begitu pliis ...."
__ADS_1
"Sudahlah. Bye ...." Lia pergi dan menarik tangan janu agar tidak bicara dengan Iska.
Iska mendengar ucapan Lia yang sangat menyakitkan. Ken berusaha menenangkan Iska, "jangan masukan hati ucapan kak Lia. Kamu tahu sendiri bagaimana sikap kak Lia, kan?"
Iska mengangguk dan tersenyum. "Aku tidak apa-apa!"
Acara sudah selesai dan mereka kembali ke kamar yang disediakan.
Iska menghampiri keluarga Sarni.
"Mbak, Mas, Mbok. Makasih ya sudah mau menjadi wakil keluargaku."
"Iya kita memang keluarga, kan?" ucap Sarni. "Mbak selalu mendoakan yang terbaik untukmu. Selalu bahagia ya ...."
"Mas doakan selalu bahagia dan selalu rukun. Kalau ada apa-apa kamu bisa menghubungi kami dan mendatangi kami," pesan Mas Ali.
"Ndok ... bahagia selalu ya. Jangan lupakan kami apalagi si mbok ini ya ...."
"Ah si Mbok ada-ada aja. Mana mungkin aku melupakan Mbok. Aku akan selalu mengunjungi kalian kok," ucap Iska.
Ken datang dan menghampiri semua orang. "Kalian akan pulang hari ini?"
"Iya. Kalo lama-lama takut betah," mas Ali bercanda.
"Mas bisa aja," ucap Ken.
"Ken, Mbak minta sama kamu tolong selalu jaga Iska ya. Sayangi Iska sepenuh hatimu jangan sakiti Iska, Iska berhak bahagia. Begitupun Ana, kamu harus selalu menyayanginya," isak Iska.
"Itu pasti Mbak. Jangan khawatir ya," ucap ken.
"Kalau begitu kami pulang dulu ya, dadah ...." Keluarga Sarni berlalu pergi. Iska melambaikan tangannya dan merasa sedih karena berpisah dengan mereka.
"Hati-hati di jalan ...."
"Iska, kita ke ruangan sana. Papa sudah menunggu kita," ajak Ken.
Iska berjalan bergandengan bersama Ken menuju Hartanto berada.
Disana semua keluarga sudah berkumpul sepertinya akan membicarakan sesuatu hal yang sangat penting.
"Kalian duduklah!" suruh Hartanto. "Papa malu! semua orang membicarakan keluarga kita seperti tadi!" tegas Hartanto.
"Sudahlah Pa. Tidak usah di bahas toh sudah terjadi juga!" bujuk Ambar.
"Disini namaku yang tercoreng," ujar Hartanto. "Coba jelaskan Ken, Iska!" pinta Hartanto.
Disana ada Lia dan Janu juga. Tentunya Tio juga ada disana.
Wajah Lia senang penuh kemenangan karena Iska dan Ken yang akan kena imbasnya.
__ADS_1
Ken menatap Iska dan mengangguk tanda kalau Ken mengizinkan Iska bicara. Ken menggenggam tangan Iska untuk menguatkannya. Janu terlihat tegang karena takut kalau-kalau namanya di sebut.
⬇️⬇️