
Waktu bekerja sudah selesai dan saatnya semua karyawan pulang. "Aku pulang bersamamu ya Sita. Pesan taxi online aja yu?" ajak Iska.
"Ayo! emang tidak akan pulang bersama pak Ken?" tanya Sita.
"Nanti saja aku ceritakan! Ayo sekarang kita cepat pulang nanti pak Ken keburu keluar dari ruangannya." Iska menarik tangan Sita dan mereka berlalu pergi untuk pulang.
Tidak lama menunggu taxi online yang Sita pesan sudah datang. "Ayo cepatlah Sita."
Mereka berdua pulang. Tidak langsung ke rumah tetapi Iska mengajak Sita untuk ke mall dan membeli peralatan bayi.
"Sebenarnya ada apa sih Iska? kok kamu ngehindar gitu dari pak Ken?" tanya Sita.
"Gak apa-apa! gak ngehindar kok bias aja," jawab Iska.
"Apa kamu takut kalau pacarnya pak Ken itu cemburu padamu?" tanya Sita.
"Kalau di ceritain panjang intinya adalah aku gak mau terlalu merepotkan pak Ken gituh," jelas Iska.
"Emmh ya aku mengertilah!" angguk Sita.
"Temani aku ke mall yu beli baju-baju untuk anakku," ajak Iska.
"Ayo aku juga pengen jalan-jalan dan beli sesuatu juga," Sita setuju.
Mereka berdua pergi ke mall sebelum pulang ke rumah.
Sementara itu Ken mencari Iska dan menanyakan pada satpam juga. Ternyata Iska sudah pulang lebih dulu kemudian Ken menyusulnya ke rumah Hana. Disana juga Hana sudah ada di rumah bersama dengan Arga yang mengantarkan Hana.
"Haiii kalian berdua disini?" tanya Ken pada hana dan Arga.
"Iya! aku mengantarkan client-ku ini!" ucap Arga.
"Mana Iska Ken?" tanya Hana.
"Bukannya Iska sudah pulang lebih dulu?"ucap Ken.
Hana mencoba membuka pintunya. "Masih di kunci Ken berarti Iska belum pulang!"
"Iska kemana dulu yah?" Ken merasa khawatir.
"Ya udah kita tungguin aja di dalem mungkin kena macet." Hana membuka pintunya dan masuk ke dalam rumah.
"Siapa Iska?" tanya Arga.
"Sodaraku!" jawab Hana.
"Emmmh ...."
"Coba telpon Ken!" suruh Hana.
"Telpon saja olehmu! pasti dia tidak akan mengangkat telpon dariku," ucap Ken.
"Emang kenapa sih! kalian ada masalah?" tanya Hana.
__ADS_1
"Jadi aku minta dia untuk menikah denganku karena aku sayang pada anaknya dan biar anaknya juga nanti akan tetap punya Ayah," jelas Ken.
"Iska janda?" heran Arga.
"Suuut jangan ikut campur!" ketus Hana pada Arga. "Kamu sih Ken! menurutku semuanya terlalu cepat kalau kamu minta dia jadi isterimu. Itu tidak akan mudah untuk Iska apalagi dengan luka di masalalunya," jelas Hana.
"Ceritain dong Hana masalalu Iska. Aku penasaran juga tadi juga dia cuman bilang kalau namanya di tempat asalnya udah jelek," ucap Ken.
"Ah jangan ungkit-ungkit masalalu lah!" ucap Hana.
"Tapi aku penasaran banget!" cetus Ken.
"Ah nanti juga pasti akan tahu sendiri." Hana beranjak dari duduknya dan berlalu ke dapur mengambil minum.
Hana menyajikan minum untuk Ken dan Arga. "Minumlah!"
"Makasih Hana! Eh besok kita jalan yu?" ajak Arga pada Hana.
"Besok aku mau pulang ke Jakarta!" jawab Hana.
"Oke aku anterin sampe Jakarta! Eits jangan nolak. Kalau nolak aku batalin kerjasama kita," ancam Arga.
"Ciiih terserahlah!" Hana bergidik ngeri.
Cukup lama menunggu Iska kembali.
Arga melihat jam di tangannya. "Ah ini udah malem. Aku masih ada urusan aku pulang duluan."
"Iya sana pulanglah!" usir Hana.
Tidak lama kemudian Iska pulang dengan menaiki taxi bersama Sita yang mengantarkan Iska terlebih dulu.
"Iska dari mana aja sih? aku sama Hana khawatir padamu!" ucap Ken.
"Ah maafkan saya jadi malah buat kalian khawatir. Tadi saya di ajak Sita ke mall dan tidak sengaja melihat pakaian bayi jadi saya sedikit belanja perlengkapan bayi," jelas Iska dan menunjukannya.
"Kenapa gak bilang padaku sih Iska? aku bisa mengantarmu," ucap Ken.
"Iya Iska Ken atau aku bisa mengantarmu. Lain laki harus bilang ya kita khawatir loh!" tambah Hana.
"Maafkan saya ya sekali lagi. Kalau begitu saya ke kamar dulu mau istirahat karena merasa lelah." Iska pergi ke kamarnya.
"Iska aku ingin bicara ..." panggil Ken.
Iska tidak menghiraukannya dan terus berjalan ke kamarnya.
"Semangat terus Ken!" Hana menyemangati.
"Ya sudah aku akan pulang saja. Besok aku kemari lagi!" Ken pergi.
"Iska kenapa sih?" gumam Hana. Hana menghampiri Iska di kamarnya.
"Iska ..." panggil Hana.
__ADS_1
Trek! Iska membuka pintu kamarnya. "Eh Bu Hana ada apa Bu?" tanya Iska.
"Aku mau bicara denganmu?" Hana duduk di kursi kamar Iska. "Iska kenapa kamu seperti menghindari Ken?"
"Ah mungkin hanya perasaan Bu Hana saja. Saya biasa saja kok Bu," senyum Iska.
"Hemmm ya sudah kalau begitu. Aku besok akan kembali ke Jakarta. Apa perlu panggil mbak Mar tinggal disini? aku khawatir kalau kamu sendiri disini apalagi kamu sudah hamil besar," jelas Hana.
"Ah gak usah Bu. Nanti kalau saya perlu sama mbak Mar tinggal telpon aja," ucap Iska.
"Baiklah! aku ke kamarku yah mau istirahat dulu. Kamu juga istirahatlah!" Hana keluar dari kamar Iska.
"Ya ampun bu Hana. Apa bu Hana tahu kalau pak Ken memintaku untuk menikah dengannya? aku harap bu Hana tidak tahu aku tidak ingin bu Hana marah padaku," gumam Iska.
Iska membersihkan dirinya dan kemudian membereskan semua barang belanjaannya.
"Aku tidak sabar memakaikan semua baju-baju lucu ini padamu Nak!" Iska mengelus perutnya.
Keesokan harinya.
Iska sudah sibuk di dapur dan menyiapkan sarapan untuk Hana karena akan kembali ke Jakarta.
"Bu sarapan dulu. Saya sudah siapkan sarapannya," Iska duduk bersama Hana.
"Makasih Iska. Nanti aku kesini lagi kalau kamu akan lahiran, aku akan menemanimu lahiran dan aku tidak sabar untuk menanti keponakanku," Hana sumbringah.
Ya ampun bagaimana kalau Bu Hana tahu kalau pak Ken ingin menikahiku? memangnya apa lebihnya aku? padahal Bu Hana begitu sempurna. Batin Iska.
"Bu Hana di antar pak Ken ke bandara?" tanya Iska.
"Tidak! aku akan kembali dengan Arga. Arga akan ke Jakarta juga," ucap Hana.
"Emmmh baiklah!" ucap Iska.
Kenapa pak Ken membiarkan Bu Hana pulang bersama pak Arga ya? apa pak Ken sengaja ingin berpisah dengan Bu Hana karena ingin menikah denganku? ya ampun kenapa pikiranku malah kacau seperti ini sih!. Batin Iska.
Tok! tok! seseorang mengetuk pintu.
"Biar saya yang buka Bu." Iska pergi membuka pintu.
"Ah Pak Arga! silahkan masuk. Mau menjemput bu Hana untuk ke Jakarta?" tanya Iska.
"Iya! dimana Hana?" tanya Arga balik.
"Bu Hana masih sarapan. Mari ikut sarapan bersama!" ajak Iska. Arga mengikuti Iska ke ruang makan dan duduk ikut sarapan juga.
"Ngapain ikut sarapan?" ketus Hana.
"Iska yang mengajakku!" jawab Arga santai.
"Ciiih menyebalkan!" gumam Hana.
Iska heran melihat tingkah Hana dan Arga.
__ADS_1
⬇️⬇️