Asmara Sang Pelakor

Asmara Sang Pelakor
Bestfriend


__ADS_3

Iska dan Ana sudah bersiap akan pulang yang akan di antar Ken.


"Kenapa kalian tidak menginap saja disini?" tanya Ambar.


"Besok aku harus kerja Tante," jawab Iska.


"Baiklah. Sering-seringlah main kesini biar Tante ada teman apalagi kalau ajak Ana," ucap Ambar.


Aku tidak tega sebenarnya. Melihat senyuman Tante begitu tulus dan ikhlas, batin Iska.


"Ma, aku anterin Iska dan Ana dulu ya." Ken berlalu masuk ke dalam mobilnya.


"Terimakasih untuk malam ini, kami pulang!" ucap Iska. "Salim sama Oma sayang," suruh Iska pada Ana.


"Oma aku pulang ya ...." Ana melambaikan tangannya.


Ken melajukan mobilnya pulang menuju rumah Iska. Sesampainya di rumah Iska, Ken menggendong Ana yang tertidur.


"Aku pulang ya. Kamu baik-baik di rumah, kalau ada apa-apa hubungi aku saja!" Ken pamit kemudian mengecup kening Iska.


Iska kaget dan mendongak kepada Ken. "Kamu hati-hati di jalan!"


Ken mengangguk dan berjalan meninggalkan rumah Iska.


"Ken tunggu ...." Iska berlari ke arah Ken.


"Apa?"


"Emmmh kamu pastikan pada Pak Ridho ya ..." pinta Iska.


"Iya Iska iya. Kamu jangan terlalu khawatir begitu," ucap Ken tersenyum.


"Baiklah. Bye ...."


Ken melaimbaikan tangannya dan berlalu pergi. Iska menutup pintunya dan berbaring di samping Ana yang sudah tertidur pulas. Iska menatap Ana, "Ana, Mama lihat kamu sangat bahagia karena punya Opa dan Oma. Mama senang kalau kamu senang walaupun hati Mama tidak tenang." Iska mengecup kening Ana.


Hari yang panjang membuat Iska merasa kelelahan sehingga membuat Iska tertidur dengan cepat dan sangat pulas.


Keesokan harinya ....


Seperti biasa Iska berangkat bekerja dengan ojol yang di pesannya tanpa menunggu Ken menjemputnya.


Sesampainya di kantor Iska bertemu dengan Arga di depan kantor dan mereka masuk bersama ke dalam kantor.


"Selamat pagi Pak." Iska membungkukan badannya.


"Selamat pagi Iska."


"Pak Arga sudah ke kantor pagi sekali?" tanya Iska.


"Atasan juga harus tepat waktu," ucap Arga. "Ayo ke dalam bareng aja!"


Mereka jalan berdua dan menaiki lift yang sama juga.


Triing ....


Lift terbuka.


"Saya duluan Pak!" Iska berjalan lebih dulu menuju meja kerjanya.

__ADS_1


"Itu si Iska deket ya sama Pak Arga?"


"Iska datang bersama Pak Arga!"


"Mereka punya hubungan apa?"


Iska mendengar orang-orang berbisik-bisik dan menatapnya seperti tidak suka.


Kenapa mereka menatapku seperti itu ya? batin Iska.


...----------------...


Ken akan berangkat ke kantor dan berpapasan dengan Tio. "Tio, aku ingin bicara denganmu!" Ken berjalan menuju parkiran mobil dan Tio mengikutinya.


"Ada apa Tuan muda?" tanya Tio.


"Apa benar kata Iska, kamu tahu siapa Ayah Ana sebenarnya?" tanya Ken.


"Iya!"


"Lalu kenapa kamu tidak bilang pada Papa yang kamu tahu?" tanya Ken.


"Apa harus saya mengatakan itu?" tanya Tio balik.


"Jangan-jangan kamu punya maksud tertentu menyembunyikan semuanya dari Papa?" curiga Ken.


"Saya hanya membantu Tuan muda!" ungkap Tio.


"Membantu saya?"


"Iya. Kalau Saya beritahu Tuan besar, akan banyak hati yang terluka dan keluarga Mbak Lia juga akan hancur karena pasti Tuan besar tidak akan membiarkan mas Janu begitu saja," jelas Tio.


"Berpisah dengan orang di cintai itu sangatlah tidak enak Tuan!" tegas Tio.


Ken menatap Tio dengan dalam. "Baiklah. Terima kasih sebelumnya."


Ken berlalu pergi dengan mobilnya menuju kantor. Sebenarnya Ken punya rasa khawatir juga soal kebohongannya tentang Ana. Tapi, bagaimana lagi hanya itulah jalan agar Ken bisa menikahi Iska.


Saat mobil Ken keluar gerbang, mobil Lia datang. Lia datang membawakan bingkisan di tangannya.


"Mama, selamat pagi."


"Hai sayang. Pagi sekali kamu sudah kemari? ada apa?" tanya Ambar.


"Ini aku hanya ingin memberikan titipan oleh-oleh dari Papa mertuaku yang baru saja pulang dari Paris," jelas Lia dan menyodorkan bingkisan itu pada Ambar.


Ambar menerimanya dan membukanya. Sebuah tas merek kenamaan terkenal dari paris tentunya tas mewah dan juga mahal. "Ya ampun ini bagus sekali. Mereka tahu sekali kesukaan Mama!"


"Iya dong selalu!" ucap Lia bangga.


"Mama dan yang lainnya akan mempersiapkan pernikahan Ken. Kamu bantu juga, ya?" pinta Ambar.


"Mereka jadi menikah?" tanya Lia. "Papa merestuinya begitu saja?"


"Karena ternyata kebenarannya adalah kalau Ken sudah punya anak dengan Iska!" jelas ambar.


"Anak?"


"Iya"

__ADS_1


"Mereka punya anak dan belum menikah?" heran Lia. "Wanita murahan!"


"Ini kesalahan Ken. Ken sudah mengakui semua kesalahannya dan akan bertanggungjawab penuh dan menikahi Iska!" tambah Ambar.


Iska punya anak dengan ken? berarti dari dulu emang Iska perempuan gak bener. Mana mungkin mengaku perempuan baik-baik tapi di hamili tidak segera minta di nikahi. Aku yakin dia benar-benar perempuan penggoda dan pasti menggoda Ken sampai masuk ke pelukannya, sama seperti yang di lakukannya pada mas Janu dulu! Batin Lia.


"Kenapa bengong aja sih? mau bantuin semuanya, kan?" tanya Ambar membuyarkan lamunan Lia.


"Tidak! aku tidak mau berurusan dengan perempuan seperti itu. Apa Papa tidak memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya seperti apa? kalau orang lain tahu bagaimana? bisa tercoreng nama baik keluarga kita ini," ketus Lia.


"Papa yang memutuskan semuanya. Papa sangat senang karena akhirnya mempunyai cucu kandung makanya Papa begitu antusias," jelas Ambar.


Lia berdiri beranjak dari duduknya. "Jadi Mama menyindirku karena aku tidak memiliki anak sampai sekarang?" Lia merasa tersinggung.


"Bukan begitu sayang ...."


"Itu kenyataannya Mama. Mama sama Papa selalu bilang ingin cucu, ingin cucu, kan? sekarang ... kalian sudah mendapatkannya!" Lia pergi dengan perasaannya yang kesal.


"Lia ... Lia ... Amalia ...." Ambar mengejar Lia.


Lia berjalan dengan cepat dan berlalu pergi dengan mobilnya.


"Lia salahpaham padaku. Maafkan Mama Lia ...."


...----------------...


Saat selesai bekerja, Ken menjemput Iska dan mereka akan malam bersama dengan Arga dan Hana juga.


"Waw double date ..." ujar Arga.


"Kalian duduklah!" suruh Ken.


Arga dan Hana duduk berdampingan berhadapan bersama Ken dan Iska. "Tumben kami di ajak makan?" ujar Hana.


"Kami akan segera menikah. Semua orang sudah setuju!" ucap Ken.


"Waaah akhirnya kalian menikah juga. Aku senang banget! melihat kalian dari awal dan perjuangan kalian juga panjang," ucap Hana.


"Aku juga ikut senang, kalian akhirnya menikah. Kami akan nyusul nanti setelah kalian," senyum Arga.


"Iya doakan saja semuanya lancar ya Bu," ucap Iska.


"Tapi, aku ada satu permintaan pada kalian. Kalian yang tahu kita berdua dari awal, kalian tahu kalau Ana adalah anak Iska dan bukan anakku. Sekarang Ana adalah anak kandungku!" jelas Ken.


"Anak kandung?" Arga dan Hana tidak mengerti.


"Jadi, Papa memberikan restu pada kami karena aku bilang kalau Ana adalah anakku. Kamu tahu sendiri, kan Arga? kalau Papa sangat mengharapkan cucu selama ini," tambah Ken.


"Apa tidak akan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan kedepannya?" tanya Arga.


"Tidak! aku harap tidak selama kalian yang tahu tidak bicara apapun pada semua orang!" tegas Ken.


"Ya aku mengerti. Kami tidak akan bicarakan tentang itu pada siapapun. Aku doakan pernikahan kalian lancar dan di berikan kebahagiaan," senyum Hana.


"Terima kasih Bu, sudah mendoakan dan memberikan dukungan pada kami. Saya juga doakan Bu Hana dan Pak Arga selalu bahagia dan segera menikah juga," ucap Iska.


Mereka berempat adalah sahabat baik dan sekarang menjadi dua pasangan yang akan segera menikah.


⬇️⬇️

__ADS_1


__ADS_2