
Mereka sudah sampai kembali di rumah Hana yang Iska tempati.
"Terima kasih Pak." Iska membungkukan badannya.
"Sama-sama. Kamu baik-baik di rumah," pesan Ken.
"Baik Pak!"
Ken berlalu pulang.
Iska berlalu ke dapur dan mengambil minum. Iska meneguk minumannya dan berpikir kalau ayah anaknya sebaik Ken.
"Bu Hana sangat beruntung mencintai pak Ken yang baik luar biasa seperti bu Hana sendiri. Memang mereka cocok dan aku pikir akan berhasil dalam rumah tangga kalau mereka menikah," gumam Iska.
Iska mulai membuat makanan karena sudah merasa sangat lapar. Niatnya akan makan di luar setelah pulang dari dokter tapi merasa tidak enak pada Ken. Iska hanya membuat mie Instan pakai telor karena malas masak yang ribet.
Saat Iska sedang makan, Iska kaget karena Ken tiba-tiba datang dan langsung masuk.
"Pak Ken?" Iska kaget.
"Kamu ceroboh ya! itu pintu tidak di kunci bagaimana kalau ada orang lain yang masuk. Untung aku yang masuk," ucap Ken.
"Maaf Pak tadi saya haus jadi buru-buru masuk," ucap Iska.
"Ini aku mengantar vitaminmu yang tertinggal di mobil. Pasti ini sangat penting untuk bayimu," Ken meletakkannya di meja makan.
"Ah iya saya lupa Pak. Terima kasih!" ucap Iska.
"Kamu makan apa?" tanya Ken.
"Emmmh mie instan pake telor Pak," jawab Iska hati-hati.
"Sudah aku bilang kamu jangan makan sembarangan apalagi sedang hamil begitu apalagi mie instan tidak sehat! kemarikan." Ken mengambil mangkok mie di hadapan Iska.
"Tapi Pak--"
"Jangan banyak tapi biar aku buatkan makanan untukmu!" Ken memakai celemeknya dan mengecek isi kulkas kemudian masak.
"Tidak usah Pak. Saya juga bisa masak hanya saja tadi saya merasa cape dan malas masak," Iska merasa tidak enak.
"Diamlah duduk saja disana dan tunggu makanannya jadi!" ucap Ken.
Iska menurut dan hanya diam saja mendengar perintah bosnya itu.
Ken membuatkan steak daging dengan sayuran brokoli dan telur rebus. Ken menyajikannya dan memberikannya pada Iska.
"Hanya buat untuk saya saja?" tanya Iska.
"Iya. Saya akan makan mie kamu sayang mubazir." Ken langsung memakan mie-nya padahal itu sudah dingin pasti sudah tidak enak lagi.
"Tapi Pak itu bekas saya," ucap Iska.
__ADS_1
"Gak apa-apa enak!" Ken menyeruput mie-nya.
Ya ampun aku ngiler banget lihat pak Ken makan mie. Aku malah harus makan brokoli! tapi aku tidak suka brokoli bagaimana ini? gak enak sama Pak Ken kalau gak di makan udah cape-cape masakin. Batin Iska.
"Makanlah! gak enak?" ucap Ken.
"Enak Pak enak saya suka." Iska memakannya.
"Sayurnya juga sekalian makan itu sehat loh! makan," suruh Ken.
"Iya saya makan Pak." Dengan perlahan Iska mengambil brokoli dengan garpunya dan memasukannya ke dalam mulut.
Brokoli masih di mulutnya dan di coba untuk di kunyah dan belum sampai di telan Iska memuntahkan kembali brokolinya.
Iska menutup mulutnya dan berlari ke toilet. "Uweeek uweeek ..." Iska muntah. Namanya juga lagi hamil kalau kepancing muntah akan terus muntah.
"Uweeek ... uweeek ..." Iska terus muntah.
"Iska kamu kenapa? kamu keracunan?" Ken panik.
Iska masih terus saja muntah mengeluarkan semua isi perutnya. Ken dengan sigap memijit leher belakang Iska.
Begini ternyata rasanya kalau sedang mual ada yang perhatikan. Ya ampun Iska gak boleh baper gak boleh! Batin Iska.
"Iska apa perlu kita ke dokter? sepertinya kamu keracunan dan parah," ucap Ken.
Iska sudah selesai muntah. "Tidak usah Pak saya baik-baik saja orang hamil biasa seperti ini," ucap Iska.
"Tidak Pak. Hanya kalau pagi saja saat bangun tidur," jelas Iska.
"Ini bukan pagi!" tegas Ken.
"Emmmh saya muntah karena kepancing brokoli, saya tidak suka brokoli sebenarnya," jelas Iska hati-hati.
"Kenapa kamu gak bilang kalau kamu gak suka brokoli jadi tidak akan aku berikan padamu," ucap Ken.
"Saya tidak enak karena Pak Ken sudah repot masak masa gak saya makan," jawab Iska.
"Ini hasilnya apa? gara-gara kamu memaksakan makan brokoli?" ucap Ken.
"Iya Pak maaf saya yang salah," ucap Iska.
"Ya sudah lanjutkan lagi saja makannya pasti lapar lagi,kan?" suruh Ken.
Ken memakan semua brokoli yang ada di piring Iska. "Aku suka brokoli biar aku yang habiskan."
Kenapa Pak Ken baik dan perhatian sih pada saya! hentikan Pak saya takut baper. Batin Iska.
Mulut Ken blepotan karena saus steak dengan sigap Iska mengambil tisu dan membersihkannya. "Maaf Pak."
Mata mereka saling bertemu menatap dalam satu sama lain.
__ADS_1
Pak Ken kenapa bisa sedekat ini dan ... Batin Iska.
Iska memalingkan wajahnya dan berhenti menatap Ken kemudian meletakkan tisunya. "Sudah bersih Pak."
Iska melanjutkan makannya dan Ken juga membersihkan bekasnya memasak.
"Jangan Pak biar saya saja yang bersihkan," ucap Iska.
"Makanlah habiskan! Saya sudah biasa. Lagian juga saya tidak suka kotor dan harus terbiasa bersih." Ken mencuci semuanya.
Jangan baper Iska! Pak Ken hanya kasihan padamu dan juga karena di suruh bu Hana bukan karena dirimu Iska! Batin Iska.
Iska menghabiskan makanannya.
"Aku sudah menyelesaikan semuanya. Apa ada yang perlu aku bantu lagi?" tanya Ken.
"Tidak ada Pak. Sudah cukup terima kasih karena sudah masakin saya dan membereskan semuanya." Iska membungkukan badannya.
"Kalau begitu aku pulang ya. Baik-baik disini jangan lupa kunci pintunya," pesan Ken.
"Baik Pak. Sekali lagi terima kasih." Iska mengantarkan Ken sampai ke teras. Ken berlalu pergi dan Iska masuk ke dalam rumah.
Iska mengunci semua pintunya dan berlalu ke kamar untuk bersih-bersih mandi.
*
Di rumah Ken.
"Baru pulang bos?" tanya Hari yang sedang fokus pada laptopnya.
"Iya!"
"Sudah makan bos? aku udah masak udah tersedia di meja makan," ucap Hari.
"Sudah makan di rumah Iska makan mie instan," jawab Ken.
"Sejak kapan makan mie instan?" heran Hari.
"Sejak tadi. Aku lihat tadi Iska makan mie instan lalu aku larang dan aku buatkan makanan untuk Iska dan mie Iska aku yang makan," jelas Ken.
"Oh gitu! jadi bos mampir dulu ke rumah Iska?" tanya Hari.
"Tadi obatnya ketinggalan di mobilku, aku anterin ke dalam rumah eh Iska lagi makan mie kasian dia kecapean jadi gak masak," tambah Ken.
"Oooh!"
"Ngapain sih tanya-tanya mulu perasaan dari tadi kepo banget!" ketus Ken.
"Maaf bos cuman pengen tahu aja sih!" senyum Hari.
Ken berlalu ke kamarnya untuk bersih-bersih mandi dan Hari fokus kembali pada laptopnya.
__ADS_1
⬇️⬇️