Asmara Sang Pelakor

Asmara Sang Pelakor
H-1


__ADS_3

Apa yang akan terjadi kalau semua orang di sekitarnya sekarang tahu tentang Iska di masalalu. Pasti akan lebih menyakitkan dari lima tahun lalu karena sekarang ada Ana. Iska harus menjaga perasaan Ana juga.


Iska berbaring di samping Ana yang tertidur. "Sepertinya keputusanku kembali ke Jakarta kurang tepat. Bagaimana yah? akan lebih baik jika setelah menikah aku mengajak Ken kembali ke Surabaya, sepertinya itu adalah yang terbaik."


Tidak terasa waktu pernikahan tinggal satu minggu lagi. Iska dan Ken tidak melakukan persiapan apapun karena semuanya sudah di atur oleh Hartanto.


Ken hanya mengundang teman-teman dan rekan kerjanya saja.


"Siapa teman yang akan kamu undang?" tanya Ken pada Iska.


"Tidak ada. Lagipula aku sudah lost contact dengan teman-teman lamaku," jelas Iska.


"Okey baiklah!"


Ambar menghampiri Iska dan Ken. "Iska kemari duduklah bersama Mama disini," ajak Ambar.


Iska mengangguk dan pindah duduk dekat Ambar. "Ada apa Ma?"


Ambar meraih tangan Iska dan kemudian memakaikan sebuah gelang. "Ini gelang warisan turun temurun. Yang di berikan mertua pada menantu perempuannya. Harusnya di berikan pada anak menantu pertama tapi karena anak pertama Mama perempuan dan Ken hanya anak laki-laki Mama satu-satunya maka gelang ini akan menjadi milik isteri Ken."


"Ini suatu kebanggaan untukku Ma. Terima kasih ya!" Iska memeluk Ambar.


"Jaga ya!" pinta Ambar.


Ken memperhatikan Iska dan ambar. "Ah aku senang sekali dua wanita yang aku cintai saling menyayangi."


Iska dan Ambar hanya tersenyum.


"Tio ..." panggilan Ken yang menghentikan langkah Tio. "Aku sudah selesai mencatat semua nama temanku yang akan aku undang di pernikahan kami," Ken memberikan catatan itu pada Tio.


"Baik Tuan muda akan saya kirim undangannya." Tio berlalu pergi.


"Aku tidak melihat Freya ada di rumah," ucap Ken.


"Freya sibuk dengan dunianya sendiri. Apalagi sekarang Freya akan jadi Ambassador salah satu merek pakaian ternama," jawab Ambar.


"Iya itu bagus seperti apa yang di inginkannya menjadi model terkenal," tambah Ken. "Tapi, aku ingin mengobrol dan ada waktu bersamanya. Biar Iska juga lebih dekat dengan Freya."


"Jangankan dengan Iska, dengan Mama saja yang masih tinggal satu rumah tidak dekat karena kesibukannya. Padahal Mama sangat kesepian di rumah sebesar ini," ujar Ambar.


"Sebentar lagi 'kan ada Iska dan Ana di rumah ini dan akan membuat Mama tidak kesepian lagi," ucap Ken.


Sepertinya tidak akan bisa aku bicara pada Ken tentang pindah lagi ke Surabaya setelah menikah. Apalagi aku melihat Mama yang kesepian, batin Iska.


"Iya Ma. Apalagi Ana begitu cerewet dan tidak bisa diam, pasti akan selalu berisik dan membuat heboh!" tambah Iska.


"Ah Mama tidak sabar saat itu tiba," ucap Ambar.

__ADS_1


Mereka mengobrol tentang pernikahan sampai akhirnya Iska harus pulang.


Hari demi hari mereka lalui sampai akhirnya besok adalah hari pernikahan Iska dan Ken.


Mobil jemputan dari keluarga Ken sudah terparkir di depan rumah Iska untuk pergi ke hotel dimana pernikahan akan di laksanakan. Iska akan pergi ke hotel bersama Sarni, suami Sarni, si mbok, dan kedua anak mbak Sarni juga pak RT. Karena memang tidak punya keluarga lain lagi.


Semua orang sudah siap dan menaiki mobil yang sudah menunggu untuk menuju hotel. Sesampainya di hotel, semua orang merasa kagum dan terkejut karena ini adalah hotel mewah di tengah kota langganan para selebritis.


"Iska, kamu akan menikah disini?" tanya Sarni penasaran.


"Iya Mbak. Papa mertuaku yang memilih tempatnya," jawab iska.


Sarni merasa terharu bahagia. "Mbak ikut senang Iska. Ternyata Ken bukan hanya baik tapi kaya juga. Semoga kamu selalu bahagia."


"Jangam nangis Mbak, aku jadi ikutan nangis nanti." Iska menghapus airmata Sarni.


"Yuk kita ke kamar aja. Nanti bisa istirahat disana," ajak Iska.


Mereka di bawa oleh pegawai hotel disana di antar ke kamar yang sudah di sediakan. Kamar yang mewah tentunya kamar terbaik di hotel itu.


Ceklak!


Iska membuka kamar yang di sediakan untuknya. Kemewahan yang ada di balik pintu itu membuat Iska terharu. Iska berkeliling di kamar yang luas itu dan berdiri di jendela yang langsung tersuguhkan pemandangan tengah kota.


"Indah sekali! dunia ini begitu luas tapi hidupku begitu sempit bertemu dengan orang itu lagi orang itu lagi," gumam Iska.


'Akan lebih indah jika melihatnya bersamamu.'


Isi pesan di bawah foto itu.


Tring ... ada balasan dari Ken dan membuat Iska tersenyum ternyata gambar yang sama yang di potret dari sisi berbeda.


'Aku di kamar sebelah. Aku juga melihatnya ....'


Iska hanya tersenyum dan meletakkan ponselnya. Tiba-tiba Ana datang ke kamar Iska. "Mama ...."


"Haiii sayangku ...."


"Mama lagi apa sih?" tanya Ana dengan polos.


"Mama lagi lihat pemandangan," jawab Iska.


Ana bediri di dekat jendela. "Wah indah yah mah. Ana bisa lihat rumah-rumah kecil di bawah sana."


"Anak Mama ini pinter sekali sih ...." Iska memeluk Ana.


Iska menghabiskan malam terakhirnya sebelum di persunting Ken dengan tidur bersama Ana.

__ADS_1


"Nanti kalau Mama sudah menikah, Ana tidurnya sendiri. Di kamar Ana sendiri dengan banyak boneka dan mainan," ucap Iska.


"Ah tidak! aku maunya sama Mama terus."


"Emang Ana masih bayi?" tanya Iska.


"Ana sudah besar Ma. Sebentar lagi juga akan bersekolah, kan?"


"Iya makanya itu, kamu harus terbiasa tidur sendirian," jawab Iska.


"Nanti Mama tidurnya sama siapa? nanti Mama nangis kalau kesepian tanpa Ana,"


"Nanti ada Daddy ...."


"Oke ... oke ... Ana tidak akan khawatir kalau Mama sama Daddy," ucap Ana polos.


Iska dan Ana tidur dengan saling berpelukan.


Sepertinya Ana sangat mengerti Ken dan tahu kalau Ken akan menjagaku, batin Iska.


Sinar matahari sudah muncul dan masuk ke dalam kamar Iska lewat celah-celah gorden yang tidak menutup sempurna.


"Ah sepertinya aku terlambat bangun." Iska beranjak dari kasur dan menyelimuti Ana kembali. Iska berlalu untuk mandi karena sebentar lagi persiapan untuk make up.


MUA yang bertugas mendandani Iska sudah datang dan sudah siap. Iska selesai mandi lalu bersiap di make up.


Hana datang menghampiri Iska. "Ah sebentar lagi kamu akan menikah juga sama Ken."


"Haiii Bu Hana ... iya nih saya deg-degan Bu."


"Tenang jangan tegang," ucap Hana. "Aku merasa bangga karena aku punya andil besar dalam hubungan kalian. Sepertinya kalau waktu itu aku tidak selalu bawel pada Ken untuk menjagamu, pasti kalian tidak akan sampai menikah." Hana senang.


"Iya Bu makasih ya. Mengenalkan saya pada lelaki seperti Ken. Yang sama baiknya seperti Bu Hana dan sangat bertanggungjawab," ujar Iska.


Hana hanya mengangguk dan menunggui Iska di make up sampai selesai karena Hana yang akan menyerahkan Iska ke pelaminan nanti.


Iska memakai gaun yang di buatnya beberapa minggu lalu. Gaun yang sangat indah berwarna putih dengan bertabur swarovski. Berlengan panjang dengan v neck Simple tapi sangat elegant. Rambut yang di tata dengan simple dengan tiara yang cantik menambah kecantikan Iska.


"Ya ampun Iska, kamu cantik sekali. Pasti Ken akan pangling melihatmu," ucap Hana.


Iska berdiri di cermin di kamar itu. Melihat dirinya sendiri memakai gaun pengantin impiannya. Ini adalah pernikahan pertamanya dan berharap menjadi yang terakhir juga.


"Ayo kita ke tempat akad ...." Hana menggandeng Iska.


⬇️⬇️


__ADS_1


__ADS_2