
Iska dan Ken sampai di rumah Iska.
"Terima kasih Ken," ucap Iska.
"Iya. Kita harus secepatnya menentukan tanggal pernikahan kita dan kita bisa tinggal bersama dan membangun keluarga kecil kita," jelas Ken.
"Ah Ken ini sudah malam pulanglah. Aku juga mau menjemput Ana di rumah mbak Sarni," Iska mencoba menghindar dari pembicaraan tentang pernikahan.
"Baiklah. Aku pulang! salam untuk Ana dan mbak Sarni juga." Ken pergi.
"Hati-hati!" ucap Iska. Iska berjalan menuju rumah mbak Sarni menjemput Ana untuk pulang.
"Maaf ya mbak aku kemaleman karena tadi ada urusan mendadak," ucap Iska.
"Iya gak apa-apa!"
"Ayo sayang kita pulang," Iska memapah Ana yang mulai mengantuk. "Aku pulang ya Mbak."
Iska menidurkan Ana setelah itu pergi mandi karena merasa badannya sangat lengket.
Iska menatap Ana yang tertidur lelap. "Ana, Mama ketemu Papa kandungmu! Tapi, Mama tidak memberitahu tentang keberadaanmu. Mama pikir ini adalah yang terbaik." Iska mengecup kening Ana dan berbaring di samping Ana menatap langit-langit kamarnya.
"Ya Allah jalan apa yang sebenarnya sedang aku tempuh ini? kenapa masalalu malah datang kembali di saat aku ingin melangkah menata hidupku lagi. Aku hanya berharap di berikan petunjuk, apa yang harus aku lakukan?" Iska hanya menangis meratapi hidupnya. "Sepertinya aku akan membatalkan pernikahan ini. Ya inilah yang terbaik untuk semuanya, Ana akan tetap bahagia bersamaku dan aku juga tidak akan menghancurkan keluarga Ken, apalagi sepertinya Ken sangat menyayangi mbak Lia dan menghormati Papanya."
Keesokan harinya ....
Iska berangkat ke kantor tanpa menunggu Ken terlebih dahulu sampai akhirnya Ken menyusul Iska sampai ke kantor Arga.
"Ada apa kamu kesini Ken?" tanya Arga yang bertemu Ken di parkiran.
"Aku ingin bertemu dengan Iska. Iska tidak bisa di hubungi dan aku tadi menjemput ke rumahnya Iska sudah berangkat. Padahal semalam baik-baik saja!" jelas Ken.
"Ayolah ke dalam bersamaku!" Arga berjalan bersama Ken masuk ke dalam kantor Arga.
"Sepertinya lebih baik kalian mengobrol di ruanganku saja biar lebih santai," ucap Arga.
"Baiklah! kamu panggilkan Iska biar aku tunggu di ruanganmu," suruh Ken.
Arga berlalu menuju meja kerja Iska. "Iska keruanganku sekarang dan bawa berkas yang aku minta padamu kemarin,"
"Baik Pak!" Iska berjalan mengikuti Arga menuju keruangannya.
Iska kaget saat mendapati Ken ada di ruangan Arga. "Ken!"
"Kalian mengobrol saja. Aku tunggu di luar!" ucap Arga.
"Tapi Pak ini berkasnya." Panggil Iska.
Ken meraih tangan Iska. "Iska ada apa sebenarnya denganmu?"
"Aku baik-baik saja Ken! lepaskan tanganku, ini di kantor Pak Arga jangan seperti ini." Iska mengibaskan tangan Ken.
__ADS_1
"Iya jelaskan dulu sebenarnya apa yang terjadi? semalam masih baik-baik saja tapi kenapa sekarang kamu berubah?" tanya Ken.
Iska menarik nafas panjang dengan berat bingung harus menjelaskan kepada Ken seperti apa. "Sepertinya kita tidak bisa menikah Ken. Aku tidak akan cocok dengan keluargamu dan aku juga merasa kalau kita tidak bisa bersama."
"Apa maksudmu Iska? aku tidak mengerti sama sekali!" tatap Ken.
"Maaf Ken sebelumnya. Maafkan aku karena membawa masuk dirimu terlalu dalam pada kehidupanku. Tapi, aku tidak ingin merusak keluargamu!" jelas Iska.
"Iska jangan berbelit-belit bicara yang sebenarnya!" Ken semakin bingung.
"Ya intinya aku tidak bisa menikah denganmu. Maaf ...." Iska keluar dari ruangan Arga. Arga yang berdiri diluar merasa heran dan menghampiri Ken.
"Iska ..." panggil Ken.
"Woy ada apa?" tanya Arga dan menghentikan langkah Ken mengejar Iska.
"Iska bilang tidak bisa menikah denganku!" jawab Ken.
"Bukannya Iska sudah setuju untuk menikah denganmu dari sebelum-sebelumnya? lalu apa yang terjadi?" Arga penasaran.
"Iya semalam kita makan malam bersama keluargaku. Tapi, ya gituh sikap Papa, sikap Freya bahkan sikap kak Lia kurang baik pada Iska," jelas Ken.
"Ya sudah. Menurutku sekarang biarkan saja Iska menenagkan hati dan pikirannya baru nanti kamu ajak bicara lagi. Atau kamu tanyakan pada Hana barangkali Hana mengetahui sesuatu," saran Arga.
"Iya sepertinya aku harus melibatkan Hana sekarang. Terima kasih ya. Aku ke kantor dulu ...." Ken berlalu pergi.
Ken hanya melihat Iska dari kejauhan tanpa menghampirinya dan kemudian berlalu pergi.
Iska melihat ke arah Ken pergi. "Maafkan aku Ken! aku harap ini keputusan yang terbaik!"
Saat makan siang tiba, Hana sudah ada di kantor Arga dan mengajak Iska makan siang bersama.
"Hai Iska kita makan siang bersama yuk," ajak Hana. "Udah lama kita gak pergi bareng."
"Ah boleh banget Bu." Iska setuju.
"Kalian akan pergi tanpaku?" tanya Arga.
"Ya bolehlah kalau kamu mau ikut!" ucap Hana.
Mereka bertiga pergi ke sebuah restoran di dekat kantor Arga dan memesan makanannya.
"Kamu kenapa?" tanya Hana.
"Apa Ken cerita semuanya pada Bu Hana?" tanya Iska.
"Tidak! aku hanya menebak ekspresimu yang tidak enak itu," ucap Hana.
"Ah maaf Bu. Aku memang lagi banyak pikiran aja!" jawab Iska.
"Cerita padaku. Jangan pendam semuanya sendirian!" ucap Hana.
__ADS_1
Iska hanya menatap Arga merasa tidak nyaman berbicara dengan Hana di hadapan Arga.
"Sana pergi dulu! ini masalah perempuan," ucap Hana pada Arga.
"Oke silahkan! aku pindah meja." Arga pindah meja.
"Ceritalah!" suruh Hana.
"Mantan pacarku Bu. Ayahnya Ana ternyata kakak iparnya Ken," tegas Iska.
Uhuuuk ... uhuuuk ... Hana keselek karena sedang menyedot minumannya. "Apa aku tidak salah dengar?"
"Itu kebenarannya Bu!" ucap Iska.
"Hah masalah apalagi yang akan kamu hadapi Iska. Aku pikir kamu akan hidup bahagia bersama Ken. Tapi, itu malah akan jadi awal mula kehancuran semuanya," Hana khawatir.
"Makanya itu Bu. Aku lebih baik membatalkan pernikahan ini lagi pula Papanya Ken tidak ingin kalau aku menikah dengan Ken," jelas Iska.
"Tapi, apa kamu tahu perasaan Ken bagaimana sekarang? pasti hancur Iska. bertahun-tahun Ken menunggumu dan sekarang saat kalian akan menikah kamu malah membatalkan semuanya," ucap Hana.
"Aku tahu Bu pasti Ken sangat sedih dan marah juga padaku. Tapi, harus bagaimana lagi aku hanya memikirkan Ana sekarang. Aku tidak ingin mas Janu tahu tentang Ana," Iska menangis.
Hana meraih tangan Iska. "Jujurlah pada Ken tentang semuanya!" saran Hana.
"Tapi, itu akan menghancurkan keluarga Ken!" ucap Iska.
"Ya menurutku itu jalan terbaik. Kamu jujur pada Ken semuanya," saran Hana.
"Apa Ken akan memberitahukan mas Janu kalau Ana adalah anaknya?" tanya Iska.
"Tidak mungkin! Aku tahu sesayang apa Ken pada Ana. aku pikir Ken tidak akan melakukan itu," Hana meyakinkan Iska.
"Sepertinya memang benar jujur adalah cara terbaik! aku akan bicara pada Ken dan bilang semuanya Bu." Iska menghapus air matanya.
Hana memeluk Iska. "Aku tahu perjuanganmu dan kamu berhak bahagia. Aku akan selalu membantumu untuk meraih kebahagiaanmu dengan Ana."
"Terima kasih Bu selalu ada untukku dan Ana. Selalu membantuku saat susah dan menjadi penguatku disaat aku kehilangan kekuatan," isak Iska.
"Jangan menangis aku juga jadi sedih." Hana menghapus air matanya.
"Bu, Bu Hana juga harus mendapatkan kebahagiaan, disana ada lelaki yang sangat mencintai Bu Hana. Aku pikir Bu Hana akan bahagia bersama Pak Arga yang begitu mencintai Bu Hana," ucap Iska.
"Aku hanya terlalu pemilih. Mungkin aku belum saatnya menerima Arga," jawab Hana.
"Bu, ada saatnya seseorang lelah untuk mengejar dan akhirnya berhenti," ucap Iska.
Hana termenung memikirkan perkataan Iska itu.
"Sudahlah jangan pikirkan aku. Aku bisa mengatur semuanya, segeralah bicara pada Ken!"
Iska hanya mengangguk.
__ADS_1
Aku akan ikuti saran Bu Hana dan bicara jujur pada Ken. terserah nanti Ken akan bertahan atau malah akan pergi, Aku akan menerimanya! batin Iska.
⬇️⬇️