
"Alhamdulillah..." Aisyah berdiri dan berjalan keluar ruangan.
Setelah menyelesaikan tugas dari dosen, Aisyah segera menyalakan ponsel yang sedari tadi sengaja dia aktifkan dalam mode offline. Begitu ponselnya aktif, segera di carinya nomer ponsel ibunya, dan menelponnya.
"Tuuut... Tuuut... Tuut" Hanya terdengar nada sambung di ujung telpon, tapi ibunya tidak menjawab panggilan Aisyah.
Aisyah berjalan cepat ke luar kampus, sambil berusaha kembali menelpon ibu.
"Tuuut... Tuuut... Tuut" Kembali hanya nada sambung yang terdengar, tapi tidak ada yang menjawab panggilan.
Aisyah melirik jam di pergelangan tangannya.
Jam setengah lima sore. Ibu lagi ngapain sih? kenapa tidak mengangkat panggilan telponku?
Aisyah sedikit resah, karena tadi siang ia sempat mengirimkan alamat rumah kosannya melalui google map, menyuruh ibunya untuk menunggu disana.
Aisyah tidak menyangka, jika ternyata ujiannya lebih lama selesai dari perkiraanya.
Hmm... Sebaiknya aku coba telpon ayah saja.
Aisyah menekan panggilan ke nomor ponsel ayahnya.
"Tuut... Tuut... Tuut..." Terdengar nada sambung di ujung telpon, tapi lagi-lagi, ayahnya pun tak mengangkat panggilan telpon Aisyah.
"Huh...! Ayah dan ibu lagi ngapain sih?? Masa kompakan banget gak ada yang jawab telpon." Aisyah sedikit menggerutu.
Ia terus berjalan, keluar gerbang kampus, dan berdiri di pinggir jalan, untuk menunggu angkot. Aisyah merasa lelah untuk berjalan pulang ke kosan, jadi ia memutuskan untuk naik angkot saja.
Tapi sepertinya, nasib baik sedang tidak berpihak pada Aisyah, hampir lima menit Aisyah berdiri menunggu, ternyata tak satupun ada angkot yang lewat.
"Huuffth...!" Aisyah mendengus perlahan. Ia lalu berdiri, dan berniat untuk mulai berjalan kaki saja.
Baru saja ia berdiri, tiba-tiba sebuah mobil sporty warna merah berhenti tepat di depannya. Kaca jendela mobil terbuka.
"Hai, Aisyah!" Julia melambaikan tangannya dari balik kursi kemudi.
"Oh, hai Julia." Aisyah balik membalas lambaian tangan Julia.
"Mau pulang ke kosan??" Tanya Julia.
"Iya." Sahut Aisyah.
"Naik gih." Julia menyuruh Aisyah naik ke mobilnya.
Aisyah pun masuk ke dalam mobil Julia.
"Udah nyetir mobil sendiri sekarang?" Aisyah bertanya kepada Julia.
"Yes yes yes. Setelah hari ulang tahunku itu, aku langsung melakukan tes drive dan ngurus surat izin mengemudi. So... Sekarang aku gak perlu lalu lagi naik-naik taksi atau minta jemput William."
"Selamat deh Julia, aku ikut bahagia untukmu."
"Gerrrttttt... Gerrrrttt!" Ponsel Aisyah Bergetar.
Aisyah menatap layar ponselnya.
(Ibu calling)
Aisyah segera mengangkat ponselnya.
"Assalamualaikum bu."
"Walaikumsalam."
"Tadi kemana aja sih bu? Aishy telpon gak di angkat-angkat."
"Engg... Ibu... Lagi mandi. Iya, lagi mandi. Jadi gak bisa angkat telponnya."
"Terus, ayah mana? Kog gak di angkat juga telponnya ayah?"
"Ayahmu... Tadi kayaknya ketiduran. Iya, ketiduran."
"Oh, gitu. Ya udah, sekarang ibu dimana? tadi sempat nyari kosan Aishy gak? Aishy baru selesai ujian, ini Aishy baru pulang dari kampus, masih di jalan ini sekarang."
__ADS_1
"Iya, tadi sempat ke kosan Aishy, tapi ibu gak jadi masuk, wong kamunya aja gak di kosan."
"Iya juga sih bu. Oh iya, jadi sekarang ibu dimana? nginep dimana?"
"Ini, ibu di hotel clarion. Aishy langsung kesini saja ya, ibu kangen Aishy... Aishy nginep di hotel saja selama ibu di Jakarta."
"Ya udah, suruh ayah share lokasi hotelnya bu, ntar malam Aishy ke hotel. Sekarang Aishy mau ke kosan dulu, mandi dan ganti baju."
"Oke Aishy sayangnya ibu. Ibu kangeeeen banget sama Aishy."
"Aishy juga kangeen sama ibu."
"Yo wes, assalamualaikum Aishy."
"Walaikumsalam Bu."
Aisyah mematikan ponselnya, dan memasukkannya kembali kedalam tasnya.
"Your mom?" Julia bertanya. Sepertinya tadi dia ikut mendengarkan pembicaraan telpon antara Aisyah dan ibunya.
"Iya, ibuku."
"Your mom ada di sini? di Jakarta."
"Ayahku kebetulan ada urusan dinas di Jakarta, jadi ibuku sekalian ikut kesini."
"Oh... I see." Julia manggur-manggut sambil terus fokus menyetir.
"Oh ya Julia, kamu sendiri mau kemana? Kog bisa kebetulan lewat depan kampusku?"
"Aku mau ke apartemen William."
"Oh, mau ke apartemen kakakmu."
"Yuups, apartemen William, searah kesana." Julia mangacungkan jari telunjuknya ke depan.
"Ngomong-ngomong soal William, bagaimana pendapatmu Aisyah?"
"Ya... Bagaimana pendapatmu tentang kakakku?"
"Hmm... William..." Seketika Aisyah teringat dengan moment saat William mengantarnya pulang usai pesta ulang tahun Julia. Moment dimana Aisyah tiba-tiba merasa tersanjung seketika, saat ia menerima buket bunga mawar 100 tangkai dari William.
"William... Kakakmu itu... Menurutku pria yang cukup baik, dan juga romantis."
"Oh ya...?"
"Kau tau Julia, saat William mengantarku pulang malam itu, usai pesta ulang tahunmu, dia memberiku bunga mawar. Buket bunga mawar yang sangat besar. Dia bilang, itu hadiah perkenalannya denganku. Jujur saja, aku merasa cukup tersanjung gara-gara ulah kakakmu itu."
"Hmm... Aisyah... Bagaimana menurutmu, jika ternyata, sebenarnya William menyukaimu? Apa kau mau jadi kekasih William?"
"Kekasih?" Aisyah mengerenyitkan dahinya.
"Boy friends alias pacar."
"Ha ha ha... Pacar? Gak, aku gak bisa Julia."
"Why? Bukankah katamu, William cukup baik? Atau... Kau sudah memiliki pacar Aisyah?"
"Oh no no no. Maksudku bukan itu. Aky tidak bisa, bukan berarti karena aku memiliki pacar. Aku hanya tidak bisa berpacaran. Tidak mau."
"Why? Haram??"
Mendengar Julia menyebut kata haram, Aisyah pun tiba-tiba teringat dengan William.
Hmm, sepertinya Julia dan William, kakak beradik ini, mereka sama-sama mendapat ajaran yang sama, perihal perkara halal dan haram.
"Ya, seperti itulah kira-kira."
"Lalu, jika kita tidak pacaran, bagaimana nanti jika akan menikah? Kau tidak mungkin menikahi pria yang sama sekali tidak kau kenali. Pacaran ibarat jembatan menuju pernikahan . Is not right?"
"Wrong, big wrong. Pacaran bukan jembatan menuju pernikahan, melainkan jembatan menuju dosa dan maksiat. Maaf Julia, aku harus jujur dalam hal ini."
"It's okay. Aku sudah terbiasa mendengar ceramah agama dari mommy. Mommyku juga orang yang taat beribadah, dia selalu sholat, dan selalu bicara soal haram dan halal."
__ADS_1
"Sebaiknya kau ikuti Mommy mu Julia, kau pun harus sholat, dan taat beribadah kepada Allah. Kamu lihat di KTP mu, kolom agama mu tertulis Islam kan?"
"Of course, i am a muslim. And i proud about it."
"kalau kamu bangga menjadi seorang muslim, kamu harus mulai benar-benar menjadi seorang muslim yang taat."
"Maksudmu, harus memakai jilbab sepertimu?"
"Aku tidak bilang seperti itu, meskipun ya itu benar juga, bahwa jilbab adalah salah satu bukti ketaatan kita sebagai seorang muslim."
"Hmm... I think i can't jika harus pakai jilbab sepertimu. Jakarta panas Aisyah. toh mommy ku juga tidak pakai jilbab."
Aisyah terdiam, ia tak ingin begitu mencampuri urusan pribadi Julia. Tiba-tiba terdengar bunyi pesan masuk di ponselnya.
Aisyah mengambil ponselnya dari dalam tas, lalu membukanya. Ternyata ada pesan watsapp masuk. Ayahnya mengirim peta petunjuk arah, lokasi hotel clarion tempatnya menginap.
"Hotel clarion... " Aisyah bergumam perlahan.
"Kenapa? Kau akan kesana? Ke hotel Clarion?" Tanya Julia.
"Hmm... Ya, ibuku memintaku untuk menginap di hotel clarion. Aku akan kesana, tapi setelah aku mandi dan berganti pakaian."
"Oh, okay." Julia mengangguk-anggukkan kepala.
"Julia, aku turun saja di depan lorong, tak perlu mengantarku sampai di dalam."
"No, aku antar kau sampai depan rumah bibi Nadira."
Setibanya di depan asrama nadira, Aisyah turun dan mengucapkan terimakasih kepada Julia.
"Thanks Julia, sudah mengantarkau pulang."
"Okay,.. itu bukan apa-apa." Julia melambaikan tangannya, lalu kembali memacu mobilnya.
Di dalam mobil, Julia tersenyum-senyum sendirian.
Hmm... William pasti akan senang jika aku memberitahukan hal ini. Sepertinya aku punya misi berikutnya untuk William.
Julia melajukan mobilnya dengan sedikit kencang, menuju apartement William.
_____________Bersambung____________
.
.
.
.
.
.
.
.
Terimakasih sudah mampir membaca Novel Ayat Cinta Aisyah.
Ini adalah karya pertama saya,.
Baruu belajar nulis
Beri dukungannya dengan cara
LIKE dan VOTE ya,..
Tinggalkan salam juga di kolom komentar.
❤️Rohana Kadirman❤️
__ADS_1