AYAT CINTA AISYAH

AYAT CINTA AISYAH
Any Something Wrong !


__ADS_3

Setelah Raisya dan Romi pergi, William bergegas menuju toilet.


William berusaha memuntahkan isi perutnya. Setelah muntah, ia merasa sedikit nyaman, dan otaknya mulai bisa berkerja normal. William tahu, sepertinya ada sesuatu di dalam kopi yang baru saja di minumnya.


William memenuhi wastafel dengen air dingin, lalu ia membenamkan wajahnya ke dalam air.


Setelah merasa lebih segar, William kembali ke ruangannya.


Tak berapa lama, Romi pun datang kembali ke kantor setelah mengantarkan Raisya pulang.


"Any something wrong." Ucap William begitu Romi masuk.


"Ya ya ya... Aku bisa merasakan atmosfir panas antara kau dan Raisya tadi." Ucap Romi sembari tersenyum penuh arti.


"No. Bukan itu maksudku. Ini benar - benar ada sesuatu yang salah. Aku tak bisa mengontrol diriku."


"Mungkin kau begitu menikmatinya, jadi kau kehilangan kendali dirimu. Ha ha ha..."


"Sepertinya kau tak mengerti maksudku Romi." William menyodorkan sisa kopinya yang masih sepertiga isinya ke arah Romi.


"Kau menyuruhku meminum sisa kopimu?" Romi mendelikkan matanya.


"Aku beri kau tugas, cari tahu apa yang Raisya masukkan ke dalam minumanku."


"Wait wait wait. Maksudmu, ada sesuatu di dalam kopimu? Dan kau mencurigai Raisya yang melakukannya??"


"Yes. You know?? Aku tak bisa mengontrol diriku setelah aku meminum kopi ini. Aku sangat yakin Raisya memasukkan sesuatu ke dalam kopinya."


"Hmm..." Romi mengambil cangkir kopi William, lalu ia mendekatkan crde. Mengendusnya. "Bau kopi. Tak ada bau yang aneh."


"Aku menyuruhmu mencari tahu apa yang ada di dalam kopiku, tapi bukan dengan hidungmu."


"Aku hanya penasaran saja." Romi mengembalikan cangkir kopi William ke atas meja. "Jangan khawatir, aku akan mengurusnya."


"Baiklah, apa yang kau bawa tadi?" William membuka kantung makanan yang tadi di bawa oleh Romi.


"Aku membawa cola dan kudapan. Ada juga ayam goreng. Ku pikir kau dan Raisya lembur dan pasti kelaparan tengah malam. Ternyata kau benar - benar 'lembur' dengan Raisya. Ha ha ha."


"Untung kau datang di saat yang tepat. Kau benar - benar dewa penolong. Oh ya, ngomong - ngomong bukannya malam ini kau bilang akan nonton dengan ibumu?"


"Ibuku salah mengingat tanggal. Tadi sudah tiba di bioskop, dan ternyata film yang dia tunggu - tunggu, penayangannya masih pekan depan. Jadi ibuku malas menonton, dan minta kembali pulang ke rumah."


"Oh... Syukurlah, itulah cara Tuhan menolongku dari Raisya." Ucap William sambil mencomot sepotong ayam goreng.


Romi pun mulai ikut menikmati makanan dan minuman yang tadi di bawanya.


Setelah selesai makan, William memutuskan untuk pulang. "Aku sudah kenyang, dan sekarang aku mau pulang. Aku sudah kehilangan mood kerja malam ini. Bagaimana denganmu?"


"Aku juga harus pergi sekarang. Bukankah kau memberiku tugas khusus?? Jadi, aku akan membawa kopi ini ke suatu tempat." Romi menunjuk gelas kopi William di depannya.


"Baiklah, aku mengandalkanmu kawan."


***


Romi masuk ke dalam mobilnya, lalu menelpon seseorang.


"Assalamualaikum."

__ADS_1


"Walaikumsalam."


"Hai Vina, semoga telponku tidak mengganggumu."


"Hmm... Kau sangat mengganggu. Kau tahu itu."


"Ha ha ha... Maafkan aku, tapi aku butuh bantuanmu. Kau dimana sekarang?"


"Kau tahu aku dimana Romi, kecuali weekend, aku baru di rumah."


"Baiklah, aku ke lab mu sekarang."


"Sepertinya ada sesuatu yang urgent?"


"Aku membawa sisa kopi milik boss ku."


"Oke oke, baiklah. Aku tunggu sekarang."


Romi memacu mobilnya, menuju laboratorium milik sahabatanya, Vina.


***


Romi tiba di laboratorium milik Vina.


"Selamat malam Dokter Vina."


"Ah, kau ini. Masuklah Rom."


"Terimakasih."


"Jadi, apa yang bisa ku bantu?" Tanya Vina begitu Romi masuk.


"Baiklah. Aku akan mencobanya. Kau bisa kembali kesini besok pagi untuk melihat hasilnya."


"Kau mengusirku sekarang untuk pergi?"


"Oh, maksudku bukan begitu. Tapi hasil lab nya memang baru bisa di lihat setelah 8 jam. Aku sama sekali tidak keberatan jika kau ingin menungguinya di sini. Ha ha ha." Ucap Vina sembari tertawa. Ia kemudan berjalan ke arah kulkas, dan mengambil 2 botol jus buah kemasan.


"Hanya ini yang aku punya. Minumlah." Vina memberikan satu botol jus buah kepada Romi. Lalu ia membuka satu botol lainnya, dan meminumnya sendiri."


"Bagaimana kabar si kecil Lily?" Tanya Romi sambil membuka botol jusnya. Lili adalah putri Vina.


"Lily semakin pintar, dia sudah mulai les piano. Oh iya tak lama lagi Lily berulang tahun yang ke 4, kau harus menyiapkan kado untuknya."


"Kabari saja aku, kapan acara ulang tahunnya."


"Baiklah aku akan mengabarimu. Ngomong - ngomong, bagaimana dengan dirimu sendiri?"


"Seperti yang kau lihat Vina, aku sehat pekerjaanku lancar."


"Syukurlah. Tapi sebenarnya aku bertanya kabarmu secara khusus. Kenalkan aku dengan kekasih barumu."


"Hhhh... Aku masih bahagia sendirian Vina."


"Ayolah Romi. Nita sudah menjadi milik orang lain. Kau harus bisa muve on sekarang."


"Ini bukan tentang aku bisa melupakan Nita atau tidak. Hanya saja, aku memang belum menemukan orang yang tepat."

__ADS_1


"Baiklah Romi, aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu." Ucap Vina sambil tersenyum.


Setelah menghabiskan jus nya, Romi pun pamit pulang.


***


Keesokan harinya, sebelum ke kantor, Romi kembali menemui Vina di laboratoriumnya.


"Kopi yang kau bawa semalam, positiv mengandung sildenafil." Ucap Vina.


"Apa itu sildenafil?"


"Sildenfil adalah zat atau obat yang di gunakan untuk therapi disfungsi ereksi dan hipertensi arteri paru - paru."


"Kau harus mempermudahnya untukku, Vina."


"Hmm... Kau tahu viagra, Romi?"


"Meski tak pernah memakainya, tapi tentu saja aku tahu apa itu viagra."


"Jadi, sildenafil adalah kandungan yang ada dalam viagra, revatio dan berbagai obat sejenisnya."


"Oke, baiklah. Aku mengerti. Terimaksih banyak atas bantuanmu Vina."


Setelah dari tempat Vina, Romi segera memacu mobilnya menuju kantor. Ada hal yang harus segera ia lakukan.


Sesampainya di kantor, Romi bergegas menemui petugas di ruang cctv untuk mengecek sesuatu.


Setelah mendapatkan apa yang ia cari, Romi tersenyum lega.


_____________Bersambung____________


.


.


.


.


.


.


.


.


Terimakasih sudah mampir membaca Novel Ayat Cinta Aisyah


Ini adalah karya pertama saya,.


Baruu belajar nulis


Beri dukungannya dengan cara


LIKE dan VOTE ya,..

__ADS_1


Tinggalkan salam juga di kolom komentar.


~Rohana Kadirman


__ADS_2