AYAT CINTA AISYAH

AYAT CINTA AISYAH
Kamar 314


__ADS_3

Aisyah tiba di depan hotel clarion. Ia turun dari dalam mobil, dan segera masuk ke dalam.


Setibanya di lobby hotel, Aisyah duduk di sofa yang terlihat kosong dan segera menelpon ibunya.


"Assalamualaikum bu?"


"Walaikumsalam."


"Bu, Aishy sudah di lobby. Ibu di kamar nomer berapa?"


"Lantai 8, kamar 311. Ibu juga sudah bookingkan kamar untukmu di sebelah kamar ibu, nomer 313."


"Baik bu, Aishy langsung ke atas saja."


"Ambil dulu kunci kamarmu di lobby, gak bisa naik lift kalau gak pakai kunci kamar."


"Oh iya, oke bu. Tunggu Aishy di kamar ya."


Aisyah berdiri, dan melangkah menuju meja lobby untuk mengambil kunci kamarnya. Belum sempat Aisyah bicara dengan CS hotel di meja lobby, seseorang tiba-tiba menyapanya dari belakang.


"Hai, Aisyah..."


Aisyah menoleh kebelakang. Seorang pria memakai setelan jas warna dongker tersenyum manis menyapa dirinya. Tak lain dan tak bukan, dia William.


"Oh, hai William." Aisyah merasa sedikit terkejut, karena William tiba-tiba saja muncul di belakangnya. Ia tak menyangka akan bertemu dengan seseorang yang mengenali dirinya di hotel itu.


"Kau menginap disini malam ini?"


"Iya, orang tuaku datang dari Jogja, dan mereka menginap disini. Jadi, aku menginap disini." Aisyah menjelaskan kenapa dirinya bisa berada di hotel. Tentu dia tak ingin, orang lain merasa salah paham, kenapa seorang mahasisiwi yang tinggal di asrama, bisa keluyuran menginap di hotel.


"Kau sendiri??" Aisyah bertanya kepada William.


"Aku... Ehmmm, aku ada meeting dengan klien. Dan, klien ku itu juga juga menginap disini." William terpaksa berbohong. Karena, ia sebenarnya sama sekali tak ada meeting dengan siapa pun di hotel clarion.


"Oh, ya ya. Aku bisa melihatnya, kau memakai pakaian resmi. Baiklah Will, aku harus segera naik ke atas, ayah dan ibuku sudah menunggu" Ucap Aisyah segera.


"Yes sure. Aku juga harus segera menemui klienku," William pura-pura melihat jam tangannya.


Aisyah berbalik lagi ke meja lobby, dan berbicara dengan CS hotel di meja lobby.


"Saya mau ambil kunci kamar 313."


"Kamar 313. Baik, ini kuncinya." Ucap CS lobby sambil menyodorkan sebuah room card keatas meja. Aisyah segera mengambilnya, dan beranjak dari meja lobby.


"Aku duluan Will." Aisyah kembali menyapa William, karena William masih di meja lobby juga.


"Ya silahkan. Senang berjumpa denganmu disini Aisyah."


Aisyah tersenyum, kemudian berlalu meninggalkan William, dan berjalan menuju lift.


Aisyah mesuk ke dalam lift, dan naik ke lantai 8.


***


Setelah Aisyah pergi, William mendekati CS lobby dan berbicara dengannya.

__ADS_1


"Silahkan, ada yang bisa kami bantu pak?" Tanya seorang CS lobby wanita dengan ramah.


"Kamar 313, ada di lantai berapa?"


"Di lantai 8 pak. Bapak mau check in juga? atau bapak baru mau mau booking?"


"Saya mau booking, kamar di lantai 8, yang berhadapan dengan kamar nomer 313."


"Baik pak, tunggu sebentar saya cek kan." CS wanita itu kemudian sibuk dengan komputer di depannya. Setelah mendapatkan informasi yang di carinya, ia kembali berbicara kepada William.


"Kamar 314 lantai 8, malam ini kosong. Tapi besok, jam 2 siang, sudah ada tamu yang booking. Bapak rencana menginap berapa lama? Jika menginap hanya untuk malam ini, kamarnya 314 bisa bapak booking."


"Saya belum tau, harus menginap berapa hari di sini."


"Kalau begitu, saya rekomendasikan bapak untuk ambil kamar lain saja ya pak."


"Begini. Anda lihat gadis yang tadi baru saja mengambil kunci kamar 313 tadi?"


"Iya pak, tentu saja saya lihat. Saya yang memberikan kunci kamarnya barusan." Ucap CS wanita itu sambil tersenyum ramah.


"Dia namanya Aisyah. Dan dia kesini karena orang tuanya juga menginap disini. Dan anda tahu? Saya sedang berjuang untuk mendapatkan hati Aisyah. Jadi saya butuh bantuan anda. Saya harus mendapatkan kamar di depan kamar Aisyah."


"Iya Pak, kami mohon maaf sekali. Seperti yang sudah saya bilang tadi, jika bapak hanya menginap satu malam, bapak bisa menempati kamar 314, tapi jika bapak berencana menginap lebih dari satu malam, maka bapak saya rekomdasikan ke kamar lain. Karena kamar 314, besok sudah ada yang booking. Jadi kami sangant minta maaf, tidak bisa membantu bapak." CS wanita itu menangkupkan kedua telapak tangannya dan menganggukkan kepala.


"Kenapa tidak pindahkan saja ke kamar lain? Tamu yang booking kamar itu, kan masih besok, jadi masih ada waktu untuk reservasi ulang."


"Mohon maaf pak, kebetulan besok, semua kamar dengan type deluxe full semua, jadi kami tidak bisa reservasi ulang untuk pindahkan kamar."


William terdiam, ia sedang berfikir sejenak. Ia tak ingin rencananya yang sudah ia susun rapi, semuanya gagal. Sebuah ide brilliant tiba-tiba melintas di kepalanya.


"Baik, tunggu sebentar ya pak, akan saya konfirmasi dulu ke bagian reservsi kamar." CS wanita itu kembali duduk, kemudian menelpon seseorang. Setelah selesai menelpon, kemudian ia kembali berbicara kepada William.


"Baik pak, jika bapak menginginkan demikian, kami bisa membantu."


"Thanks!" William mengacungkan jempolnya. Kemudian ia pun melakukan pembayaran, check in, dan setelah mendapat kunci kamar 314, ia pun segera melesat ke dalam lift, menuju lantai 8.


Sesampainya di depan kamar 314, William menatap pintu kamar 313 yang tepat berada di depan kamarnya.


Malam ini, kita akan tidur seatap Aisyah. Meskipun kita beda kamar.


William kemudian masuk ke kamarnya.


***


FLASHBACK.


William bergegas mengendarai mobil porsche-nya menuju hotel clarion. Hotel clarion letaknya persis di sebelah gedung kantornya.


Sesampainya di hotel clarion, William masuk ke lobby dan mencari kursi tunggu yang menghadap tepat ke arah pintu masuk hotel.


William memesan segelas moccachino, dan mulai menikmatinya. Sementara matanya, terus mengarah ke pintu masuk, mengawasi setiap orang yang masuk melalui pintu itu.


Hampir satu jam William menunggu, ia mulai merasa jenuh.


Jangan-jangan, Aisyah sudah di kamarnya? Mungkin aku terlambat datang?

__ADS_1


William terlihat bimbang.


Mungkin sebaiknya aku pulang saja? atau aku harus menginap di sini malam ini, dan berharap saja semoga bertemu Aisyah secara tiba-tiba di hotel ini.


Tapi, mungkinkah? hotel ini setinggi 15 lantai? Mungkinkah aku bisa bertemu dengan Aisyah jika aku tak tahu dia menginap lantai berapa dan di kamar nomer berapa? Impossible. Kemungkinanya sangat kecil.


William mulai gundah. Dan akhirnya dia memutuskan untuk kembali pulang. Baru saja ia berdiri dari kursinya, tiba-tiba seorang gadis berjilbab yang sudah di tunggunya dari tadi, masuk di pintu yang sedari tadi di awasinya.


Itu dia. Itu Aisyah!


Hati William melonjak gembira. Ia kembali duduk di kursinya, dan mengamati Aisyah dari kejauhan.


Begitu masuk, di lihatnya Aisyah langsung duduk di salah satu sofa, dan melakukan panggilan telpon dengan seseorang.


Sesaat kemudian, di lihatnya Aisyah berdiri dan menuju meja lobby.


William pun bergegas, melangkah cepat menghampiri Aisyah di meja lobby.


Aku harus tahu, di kamar mana Aisyah menginap malam ini.


***


_____________Bersambung____________


.


.


.


.


.


.


.


.


Terimakasih sudah mampir membaca Novel Ayat Cinta Aisyah.


Ini adalah karya pertama saya,.


Baruu belajar nulis


Beri dukungannya dengan cara


LIKE dan VOTE ya,..


Tinggalkan salam juga di kolom komentar.


 


❤️Rohana Kadirman❤️

__ADS_1


__ADS_2