Benang Merah (Oshi No Ko > Aqua X Kana)

Benang Merah (Oshi No Ko > Aqua X Kana)
Satu Hari di Peternakan


__ADS_3

Kana sudah berdiri di depan kandang sapi peternakan milik keluarga Ishigami, dengan topi hitam, overall denim dan baju lengan panjang berwarna biru gelap. Ia mengikat rambutnya untuk mempermudah geraknya pagi itu.


"Kau selalu jadi yang paling rajin." Ishigami tersenyum menatap Kana. "Hari ini kita kedatangan orang baru, jadi kau bisa membantunya sebisamu."


Dengan kaos hitam dan celana panjang hitam Aqua masuk ke dalam kandang sapi, tidak lupa sepatu boot berwarna hijau army.


Kana membulatkan matanya, memastikan matanya tidak salah lihat. Semalam ia memang mendengar suara Aqua, tapi dia tidak percaya bahwa yang berdiri di hadapannya kini benar Aqua. Rambutnya sudah diwarnai menjadi warna hitam sesuai saran dari ayah Kana, Arima Akino.


"Hisashiburi, Arima…." Aqua mengangkat tangannya.


Masih kaget dan berusaha untuk mencerna apa yang sedang terjadi dihadapannya. Kana tidak mengerti, apakah ini salah satu dari mimpinya dan dia masih tidur, atau ini memang sebuah kenyataan?


"A--Aqua!" seru Kana akhirnya.


Akhirnya Kana menyebut nama Aqua tanpa berteriak meminta tolong. Ada perasaan lega ketika melihat Kana tidak takut ketika melihatnya. Bahkan Aqua melebarkan senyumnya, melangkah mendekati Kana.


"Kenapa kau bisa di sini?" tanya Kana dengan suara nyaring. Wajahnya nampak semakin bingung dan semakin tercengang ketika Aqua tersenyum lebar ke arahnya.


"Mohon bantuannya hari ini, senpai." Aqua membungkuk sopan sambil menahan tawa melihat ekspresi Kana yang sangat ia rindukan. 


"Senpai?" Kana setengah berteriak untuk menghilangkan rasa groginya. "Panggil seperti biasa saja! Terdengar menggelikan!"


"Ternyata kau benar Arima Kana ya," ucap Aqua sambil menutup mulutnya dan mengalihkan wajahnya, menahan tawanya. Suasana perbincangan dengan Kana adalah hal yang paling dirindukan Aqua. Walaupun sekarang mereka terkesan canggung, tapi rasanya sangat menyenangkan.


"Kenapa bisa ada dia di sini?" tanya Kana pada Ishigami.


"Dia sedang belajar tentang peternakan dan pertanian untuk drama yang ia mainkan tahun depan." Ishigami menjawab seraya memberikan sebuah ember besi pada Kana. "Kau ajari dia ya, aku harus mengawasi kandang lain."


Kana membuka mulutnya tidak percaya. Bahkan Ishigami sudah melangkah keluar kandang sapi tanpa memberikan instruksi apapun lagi padanya. Selain Kana, ada beberapa pekerja lain yang membantu mengurus peternakan Ishigami, untuk kandang sapi, dengan sapi yang lebih sedikit ini Kana yang mengurusnya bersama Karma.


"Jadi, apa yang harus dilakukan?" tanya Aqua menyadarkan Kana dari ekspresi kesalnya pada Ishigami.


Tidak ingin berkutat dengan pikirannya tentang Aqua, Kana akhirnya meraih ember besi dan memberikannya pada Aqua.


"Pakai maskermu, ambil kereta dorong di luar, mereka harus diberi makan dulu." Kana melangkah keluar setelah memakai masker dengan benar.


Aqua mengikuti langkah Kana keluar kandang. Seperti kata Kana mereka menyiapkan makanan sapi di luar kandang. Menumpuk beberapa jerami ke dalam kereta dorong, membawanya masuk dan meletakkannya di tempat makan khusus para sapi.


Masuk kembali ke dalam kandang dengan kereta dorong penuh makanan. Kana dengan cekatan bahkan tanpa berbicara mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Aqua yang pada dasarnya sudah cerdas, dengan mudah membantu Kana tanpa mengeluh dan bertanya. Karena Kana sudah sangat lihai melakukan beternak sapi.


"Kau boleh istirahat. Aku akan memandikan beberapa sapi bersama pekerja yang lain." Kana membuka masker dan sarung tangannya, menarik napas. Wajahnya sudah memerah, tanda ia kelelahan.

__ADS_1


"Apa ini pekerjaanmu setiap hari?" tanya Aqua saat mereka duduk di depan pintu kandang sapi.


"Aku hanya bekerja setengah hari saja, tidak seperti yang lain sampai sore." Kana menjawab seraya meminum air dari botolnya.


Tidak disangka, pekerjaan memberikan makan sapi ternyata sangat melelahkan. Padahal hanya menumpuk jerami dan bolak-balik ke kandang sapi. Kereta dorong yang digunakan tadi sangat berat. Tidak habis pikir oleh Aqua, Kana dengan tubuh kecilnya bisa melakukan pekerjaan seperti ini setiap hari.


"Aku bantu mandikan sapi, aku juga perlu tahu caranya." Aqua ikut berdiri, mendekati Kana.


Pemuda bermata biru itu memang sudah kelelahan, tapi melihat Kana yang masih ada kegiatan, ditambah tidak ada keluhan dari mulutnya, membuat Aqua tersadar bahwa dia harus ikut bersama Kana dan banyak belajar darinya.


Kana memasang kembali sarung tangannya. Ia meraih ember, sikat dan sabun untuk memandikan sapi di kandang. Aqua membuntut di belakang Kana. Berkali-kali sudah Aqua memuji Kana yang sangat cekatan dan sangat lihai melakukan pekerjaannya. Tidak pernah terlintas di pikiran Aqua bahwa ia akan melakukan pekerjaan memandikan sapi dan bekerja di peternakan seperti ini.


"Kau harus memandikan sapinya dulu, setelah itu kau bisa memerah susunya untuk diberikan kepada anak-anak sapi di kandang lain." Kana menjelaskan seraya menggosok tubuh sapi dengan sikat. "Untuk pembersihan kandang di sini, sudah ada pekerja khususnya. Jadi, kalau kau mau bertanya bisa bertanya langsung ke petugasnya."


Aqua menggosok bagian kaki sapi sambil mendengarkan penjelasan Kana. Berbeda dengan dulu dimana Kana selalu mengoceh panjang lebar tentang apa pun yang dia lihat, terutama tentang Aqua. Tapi, sekarang Kana lebih sering bicara langsung pada intinya tanpa ingin mengomentari banyak hal. Apa karena dirinya masih trauma, atau karena memang belum terbiasa untuk mengobrol dengan Aqua lagi?


"Ayo ke sapi yang lain!" ajak Kana sambil melangkah ke sapi lain di dalam kandang.


Ada sekitar lima sapi dalam kandang yang diurus Kana. Petugas lain ikut membantu Kana sesuai perintah Ishigami. Beberapa yang lain ada yang sibuk membersihkan kandang, ada juga yang mencari pakan sapi untuk siang nanti.


Kana menyodorkan ember pada Aqua. "Ini yang paling seru…." Kana tersenyum lebar seraya berjongkok di bawah kaki sapi. 


"A-kun…." panggil Kana ragu. Aqua menatap Kana. "Pakai ini, dan lihat yang aku lakukan."


Aqua mengoles tangannya dengan gel. Kana memegang dua ****** sapi dengan kedua tangannya, dengan lembut ia menekan ****** sapi hingga keluar susunya. Memastikan semua ****** sudah keluar susunya, Kana menatap Aqua lagi.


"Mendekatlah, kau harus mencobanya." 


"Apa itu mudah?"


"Di coba dulu, nanti aku ajari." Kana menjawab seraya merubah posisinya. 


Aqua mendekati Kana dan mencoba memegang ****** sapi. Menekannya pelan, tapi tidak keluar susunya sama sekali. Aqua kembali mencoba.


Kana terkekeh pelan. "Lembut itu bukan pelan." Kana memberikan contoh pada Aqua dan keluar susu dari ****** sapi.


Aqua kembali mencoba dan susu yang keluar sedikit. Ia menatap Kana yang begitu menikmati memerah susu sapi. Bahkan dia tidak terganggu dengan bentuk ****** sapi atau kaki sapi dan lain sebagainya. 


"Seperti ini!" Kana memegang jari Aqua dengan jarinya, memberikan contoh pada Aqua. "Mudahkan? Susu yang keluar juga banyak. Kalau kau tidak benar mengeluarkan susunya, nanti sapinya sakit." Kana tersenyum dan segera menarik jarinya dari tangan Aqua.


"Kenapa tidak pakai mesin perah?" tanya Aqua.

__ADS_1


"Karena penduduk di sini sangat bergantung pada peternakan dan pertanian Ishigami, jadi Ishigami-san tidak membeli alat-alat canggih. Agar semua penduduk bisa bekerja dan menghasilkan uang." Kana menjawab sambil terus memerah susu sapi. "Penduduk desa ini hanya ada 50 kepala keluarga saja. Pendidikan di daerah sini juga hanya sampai SMP saja. Saat SMA mereka harus ke desa lain untuk melanjutkan belajar."


Aqua masih memerah susu sapi dengan telinga yang mendengar penjelasan Kana. Ia tidak percaya dua tahun tidak bertemu Kana, gadis itu sudah terdengar seperti orang lain. Cara bicaranya lebih dewasa dan tenang.


"Kenapa kau bisa sampai di sini?" tanya Aqua.


Kana menghentikan tangannya, menatap ember berisi susu yang sudah terisi setengah itu. Tatapannya sulit diartikan oleh Aqua.


"Ayahku bekerja di sini, jadi aku ikut dengannya ke sini," jawab Kana.


"Apa kau senang hidup di sini?" tanya Aqua kali ini ia menatap mata Kana.


"Tentu saja!" jawab Kana dengan senyum mengembang. "Aku bahkan tidak ingin kembali ke Tokyo, aku takut pergi ke sana."


Aqua mengalihkan pandangannya. "Di mana pun kau hidup, semua tempat terasa menyenangkan," ucap Aqua dan kembali memerah susu sapi.


Kana memicingkan matanya heran. "Kau selalu membuat orang lain salah paham ya, Ah-kun…."


Aqua tersenyum tipis, ada semburat merah di pipinya. Dadanya seperti ada yang ingin meledak, menggelitik dirinya untuk terus tersenyum. Pekerjaannya hari ini, membuatnya tersadar bahwa Kana memang menjadi panutannya.


...****************...


"Waaah! Lelahnya!!!" seru Kana keluar dari kandang sapi siang itu. Bersiap untuk makan siang yang disediakan Ishigami padanya dan Aqua.


"Di mana rumahmu?" tanya Aqua pada Kana dan berusaha mengejar Kana.


"Di belakang klinik," jawab Kana. "Ah-kun, apa semalam kau menemuiku di klinik?" tanya Kana seraya melirik Aqua di sampingnya.


"Kau pingsan saat aku baru tiba di desa, dan bocah-bocah itu meminta tolong padaku untuk membawamu ke klinik."


"Kau mewarnai rambutmu apa karena semalam aku menakutimu?" tanya Kana lagi.


"Sepertinya aku yang menakutimu." Aqua menjawab tanpa menatap Kana.


Sejujurnya itu menyakitkan untuk Aqua. Melihat Kana yang seperti kerasukan saat melihat dirinya. Tapi, Aqua ingin sekali tetap bisa bicara dan menjadi akrab dengan Kana. Jadi, ia mewarnai rambutnya dengan warna hitam dibantu Ishigami.


"Pasti kau ketakutan ya? Aku dengar dari ayah kalau aku kambuh bisa sampai berteriak seperti orang gila." Kana menutup mulutnya dan terkekeh pelan.


"Maaf ya, Arima…." Aqua menghentikan langkahnya. "Karena aku kau semakin menderita…."


...****************...

__ADS_1


__ADS_2