Benang Merah (Oshi No Ko > Aqua X Kana)

Benang Merah (Oshi No Ko > Aqua X Kana)
Akhir Musim Dingin (1)


__ADS_3

Satu bulan sudah Aqua melakukan syuting untuk drama terbarunya. Beberapa kali Aqua pulang untuk sekedar mengisi tenaga dan membeli beberapa kopi di cafe. Sendiri atau berdua dengan Ruby.


Drama Aqua akhirnya muncul perdana di televisi. Rating yang didapat di atas 8, sebuah pencapaian yang luar biasa untuk drama slice of life. Nama Aqua semakin terkenal. Ditambah banyak penikmat dorama sangat menyukai penampilan baru Aqua dengan rambut hitamnya. Semakin banyak tawaran yang diberikan kepada Aqua padahal drama belum selesai tayang.


Hampir semua media cetak maupun elektronik membahas kemampuan akting Aqua yang semakin baik dan bagus. Bahkan netizen mulai ramai membicarakan Aqua di banyak sosial media. Saat penayangan perdana nama Aqua menjadi trending nomor satu Tweeter. Semua membahas perbandingan kemampuan actingnya yang dulu dengan yang sekarang.


Miyako memijat keningnya, telepon agensi tidak berhenti berdering. Semua menawarkan Aqua untuk bekerjasama, baik drama, iklan, film, majalah bahkan reality show. Sementara Aqua masih sibuk menyelesaikan syutingnya dan tidak ingin terlilit jadwal yang mencekiknya.


"Aku tidak percaya drama Aqua-tan akan meledak seperti ini." Mem berkomentar seraya menatap televisi yang membahas drama yang dimainkan Aqua. 


"Kudengar dia mendapat guru di desa yang ia tempati kemarin." Ruby menimpali. "Aku juga kaget, kali ini benar-benar seperti pemain yang diperankan onii-chan seolah menyatu dengannya."


"Aqua sangat mendalami perannya, bahkan dia berusaha untuk melakukannya di kehidupan nyata juga." Miyako menatap televisi. "Jika benar dia punya seseorang yang hebat dan membuatnya bisa mendalami peran dengan sangat baik seperti ini di desa itu. Kurasa orang itu bukan orang biasa." 


Mem dan Ruby menatap Miyako serius. Mereka ikut berpikir apa yang dikatakan Miyako. Seseorang yang bukan orang biasa, apakah dia aktor juga atau seorang sutradara? Atau bahkan produser? Yang bisa sampai mengubah sifat Aqua meski tidak 100%.


"Lalu apa sudah ada tawaran film baru?" tanya Mem.


"Sudah, film dari sutradara Gotanda untuk Aqua dan Ruby." Miyako menjawab seraya berdiri. "Kau juga harus belajar lebih baik untuk peranmu selanjutnya." Miyako menatap Ruby serius.


"Apa tidak ada casting menentukan pemain?" tanya Ruby.


"Pemain utamanya antara Kurokawa Akane atau Frill Shiranui."


Ruby mengerecutkan keningnya. "Kalau mereka sih, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka dua aktris yang sedang naik daun juga."


"Pemeran utama laki-laki sepertinya Himekawa Taiki. Tapi, jika popularitas Aqua naik setelah drama ini, berarti bisa tergeser untuk Aqua." Miyako memberikan komentarnya.


"Apa genrenya?" tanya Ruby lagi.


"Action, romance," jawab Miyako seraya duduk di kursinya. "Filmnya bagus, aku sudah membaca naskahnya. Aqua juga sudah menyetujuinya, akan syuting musim semi nanti. Tapi akhir musim dingin ini, sepertinya Aqua akan melakukan liburan lagi karena itu janjiku padanya."


"Kemana?" tanya Ruby semangat.


"Amerika." Miyako menjawab ragu. "Jika dia mau ke sana akan kuberikan, tapi jika dia tidak mau juga tidak masalah. Aku akan izinkan dia ke tempat yang ia mau."


"Aku mau ikut!" seru Ruby seraya berdiri di hadapan Miyako.

__ADS_1


"Kau bisa tanya padanya." Miyako memeriksa jadwal Aqua di tablet miliknya. "Tapi, dia ada jadwal ikut reality show. Sepertinya akan diundur liburannya."


Ruby mendengus kesal. "Tidak jadi jalan-jalan dong!"


Mem berdiri mendekati Ruby. "Kita pergi jalan-jalan yuk! Aku akan ajak Akane, Minami dan Frill juga. Bagaimana?"


"Ayok!" seru Ruby senang.


...*****...


"Oke!" teriakan Sutradara Haru mengudara di langit yang sudah gelap dengan angin yang semakin dingin.


Syuting telah berakhir, bersamaan dengan salju yang turun. Semua segera mengeratkan jaket mereka. Mempercepat langkah mereka untuk masuk ke penginapan. Masuk untuk merayakan keberhasilan drama mereka.


Aqua duduk bersama pemain lain. Seperti biasa, Aqua hanya sebagai pendengar yang baik. Sutradara berkali-kali tertawa keras karena senang rating untuk drama mereka sangat tinggi dibanding drama yang tayang bersamaan dengan drama mereka.


"Ayo kita minum! Cheers!"


Minum alkohol bukanlah kebiasaan untuk Aqua. Jika ditawari pun, ia akan meminum cukup dua gelas kecil saja. Baginya, tetap terjaga dari mabuk itu lebih penting. Ditambah kesehatannya harus tetap dijaga, karena akan ada banyak jadwal yang ia dapatkan setelah syuting terakhir ini.


...*****...


Akane yang datang sendiri, menggunakan mobilnya pun menghampiri keempat kawannya yang tidak kalah cantik. Ini pertama kalinya Akane bertemu lagi dengan Ruby setelah hampir dua tahun. Ada rasa kikuk diantara keduanya, mengingat Akane merupakan mantan pacar Aqua. Ditambah Ruby sempat memanggil Akane dengan sapaan onee-chan.


Setelah semua berkumpul di depan pintu masuk Daimaru Tokyo, pusat perbelanjaan yang memiliki basement dan tiga belas lantai itu, berdiri dengan elegan di hadapan mereka. Lalu lalang manusia tidak pernah berhenti, siapa pun akan senang berada di sini, bersama teman, kekasih ataupun keluarga.


"Loh? Bukannya itu Aqua-kun?" tanya Akane seraya menunjuk pemuda di depan pintu mall bersama pemuda lain dengan rambut merah gelap.


"Ayo kita temui!" Mem memperlebar langkahnya, mendahului yang lain. "Apa dia teman Aqua syuting kemarin?"


"Tidak ada yang seperti itu kemarin di lokasi syuting." Frill menjawab seraya mengingat kru dan pemain di dramanya kemarin bersama Aqua.


"Onii-chan!" panggil Ruby berdiri di hadapan Aqua dan temannya.


Aqua tersenyum pada Ruby, ia tidak percaya ia akan bertemu dengan adiknya bersama teman-temannya. Aqua membungkuk pada Akane, Frill, Mem dan Minami. Tangannya mendorong kepala pemuda di sampingnya untuk menunduk, memberi salam. Dengan kesal, temannya mengikuti perintah Aqua.


"Kau akan belanja?" tanya Ruby, sesekali ia melirik teman Aqua.

__ADS_1


Tubuhnya lebih tinggi dari Aqua, berambut merah dengan kacamata kotak berwarna hitam. Warna matanya sama dengan warna rambutnya. Dengan jaket baseball dan sweater turtle neck sebagai daleman bajunya.


"Iya, menemani dia." Aqua menunjuk temannya. "Dia temanku yang pernah aku ceritakan, namanya Karma."


Karma mengangkat tangannya. "Halo." 


"Jadi kau teman Aqua-tan yang bisa mengubah sifat Aqua itu ya?" tanya Mem semangat.


"Hah?" tanya Karma memicingkan matanya pada Aqua. "Dia kan memang selalu menyebalkan." Karma menatap Aqua. "Aku pulang besok pagi, pesanan banyak. Jadi, nanti saja bincang-bincangnya." Karma melangkah menjauhi Aqua dan yang lain.


Aqua menahan kerah jaket Karma. "Sebentar lagi."


"Ya, kuberikan waktu 5 menit. Lebih dari itu akan kutinggal dan cari sendiri." Karma berhenti dan kembali menatap Aqua kesal.


"Apa kau bisa belanja di tempat besar seperti ini?" tanya Aqua dengan nada dingin.


Karma menatap dingin Aqua, pertanyaan menyebalkan seolah Karma anak kecil yang akan tersasar. "Apa kau pikir aku tidak bisa hah? Hanya keliling tempat seperti ini, apa susahnya? Yang susah itu pesanan sialana Ka–"


Aqua menutup mulut Karma yang hampir memanggil nama Kana. Mata Aqua melotot dengan penuh peringatan. Karma menarik tangan Aqua dari mulutnya.


"Ayo cepat!" seru Karma.


Aqua mengubah posisinya menghadap Ruby dan lainnya. "Aku pergi dengannya, jadi sampai jumpa lagi."


"Kita makan malam bersama saja nanti setelah belanja." Akane tersenyum menatap Aqua. "Kurasa sudah sangat lama kita tidak bertemu."


Sejak awal bertemu empat gadis ini, Karma memasang wajah heran. Mengapa teman Aqua banyak sekali perempuan. Berbanding terbalik sekali dengan Karma yang hanya punya teman laki-laki. Karma menatap satu persatu gadis yang berada di depan Aqua heran. Tak lama ia melangkah meninggalkan Aqua. Lagi-lagi Aqua menahan kerah jaket Karma, membuat Karma berhenti melangkah.


"Boleh, hubungi saja tempatnya." Aqua tersenyum. 


Akane membulatkan matanya, ia tidak percaya apa yang ia lihat barusan. Ia mengangguk pelan tanpa mampu menjawab.


"Cih… Dasar playboy!" Karma meledek Aqua dan menarik kerah jaket Aqua untuk masuk ke dalam mall.


"Apa dia benar Aqua-kun?" tanya Akane kaget.


Mem terkekeh. "Aneh kan! Kami juga pikir begitu." 

__ADS_1


...****************...


__ADS_2