Benang Merah (Oshi No Ko > Aqua X Kana)

Benang Merah (Oshi No Ko > Aqua X Kana)
Memori Kana (1)


__ADS_3

Aqua berdiri di ruangan serba hitam. Tidak ada sumber cahaya di sana, hanya terdengar suara langkah kaki. Ia menyadari bahwa dalam ruangan itu gadis gagak telah berdiri di hadapannya. Gadis dengan mata besar, rambut silver mata silver terang. Sudah sangat lama, Aqua tidak bertemu dengannya, bahkan tidak diketahui nama asli dari gadis gagak itu.


"Kau diundang Kana ya?" tanya gadis gagak membuka percakapan diantara gelap dan sunyinya ruangan.


"Diundang? Kana? Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Aqua bingung.


Gadis gagak itu menjentikkan jarinya. Seolah berteleportasi, mereka berpindah dengan cepat dari ruangan serba gelap ke tempat remang-remang.


Aqua berdiri di dalam ruang kerja yang sudah berantakan, banyak pecahan kaca di atas lantai dan beberapa bercak darah di dinding ruangan. Tubuh Aqua seketika bergetar, ia mencengkram jaketnya kuat, menatap nanar adegan di hadapannya.


Hikaru Kamiki tengah mencekik leher kecil Kana di atas meja kaca yang sudah pecah. Urat di tangan Kamiki tercetak dengan jelas. Matanya terbuka lebar, menatap dengan tatapan penuh benci. Berharap dewa kematian segera menjemput ajal gadis di bawahnya.


Wajah Kana memucat, napasnya pun sudah tercekat. Ia kehabisan napas. Namun, tatapan matanya justru semakin tajam, seolah ada kebencian yang tak kalah dari lelaki yang hampir membunuhnya.


Tangan Kana berhasil menusuk mata Hikaru dengan pecahan kaca di di dekatnya. Ia mengayunkan kakinya sekuat tenaga agar Kamiki Hikaru menjauhi tubuhnya. Tanpa waktu yang lama, gadis itu melempar vas bunga ke arah kepala Hikaru Kamiki. Tidak sampai di situ, Kana mengumpat Kamiki sebelum ia melompat keluar melalui jendela di lantai dua.


Aqua dibawa gadis gagak menuju halaman belakang kantor agensi. Mereka berdiri di samping Kana yang tengah berusaha mengirim pesan pada Miyako melalui ponselnya.


"Apa yang kau lakukan padaku di sini?" tanya Aqua yang masih mencerna adegan yang sudah ia lihat.


Kejadian hampir tiga tahun lalu, terjadi di hadapannya dengan begitu cepat. Seperti seseorang mengajaknya untuk melakukan perjalanan waktu.


"Kau diizinkan mengakses memori Kana oleh pemiliknya. Tubuhmu akan tertidur untuk beberapa hari." Gadis gagak menjawab seraya mengikuti langkah Kana.


Kana dengan kepala berdarah, tubuh yang terasa sakit semua, terus berusaha melangkah, meskipun harus terseret. Air matanya tidak berhenti keluar, tubuhnya juga gemetar dengan sangat kuat.


"Psikopat!" umpat Kana. "Ini sakitnya luar biasa! Dasar psikopat!" Kana kembali menangis.


Kali ini ia berhenti melangkah, kakinya sudah tidak sanggup untuk melangkah. Namun, jika ia masih ada di sekitar kantor agensi, ia akan tertangkap oleh anak buah Hikaru Kamiki dan dibunuh lagi.


Tanpa berpikir panjang, Kana menanggalkan satu sepatunya di tempat ia terjatuh dan melempar satu sepatunya lagi ke dalam gang kecil di belakang gedung.


"Aah... Aku mati sekarang ternyata." Kana tersenyum diantara darah yang memenuhi wajahnya. "Sampai kematianku pun aku tetap sendirian..." lanjut Kana dengan nada sedih, air matanya menetes untuk terakhir kali hingga matanya tertutup sempurna.

__ADS_1


Langkah Aqua terhenti di hadapan tubuh Kana. Wajahnya sudah memerah, matanya pun basah, bahunya bergetar. Wajah Kana terlihat begitu mengenaskan, hingga ia tak mampu untuk berlama-lama menatap ke arah Kana.


Jika saja Aqua menghentikan Kana yang pergi sendirian, atau jika saja dia ikut bersama Kana. Mungkin dirinya bisa menyelamatkan gadis yang ia cintai ini tetap hidup dan cerita mereka tidak akan berakhir seperti sekarang.


...****************...


Gadis gagak dan Aqua kembali ke ruangan serba hitam. Di sana mereka melihat Kana dengan gadis gagak tengah berbincang. Aqua mendekat khawatir, entah Kana melihatnya atau tidak, tapi Aqua merasa tatapan mereka bertemu cukup lama hingga Kana mengalihkan pandangannya pada gadis gagak lagi.


"Hikaru Kamiki belum mati, apa kau mau membunuhnya?" tanya gadis gagak pada Kana.


"Untuk apa membunuhnya?" tanya Kana balik.


"Seperti Hoshino Aqua dan Hoshino Ruby, mereka melakukan balas dendam untuk membunuh dalang pembunuhan ibunya. Apa kau tidak mau?"


"Kau membuat mereka jadi balas dendam?" tanya Kana sedikit kesal.


"Tidak juga, aku menuntun mereka saja. Tapi semua jalan mereka yang pilih." Gadis gagak menjawab dengan wajah mengejek.


"Jika kuberi kau hidup lagi, apa kau mau balas dendam dan membunuh Hikaru Kamiki?" tanya gadis gagak lagi.


"Mati juga bukan masalah untukku. Toh, sudah sekarat juga. Dia juga sudah seperti sekarat aku yakin. Apa yang bisa dibuat orang dengan kepala bocor, mata hilang satu, wajah sudah rusak begitu? Operasi juga tidak akan menyelamatkannya lebih lama." Kana menjawab dengan santai. "Hidup dengan balas dendam dan kebencian adalah sebuah kesengsaraan!" tukas Kana.


Gadis gagak tersenyum lebar. "Kau sangat berbeda dengan dua orang reinkarnator itu ya."


"Reinkarnator?" tanya Kana bingung. 


"Ya, Aqua adalah reinkarnasi dari Gorou Amemiya. Dia adalah dokter berusia 30 tahunan yang dibunuh oleh suruhan Kamiki Hikaru, sementara Ruby adalah reinkarnasi dari Sarina Tendouji yang merupakan pasien Gorou berusia 12 tahun. Mereka mengikat janji untuk menikah di kehidupan selanjutnya."


"Begitu ya… Aku sudah tahu sih!" Kana tertawa pelan.


"Jika kau diberi kesempatan untuk hidup apa yang akan kau lakukan?" tanya gadis gagak pada Kana.


"Hidup bahagia hingga kematianku selanjutnya." Kana tersenyum lebar, ia menyilangkan kedua kakinya. "Aku belum bahagia sama sekali..."

__ADS_1


"Kalau begitu, kembalilah ke tubuhmu!" Gadis gagak menjentikkan jarinya dan Kana menghilang dari pandangan Aqua dengan cepat.


Gadis gagak menatap Aqua. "Kau dengar katanya? Aku yang akan menghabisi Kamiki Hikaru untuknya bukan untukmu. Karena gadis sebaik Kana tidak akan menodai tangan dan hatinya seperti dirimu."


"Ya? Kamiki Hikaru? Apa kau menemuinya selama ini?" tanya Aqua.


"Tidak, aku hanya mengawasi. Dan inilah akhir hidup untuknya."


Gadis gagak dan Aqua berpindah ke penjara Hikaru Kamiki. Gadis gagak menyeringai lebar, berdiri di hadapan pria berambut blonde.


"Wah... Mencengangkan, wajahmu hancur separuh!" seru gadis gagak diikuti tawa merendahkan.


"Siapa kau?" tanya Hikaru Kamiki.


Kepalanya diperban, matanya juga tertutup perban. Namun masih tersisa tatapan penuh kebencian di sana. Tidak ada harapan kembali terkenal lagi untuk Hikaru Kamiki dengan kondisi wajah menyeramkan ditambah nama yang sudah hancur oleh kebodohannya sendiri.


"Aku," gadis gagak menggantung kalimatnya. Memberikan kembali seringai menyeramkan. "Malaikat kematianmu..."


Tawa Hikaru Kamiki memenuhi sel kecil yang ia huni sendiri. Setelah puas tertawa, ia menyeringai dengan tatapan membunuh ke arah gadis gagak.


"Tidak ada shinigami..."


"Katakan selamat tinggal…" Gadis gagak memaksa tangan Kamiki Hikaru untuk menusuk sendiri urat nadinya dengan pecahan kaca yang ada di sekitar Hikaru. Darah keluar dari sana, bau anyir tercium dari dalam sel.


Gadis gagak segera mendekati Aqua yang hanya menatap dari ujung sel. Ia hampir tidak percaya dengan apa yang dia lihat dengan sangat cepat tadi. Kematian Hikaru Kamiki ternyata merupakan hasil karya gadis gagak.


Kini sel Hikaru Kamiki mulai ramai oleh para penjaga, mereka dengan cepat membawa Hikaru Kamiki keluar dari selnya menuju rumah sakit terdekat. Darahnya tidak kunjung berhenti, luka yang dibuat gadis gagak sangatlah dalam.


"Predator sepertinya memang pantas mendapatkannya." Aqua berkomentar.


"Ayo kembali melihat Kana." Gadis gagak dan Aqua segera berpindah tempat.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2