
Kana menghampiri anak-anak yang kemarin ia temui di lapangan. Semua menghambur ke arah Kana dan Aqua dengan wajah bahagia. Terutama Jun, anak laki-laki berambut hitam yang selalu mengenakan topi berwarna biru langit itu.
"Onee-chan…. Kemarin aku minta maaf karena melempar bola ke arahmu." Jun berdiri di hadapan Kana dengan wajah bersalah.
"Aku terima maafmu." Kana tersenyum. "Tapi, lain kali kalau aku bicara tolong di dengarkan! Aku juga berkata baik untukmu!" Kana menatap anak lain. "Bukan pada Jun saja! Tapi juga pada kalian!"
Mereka segera membungkuk dan meminta maaf. Kana hanya tersenyum dan disambut senyum anak lain.
"Oh iya, dia temanku dari Tokyo." Kana memperkenalkan Aqua pada anak-anak.
"Wah!!! Tokyo!" seru anak perempuan berkuncir dua berdua bernama Mitsumi.
"Aqua-desu…" Aqua memberi salam seraya tersenyum.
"Miwa!" seru seorang gadis berambut coklat tua sebahu sambil tersenyum.
"Mitsumi!" sahut anak perempuan berkuncir dua.
"Yachi!" seru anak perempuan berambut oranye.
"Jun…." Jun memperkenalkan diri.
"Hachi-desu." anak laki-laki disamping Jun membungkuk sopan.
"Daichi!" Anak laki-laki terakhir memperkenalkan diri.
"Ah…. Karena sudah memperkenalkan diri, kalian bisa mengajak Aqua-niichan melihat peternakan kuda." Kana tersenyum menatap peternakan kuda yang berada tak jauh dari tempat mereka berdiri.
"Ah… Onii-chan! Kau harus lihat kuda-kuda yang kami rawat." Miwa menatap Aqua penuh semangat.
"Iya, betul sekali. Kana-neechan sangat pandai menunggang kuda." Mitsumi melanjutkan. "Jadi, ayo kita berangkat!" Mitsumi, Miwa dan Yachi berjalan paling semangat mendahului yang lain seraya melirik Aqua di belakang mereka.
"Dasar perempuan! Ada yang ganteng dikit langsung ramai!" pekik Daichi.
__ADS_1
"Kenapa memang? Kalian juga suka menggoda onee-chan!" Miwa menyahut dengan lidah yang terjulur ke depan menatap Daichi.
Kana hanya melangkah tanpa mempedulikan ucapan anak-anak sementara Aqua sudah jalan di depan Kana. Aqua berhenti melangkah, menatap Kana di belakangnya, menunggu gadis itu dan melangkah bersama ke peternakan kuda.
"Kau bisa menunggang kuda, Arima?" tanya Aqua.
Kana mengangguk seraya berdeham. "Iya, tapi tidak terlalu ahli juga sih. Aku masih sering latihan juga."
"Kau bisa mengajariku?" tanya Aqua lagi.
"Nanti minta tolong Ishigami-san saja, aku sedikit takut mengajari orang naik kuda." Kana melirik Aqua dan segera mengalihkan pandangannya. "Kepribadianmu banyak berubah ya."
"Aku sedang mempelajari peran yang aku mainkan. Sejujurnya sulit sekali menemukan kesamaan antara peranku dan diriku yang sebenarnya." Aqua menjelaskan.
Kana melirik Aqua lagi dan segera mengalihkan pandangannya, Aqua yang sedari tadi sadar hanya diam saja. Kana mencoba untuk menatapnya, tapi lagi-lagi dia menghindar karena takut.
"Kau bisa datang ke rumahku nanti malam dengan naskahmu. Itu pun kalau kau mau. Aku tidak akan memaksamu, sungguh!" suara Kana berubah serak.
"Dengan senang hati."
...****************...
Ishigami datang bersama kuda berwarna putih bersih dengan bola mata merah gelap. Kana mengelus moncong kuda dan memeluknya, memberi salam hangat.
"Itu kuda milik keluarga Arima." Ishigami memberikan informasi pada Aqua di sampingnya. "Nama kudanya Yunyun, kuda jantan yang sangat gagah dan tampan."
"Apa kau bisa mengajariku menunggangi kuda?" tanya Aqua pada Ishigami.
"Tentu saja, kau bisa pilih kuda mana yang ingin kau tunggangi." Ishigami menunjuk beberapa kuda di dekat mereka. "Kana-chan! Aku membantu Aqua ya. Kau hati-hati, oke!"
Kana menatap Ishigami dan bersiap menaiki kudanya. Sementara Aqua mendekati kuda berwarna hitam legam dengan mata kuning emas, tidak kalah gagah dari milik keluarga Arima, kuda hitam itu besar dan terlihat memiliki tatapan tajam.
"Naik ke kursi dari bagian kiri." Ishigami menunjuk kursi di sebelah kiri kuda hitam. "Namanya Black. Cocok bukan dengan kuda ini." Ishigami tersenyum mengelus punggung kuda.
__ADS_1
Aqua mendekati Ishigami dan bersiap naik ke atas kuda, dibantu kursi di sebelah kiri. Dengan tenang Aqua duduk di punggung kuda. Rasanya luar biasa, ia bisa melihat bahwa kuda yang ia naiki ini sangat gagah.
Sementara itu, Kana sudah menghentakkan kakinya ke perut kuda miliknya. Kuda milik Kana sudah melesat dengan sangat cepat, Kana memegang tali kendali dengan kuat. Posisi duduknya yang tegak, mengikuti irama lari kuda miliknya. Lapangan kuda sore itu, dengan langit jingga, dihiasi Kana yang dengan indah dan elegannya menunggang kuda.
Rambut merahnya semakin berkilau, dengan wajah yang terlihat begitu bahagia. Aqua tak bisa mengalihkan pandangannya dari Kana sore itu. Bukan hanya di atas panggung, di depan kamera, Kana selalu memukau dengan matanya yang bersinar dengan indahnya.
"Kana-chan pekerja keras yang luar biasa. Dia melakukan setiap kegiatan dengan sepenuh hati, meskipun dia tidak percaya diri, tapi dia benar-benar luar biasa. Aku sangat senang melihatnya membawa kuda." Ishigami tersenyum menatap Kana yang masih menunggang kuda dengan elegan. "Bukankah dia sangat cantik? Dia idol, aktor terkenal juga. Saat pertama kali melihat dia di sini, aku kaget bukan main. Dan ternyata dia anak dari Dokter Arima."
"Dua tahun lalu dia sudah di sini?" tanya Aqua.
"Dia sekarat. Dokter Arima khawatir masih banyak pembunuh yang mengincarnya. Diobati sebentar, tak sadarkan diri satu bulan, bangun dengan trauma dan berteriak setiap hari. Sekarang dia sudah melaluinya dengan baik." Ishigami tersenyum lebar. "Aku berkali-kali memuji kesabaran Arima-sensei dan Karma. Mereka sangat luar biasa."
Aqua mencoba mencerna kalimat Ishigami. Jadi, Kana sempat koma juga. Dia baru tahu, bahwa Kana begitu menderita. Ternyata Aqua merasa terlalu lemah, lagi-lagi perasaan bersalah menghantuinya.
"Ayo kau juga harus mencoba. Pertama duduk dengan tegak, tendang pelan bagian perut kuda dan jangan lepas pegangan pada tali tunggangan. Setiap mau berbelok kau harus menarik talinya. Begitu saja dulu." Ishigami menatap Aqua. "Tidak perlu terburu-buru, dua pekan itu waktu yang panjang."
Aqua menendang bagian perut kuda bernama Black itu. Black pun melangkah santai. Seolah mampu melihat lapangan kuda yang luas dan indah. Aqua menghirup udara desa yang mulai dingin akibat musim gugur yang hampir habis.
Sementara Kana sudah mendekati Aqua dengan kuda putihnya. Bersisian dan saling bertukar sapa.
"Kau terlalu tegang!" Kana berseru. "Black bisa merasakannya, santai sedikit. Kendurkan punggungmu, tidak perlu takut." Kana terkekeh pelan.
"Apa terlihat seperti itu?" tanya Aqua bingung.
Kana mengangguk. "Sangat terlihat." Kana menepuk punggung Aqua keras. "Jika terus seperti ini, kau akan merasa pegal semalaman." Kana menendang kembali kudanya dan menjauh dari Aqua.
Setelah berkeliling sebanyak 3 putaran. Aqua akhirnya berhenti. Kana sudah memeluk Yunyun dan merapihkan rambut Yunyun dengan sayang. Aqua mengelus punggung Black dan pamitan pada Ishigami.
...****************...
Note :
Setiap chapter sengaja update sedikit-sedikit, supaya engga bosen bacanya.
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir ^^