Benang Merah (Oshi No Ko > Aqua X Kana)

Benang Merah (Oshi No Ko > Aqua X Kana)
Acara Makan Malam


__ADS_3

Ruby, Mem, Miyako dan Gotanda sudah tiba di restoran yang mereka reservasi pagi tadi. Memesan beberapa menu dan menunggu artis mereka datang, siapa lagi kalau bukan Hoshino Aqua. 


Di meja lain sudah berkumpul grup idol baru dari Strawberry Production yaitu Jellyally yang beranggotakan lima wanita muda cantik dan imut.


Aqua datang dengan baju casual. Kaos lengan panjang berwarna coklat susu, celana panjang jeans dan coat berwarna coklat tua. Dan tidak lupa masker serta topi untuk perjalanan aman tanpa gangguan fans.


"Onii-chan!" seru Ruby ketika melihat Aqua berdiri di sisi meja.


"Aqua-tan!" Mem ikut memanggil Aqua tidak percaya.


"Kau mewarnai rambutmu?" tanya Miyako kaget melihat Aqua yang datang dengan warna rambut hitam.


Aqua duduk di sebelah Ruby dan tersenyum seraya menganggukkan kepalanya pelan. "Ya, karena rambut blonde di desa terlihat sangat aneh."


Mem dan Ruby saling pandang. Perasaan mereka ada sesuatu yang aneh dari Aqua selain rambutnya. Aqua terlihat lebih bahagia dan hangat tidak seperti beberapa tahun terakhir ini. Cara memandang Aqua juga berubah, ia seperti lebih yakin dan tidak mengintimidasi.


"Apa yang kau lakukan di sana? Sepertinya desa tempatmu menginap banyak membantumu." Gotanda kini berkomentar.


Aqua terdiam, berpikir sejenak. Jawaban apa yang harus ia berikan, sementara dia tidak boleh memberitahukan Kana masih hidup dan tinggal di desa itu.


"Menyenangkan. Di sana penduduknya sangat ramah dan membuat nyaman." Aqua menjawab akhirnya. "Ya, meski harus masuk kandang sapi, ayam, kambing dan kuda semua jadi hal baru."


Ruby melihat tingkah Aqua yang terus tersenyum tipis, sepertinya memang Aqua menyukai perjalanannya ke desa tersebut.


"Apa kau dapat pacar di sana?" tanya Ruby penuh selidik. Ia tidak biasanya melihat Aqua dengan senyum yang terus menempel di wajah dinginnya. Ditambah, rambut hitam Aqua membuat warna mata birunya semakin terlihat terang.


"Pacar?" Aqua terkekeh pelan, menatap mata pink Ruby. "Harusnya dapat, tapi tidak mau."


Mem berdiri mendekati Aqua, menatap Aqua tidak percaya. "Siapa yang mengajarimu bicara menggoda seperti itu? Kau tidak seperti Aqua biasanya!"


"Bagaimana ya, aku hanya melakukan peran yang aku dapatkan di drama yang aku perankan besok." Aqua menjawab tanpa menatap Mem.


"Tapi, aneh… Kalau kau sedang berakting seperti ini di kehidupan biasa," komentar Mem dan kembali duduk di kursinya. 


'"Ya, baiklah." Aqua merubah posisinya, ia duduk dengan tangan memegang buku menu. Mencari makanan yang akan ia pesan. 

__ADS_1


Miyako memesan beberapa menu ke pelayan. Aqua lebih banyak menyimak Ruby dan Mem yang bercerita bahwa mereka akan mengadakan konser untuk grup baru. Mem menjadi manager grup idol baru atas permintaan Miyako yang tidak bisa meng-handle banyaknya job di Strawberry Production.


Sementara Sutradara Gotanda akan membuat proyek film baru. Di mana ia akan kembali membawa Aqua, Himekawa, Ruby, Akane, Frill dan beberapa aktris lain. Film dengan genre action. Sebenarnya Aqua sudah mendapat tawaran itu, namun belum ia approve bersama Miyako. 


Mem menatap Aqua berkali-kali selama makan. Biarpun katanya akting untuk drama berikutnya, tapi kepribadian Aqua hampir berubah banyak. Ia jadi lebih sering tersenyum untuk menanggapi sesuatu. Bahkan ia bisa tertawa pelan pada guyonan Sutradara Gotanda. Meskipun selama ini ia tidak sedingin tiga tahun lalu, tapi tetap saja perubahan ini cukup berbeda dari biasanya.


"Aqua-tan. Sekarang kau yang bercerita saat pergi kemarin." Mem akhirnya meminta Aqua untuk bercerita.


Aqua melempar pandangannya ke tempat lain. "Apa yang ingin kalian dengar?" tanya Aqua.


"Apa saja, seperti misalnya di sana kau punya teman seusiamu atau apa pun itu."


Aqua memainkan jari dibibir cangkir. Tangan satunya menopang dagu dan tersenyum. "Ada yang setahun lebih tua dariku dan satunya lagi lebih muda lima tahun dariku. Ada ayah dari dua temanku juga." Aqua mengamati isi dalam gelas. "Keluarga yang hangat. Menyenangkan bisa makan bersama di satu meja makan bersama mereka."


Ruby mengamati Aqua yang terus tersenyum. "Mereka pasti orang baik ya?"


"Rumahnya berisik. Adik kakak yang tidak pernah akur, padahal mereka saling menyayangi." Aqua mengingat momen terakhir saat Karma dan Kana saling adu mulut. "Dan itu lucu sekali." Aqua tersenyum lebar menatap gelasnya yang berisi kopi.


"Kau sepertinya banyak berubah pulang dari sana." Gotanda akhirnya berkomentar.


"Ah… Kapan-kapan ajak aku ke sana!" seru Ruby dengan penuh semangat. "Aku penasaran seperti apa temanmu sampai bisa membuat Aqua Hoshino tersenyum terus."


Aqua menundukkan kepalanya, menatap isi kopi di dalam gelas. "Ya, jika dia izinkan."


"Jadi temanmu itu perempuan atau laki-laki?" tanya Mem penasaran. Ia tidak mengerti kenapa bisa membaca ekspresi Aqua dengan mudah sekarang. Seolah dia tidak menutupi apapun seperti dulu.


"Laki-laki, dia baru saja diterima masuk di universitas kedokteran daerah Tokyo." Aqua menjawab dengan cepat.


"Kedokteran?" tanya Mem tidak percaya. "Aku jadi penasaran seperti apa temanmu itu." 


Aqua mengingat dia tidak pernah berbincang dengan Karma sama sekali. Tapi, dia harus menyembunyikan identitas Kana, jadi mau tidak mau ia menjual nama Karma untuk menutupi identitas Kana.


"Dia menyebalkan sebenarnya." Aqua berbisik seraya mengingat Karma pertama kali bertemu. "Cuman dia cerdas dan pekerja keras."


"Wah… Aku jadi semakin penasaran!" seru Ruby yang merasa tertarik dengan teman yang dimaksud Aqua. Mengingat dia sangat menyukai Gorou yang berprofesi sebagai dokter.

__ADS_1


"Kurasa kalian bisa mengenalnya ketika dia ke Tokyo akhir musim dingin ini," ucap Aqua.


"Ruby, kau tidak bermaksud untuk menggoda pemuda yang lebih muda darimu kan?" tanya Mem seraya menatap Ruby dengan tatapan menggoda. "Banyak aktor yang mendekatimu juga, jadi kau harus hati-hati dengan para pria!"


"Apa sih? Aku juga menolak mereka. Hampir semua kutolak, aku tidak berniat menjalani hubungan seperti itu jika bukan aku yang suka duluan." Ruby tersenyum, pandangannya kini teralih ke Aqua. "Tapi, kalau teman yang bisa membuat kakakku berubah seperti ini. Kurasa aku juga bisa suka." 


Aqua tertawa pelan. "Aku tidak yakin kau akan suka padanya. Karena pertemuan pertamaku dengannya saja sangat ingin aku lupakan."


"Apa dia tidak tampan menurutmu?" bisik Ruby pada Aqua di sampingnya.


"Aku lebih tampan." Aqua tersenyum lebar menatap Ruby. Membuat Ruby jadi salah tingkah dan segera mengalihkan wajahnya yang sudah merona.


*****


Aqua dan Ruby melakukan sesi pemotretan untuk majalah fashion. Mereka mengganti kostum mereka sebanyak 10 kali untuk baju musim dingin nanti. Karena harus melakukan pemotretan bersama Ruby yang terkenal Hoshino Twin jadi dengan terpaksa Aqua mengganti warna rambutnya dengan warna asli.


Pemotretan yang dilakukan mulai sore berakhir malam hari. Ruby sudah bersiap untuk pulang, semua pakaian dan peralatannya sudah ia rapihkan dibantu asistennya. Begitu juga punya Aqua. Mereka sudah bersiap untuk masuk ke mobil pulang ke rumah.


Hari ini Aqua selalu tersenyum ke semua orang. Ya, meskipun dulu sering ia lakukan juga, tapi kali ini semyumnya sangat tulus dan hangat. Ditambah, Aqua selalu membawa ponselnya ke mana pun. Tidak seperti biasanya yang tidak terlalu mementingkan hal tersebut.


Sesampainya di rumah, Ruby segera masuk ke kamarnya. Begitu juga dengan Aqua. Seharian sangat melelahkan. Setelah membersihkan diri, Ruby pergi ke dapur untuk membuat coklat hangat, karena masih harus membaca beberapa naskah dari program reality show yang ia hadiri.


"Salju turun di sana?" suara Aqua terdengar di teras lantai dua rumah Hoshino.


Ruby mengalihkan pandangannya ke balkon teras rumahnya, menemukan Aqua yang sedang menelpon dengan tangan menengadah ke langit. Ruby mendekati Aqua, mengintip di balik pintu. Ia penasaran siapa teman yang Aqua maksud, apa benar laki-laki?


Aqua tertawa pelan. Ruby semakin curiga jika yang diajak bicara bukanlah laki-laki tapi perempuan. Ruby berusaha mendengar percakapan Aqua dengan temannya itu. Ia berusaha dan penasaran sekali, karena beberapa kali Aqua tertawa pelan ditambah senyum yang terus mengembang tiada henti.


"Ya, ayo bertemu akhir musim ini. Kirimkan saja nomorku." Aqua mengubah posisinya, duduk di kursi menatap langit malam pertama di musim dingin. "Ruby juga ingin bertemu. Tapi, aku tidak yakin mereka akan akrab."


Ruby semakin penasaran, ia tidak mengerti kenapa namanya bisa disebut oleh Aqua ke temannya. Apa teman Aqua mengenal Ruby?


Suara pulpen yang dibawa Ruby jatuh, Aqua yang menyadari kehadiran Ruby, mulai memelankan suaranya. Ia pun segera memutus teleponnya. Khawatir Ruby berpikir macam-macam, Aqua pura-pura memeriksa ponselnya, membuka pesan dan membaca beberapa artikel yang lewat tentang dunia hiburan.


Ruby akhirnya pergi. Ia masih sangat penasaran dengan teman Aqua. Ruby merasa Aqua memiliki pacar bukan sekedar teman. Karena menurutnya, Aqua selalu terlihat bahagia sejak ia pulang kemarin.

__ADS_1


*****


__ADS_2